fbpx

5 Faktor Penyebab Munculnya Alergi yang Perlu Anda Waspadai

by | Sep 15, 2020 | Kesehatan Lainnya | 0 comments

Mungkin sebagian orang pernah mengalami alergi. Pada dasarnya penyebab dari kemunculan alergi memang sangat banyak. Tergantung jenis alergi yang diderita oleh seseorang. Terjadinya alergi pada seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, artinya ada anggota keluarganya yang juga memiliki alergi tertentu. Namun, bukan berarti setiap keluarga akan mengalami jenis alergi yang sama. Tidak hanya genetik, faktor lingkungan pun memainkan peran terhadap alergi ini. 

Sebetulnya, alergi adalah hasil respons sistem kekebalan tubuh manusia terhadap masuknya zat asing yang tidak dikenalinya. Zat asing tersebut disebut alergen dan dapat berbentuk makanan, serbuk sari, debu, bahkan bulu hewan.

 

Faktor Penyebab Kemunculan Alergi

Penyebab Kemunculan Alergi

Sistem imun tubuh bertugas melindungi Anda dari patogen berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit. Umumnya, sistem imun bisa membedakan mana zat berbahaya dan mana yang tidak. Sayangnya, kekebalan tubuh beberapa orang akan bereaksi berlebihan terhadap suatu zat, yang bahkan biasanya tidak berbahaya. Reaksi tersebut terkadang sangat parah sehingga dapat membahayakan jiwa.

Di bawah ini merupakan sejumlah hal yang mungkin bisa menyebabkan munculnya reaksi alergi, yaitu:

 

1. Makanan yang Dikonsumsi

Kemunculan alergi bisa disebabkan dari faktor makanan yang dikonsumsi seseorang. Tidak hanya orang dewasa saja yang mengalami alergi terhadap makanan, melainkan juga bayi. Tidak jarang bayi mengalami alergi pada jenis susu yang dikonsumsinya. 

Selain susu, makanan lain yang seringkali menyebabkan alergi adalah kacang, gandum, kedelai, kerang, telur, serta ikan.

Apabila Anda sudah mengetahui  faktor yang menimbulkan alergi sebaiknya hindari jenis makanan yang memicu adanya alergi. Misalnya, kalau anak yang alergi terhadap susu sapi, Anda bisa memberikannya alternatif susu lain seperti susu kedelai.

 

2. Obat dan Lateks

Alergi akibat obat dan lateks ini umumnya sulit didiagnosis. Reaksi negatif terhadap kedua hal ini seringkali dianggap sebagai efek samping obat atau iritasi. Jenis obat yang kerap menimbulkan alergi adalah antibiotik penisilin. Bukan cuma penisilin, obat antikonvulsan untuk kejang, obat antiradang non steroid seperti ibuprofen dan aspirin, serta obat-obatan kemoterapi juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. 

Alergi lateks lebih banyak dialami oleh orang yang sering memakai produk berbahan lateks seperti sarung tangan karet atau kondom. Gejala yang muncul bisa berupa gatal dan ruam merah pada kulit setelah menggunakan produk-produk tersebut.

 

3. Pergantian Musim atau Cuaca

Banyak orang yang mengalami alergi yang disebabkan adanya pergantian musim atau cuaca tertentu.  Misalnya saja saat musim dingin, sejumlah orang akan mengalami gejala “mirip” flu, yaitu hidung berair, tersumbat, bahkan sampai mengalami pembengkakan pada bagian mata. 

Cara yang harus dilakukan untuk mengatasi alergi yang disebabkan akibat cuaca dingin yaitu dengan mengenakan pakaian yang hangat ketika berada di ruangan ber-AC atau ketika musim dingin. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat yang dikhususkan untuk alergi dingin. Sebaiknya Anda meminta resep dari dokter untuk menjamin keamanan obat tersebut. 

 

4. Gigitan Serangga dan Hewan

Air liur, ketombe, feses, atau air kencing yang menempel pada bulu hewan mengandung protein tertentu yang dianggap tubuh sebagai ancaman. Sama seperti zat beracun yang dikeluarkan serangga ketika menyengat Anda, tidak berbahaya tapi diterjemahkan sebagai ancaman oleh sistem imun.

Tidak semua orang mempunyai sistem imun tubuh yang baik. Hal inilah yang memengaruhi timbulnya reaksi negatif terhadap gigitan serangga dan terhirupnya bulu hewan tersebut. Gejala alergi yang bisa muncul ialah pembengkakan, gatal, batuk, mengi, hingga kesulitan bernapas.

 

5. Faktor Genetik

Seseorang lebih berisiko mengalami reaksi alergi jika ia mempunyai anggota keluarga yang juga memiliki alergi. Walaupun begitu, bukan berarti alergennya serupa. Contohnya, ibu Anda alergi suhu dingin, bisa saja anak atau cucunya memiliki alergi terhadap debu.

Meskipun tidak semua orang akan mengalaminya, akan tetapi hal ini masih menjadi penyebab dari kemunculan reaksi alergi pada diri seseorang.

Gejala alergi setiap orang tentu akan berbeda-beda dan bervariasi dari tingkat ringan hingga berat. Bahkan, gejala yang muncul bisa mengancam nyawa. Makanya, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika sekiranya Anda mengalami alergi. Dengan begitu, Anda akan mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingin tahu apakah gaya hidupmu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee Official Shop.

 

Brands