fbpx

20 Makanan yang Harus Dikonsumsi Sesudah Donor Darah

by | Sep 17, 2020 | Makanan Sehat | 0 comments

Sebelum memberikan darah, tentunya pendonor harus mempersiapkan tubuhnya. Begitu pula setelah transfusi, pendonor perlu banyak istirahat dan menggantikan apa yang telah hilang. Salah satu caranya adalah konsumsi makanan sehat sebelum dan sesudah donor darah.

Setiap tahunnya, jutaan orang di dunia ini membutuhkan darah. Mulai dari orang yang menjalani operasi, kehilangan banyak darah setelah kecelakaan atau persalinan, hingga penderita penyakit tertentu.

Tanpa suplai darah yang mencukupi, banyak prosedur medis yang terhambat, bahkan terhenti. Selain darahnya, orang yang mendonorkan pun tidak kalah penting. Itulah sebabnya, kesehatan Anda sebagai pendonor harus selalu dijaga.

 

Tips sebelum donor darah

Sudah sepatutnya Anda mempersiapkan diri sebelum mendonorkan darah. Berikut ini adalah tips yang harus Anda lakukan sehari sebelum prosedur transfusi darah, yaitu:

  • Banyak minum. Tambahlah asupan cairan Anda sebanyak 500 mL, baik itu air putih, sup, atau jus buah segar. Bahkan, Anda dianjurkan untuk banyak minum 2 hari sebelum transfusi. Minum air bertujuan untuk menambah volume darah, yang nantinya akan hilang setelah donor.
  • Makan makanan sehat dan hindari konsumsi makanan berlemak jenuh seperti hamburger, kentang goreng, dan es krim. Adanya lemak dalam darah membuat petugas donor/tenaga kesehatan tidak bisa melakukan tes infeksi terhadap darah yang telah didonasikan. Jika tidak bisa dites, darah tersebut tidak dapat  dipakai. 
  • Tidur dan istirahat yang cukup.
  • Khusus Anda yang ingin mendonorkan trombosit atau platelet darah, jangan memakan obat aspirin 2 hari sebelum transfusi.

Sedangkan, 3 jam sebelum donor darah, Anda pun perlu meminum cairan tambahan sebanyak 750 mL, konsumsi makanan gurih, serta menghindari olahraga atau aktivitas berat.

 

Makanan yang harus dikonsumsi sebelum donor darah 

Setelah mendonorkan darah, tubuh Anda akan kehilangan zat besi yang cukup banyak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Makanya, Anda perlu memperbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi. 

Tim dokter Jovee, dr. Irma Lidia, menjelaskan bahwa makan secara teratur sebelum donor darah akan membantu menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil. Hal tersebut membantu mengurangi pusing setelah transfusi. 

“Makan camilan sebelum donasi juga dapat membantu menjaga kadar gula darah ini. Makan juga makanan yang kaya zat besi, seperti daging dan sayuran berdaun hijau.” tambahnya.

Sumber zat besi sendiri dibedakan menjadi heme dan nonheme. Zat besi heme cenderung lebih mudah diserap tubuh, sekitar 25 – 30 %, sehingga bisa meningkatkan kadar iron lebih efektif. Sementara zat besi nonheme hanya diserap sebesar 2 – 7%. Jenis heme banyak ditemukan pada produk hewani. Sedangkan sumber nonheme diperoleh dari produk nabati dan makanan yang telah diperkaya zat besi.

Beberapa makanan yang kaya zat besi, termasuk:

  • Daging merah tanpa lemak, ikan, ayam
  • Kacang-kacangan, polong-polongan, lentil, tempe, tahu, dan olahannya
  • Bayam, kale, brokoli, dan sayuran berwarna hijau tua
  • Sereal dan roti

Selain memenuhi asupannya, Anda pun perlu memaksimalkan penyerapannya ke dalam tubuh. Caranya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C. Makanlah buah-buahan seperti pepaya, mangga, jeruk, kiwi, stroberi, tomat, dan jambu biji.

 

Makanan yang harus dihindari sebelum donor darah

Beberapa makanan dan minuman bisa berdampak negatif terhadap kualitas darah Anda. Contohnya:

  • Alkohol, yang akan menyebabkan dehidrasi. Jangan minum minuman beralkohol, setidaknya 24 jam sebelum transfusi darah.
  • Makanan berlemak, khususnya lemak jenuh. 
  • Makanan dan minuman yang bisa menghambat penyerapan zat besi, yakni kopi, teh, susu, keju, yogurt, cokelat, dan anggur merah. Cukup hindari konsumsinya bersamaan dengan makanan tinggi zat besi.

Dengan memperbanyak dan menghindari daftar makanan serta minuman di atas, tubuh Anda akan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin. Anda pun akan lebih siap ketika mendonorkan darah.

 

Tips sesudah transfusi darah

Biasanya, pendonor akan dianjurkan untuk duduk sejenak setelah transfusi darah. Petugas donor pun akan memberikan camilan dan air. Istirahatlah selama 15 menit, setelah itu Anda dipersilahkan untuk pulang. Di bawah ini ialah tips yang bisa dan perlu Anda lakukan setelah donor darah, antara lain:

  • Banyak minum air sampai 2 hari ke depan. Minumlah sebanyak 3 gelas air pada 3 jam pertama sesudah transfusi. Setelah transfusi, kemungkinan besar volume sera tekanan darah Anda akan turun drastis. Untuk mencegah hal ini terjadi, perbanyaklah minum air putih, sup, atau jus buah.
  • Hindari olahraga dan aktivitas berat dalam 24 jam ke depan. Misalnya, bersepeda, jogging, dan mengangkat benda berat.
  • Kalau merasa pusing, Anda bisa tiduran dengan posisi kaki yang ditinggikan. 
  • Dalam 8 jam ke depan, jangan melakukan kegiatan yang mengharuskan Anda berdiri terlalu lama, seperti mengantri. Hindari pula aktivitas di bawah sinar matahari, mandi air hangat, dan mengonsumsi minuman panas serta beralkohol.
  • Makan makanan sehat.

Anda juga harus menjaga agar kapas di lengan tetap kering selama 5 jam ke depan. Jika luka masih berdarah setelah Anda mencabut kapas, tekan luka dan tinggikan lengan sampai perdarahan berhenti. 

Bila luka menjadi memar, kompres dengan es batu atau air dingin pada 24 jam pertama. Minum obat pereda nyeri (acetaminophen seperti Tylenol), apabila luka Anda terasa sakit.

Hubungi dokter atau lokasi donor darah jika Anda:

  • Merasa mual dan pusing bahkan setelah istirahat, makan, serta minum.
  • Merasa nyeri dan kesemutan pada lengan hingga jari-jari.
  • Melihat adanya benjolan dan perdarahan serta merasa nyeri pada luka setelah melepas kapas.
  • Menunjukkan gejala demam, sakit kepala dan tenggorokan 4 hari setelah donor darah.

 

Makanan yang harus dikonsumsi sesudah transfusi darah

Setelah memberikan darah kepada mereka yang membutuhkan, kini saatnya Anda mengembalikan apa yang telah hilang. Tidak cuma air, tubuh Anda pun memerlukan, lagi-lagi, zat besi dan vitamin C.

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yang membantu mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Makanya, konsumsi makanan tinggi iron menjadi penting untuk mengembalikan kadar mineral tersebut dalam tubuh.

Makanlah daging-dagingan terutama ikan dan ayam, kacang, polong-polongan, tempe, tahu, serta sayuran berwarna hijau.

Kelvin Halim, nutrisionis Jovee, pun mengingatkan agar mengonsumsi vitamin C guna meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh.

Asupan nutrisi tersebut bisa Anda peroleh dari buah-buahan sitrus, jambu biji, stroberi, apel, dan tomat.

Produksi sel darah merah baru juga ditunjang oleh vitamin B2 (riboflavin) dan B9 alias folat, serta bentuk sintesisnya yakni asam folat. Oleh karena itu, penuhilah kebutuhannya setelah Anda transfusi darah. Contoh makanan tinggi folat adalah:

  • Sayuran berdaun hijau, seperti kale dan bayam
  • Asparagus
  • Hati
  • Jus jeruk

Asupan vitamin B2 dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya termasuk keju dan yogurt. Tetapi ingat, jangan konsumsi minuman tinggi kalsium berbarengan dengan sumber zat besi.

Vitamin lain yang juga dibutuhkan dalam proses produksi sel darah merah adalah vitamin B6 yang bisa didapatkan dari pisang dan kentang.

Supaya jumlah hemoglobin dalam darah cepat kembali normal, Anda bisa melengkapi kebutuhan zat besi dari suplemen tambahan. “Tidak hanya asupan makanan, suplementasi juga cepat mengembalikan kondisi hemoglobin dalam darah.” kata Kelvin.

Demikianlah beragam makanan dan minuman yang perlu Anda konsumsi sebelum dan sesudah donor darah. Pemenuhan nutrisi-nutrisi di atas berguna untuk memelihara kesehatan Anda sebagai pendonor. Anda dapat pula mengonsumsi suplemen zat besi, contohnya NaturesPlus Iron atau VitaLife C-500, yang bisa didapatkan di Jovee.

Dapatkan suplemen sesuai kebutuhanmu di Jovee Official Shop. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

Australian Red Cross Lifeblood. (n.d.). Before and after you donate.

Mayo Clinic. 2017. Blood donation.

Carter Blood care. 2014. What To Do After You Donate.

Karen P. (Livestrong). 2020. Here’s Exactly What to Eat After You Give Blood — and Why Hydration Matters.

American Red Cross. (n.d.). What to Do Before, During and After Your Donation.

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional