fbpx
BerandaKesehatan Lainnya7 Masalah Kulit Ibu Hamil yang Sering Terjadi

Selain perubahan pada bentuk tubuh, lonjakan hormon yang terjadi saat hamil juga akan mempengaruhi kondisi kulit bumil. Namun tak perlu khawatir, sebagian besar kondisi yang terjadi pada masa kehamilan ini akan hilang setelah melahirkan. Apa saja permasalahan kulit yang dialami ibu hamil selama masa kehamilan? Dirangkum dari berbagai sumber, yuk simak selengkapnya di bawah ini!

masalah-kulit-ibu-hamil

1. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah bintik-bintik gelap atau bercak pada kulit. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya zat melanin, zat yang memberi warna pada kulitmu. Biasanya hiperpigmentasi sembuh dan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, tapi bisa saja bertahan selama beberapa tahun.

Contoh hiperpigmentasi yang paling umum pada kehamilan adalah melasma, yang berupa bercak cokelat dan muncul di area wajah. Paparan sinar UV dari matahari dapat memperparah kondisi melasma pada kulit, sehingga pastikan untuk rutin mengaplikasikan sunscreen saat hendak beraktivitas di luar ruangan.

2. Ruam dan bintil kemerahan

Ruam atau bintil merah yang muncul pada masa kehamilan disebut juga dengan PUPPP (papula dan plak urtikaria pruritus kehamilan). Kondisi ini sangat sering terjadi, yang gejala utamanya yakni muncul benjolan merah pucat yang terasa gatal, terbakar, atau perih yang signifikan.

Benjolan ini punya banyak variasi ukuran, mulai dari ukuran yang sangat kecil hingga ukuran yang lebih besar sehingga membentuk plak. PUPPP paling sering terjadi pada perut, kaki, lengan, payudara, atau bokong, dan biasanya sembuh setelah melahirkan.

3. Stretch mark

Masalah kulit ibu hamil yang paling umum lainnya adalah munculnya stretch mark. Stretch mark paling sering muncul di area perut, bokong, payudara, atau paha selama kehamilan. Awalnya, stretch mark akan berwarna ungu kemerahan dan memudar menjadi putih seiring dengan berjalannya waktu. Meski dapat memudar, stretch mark tidak dapat hilang seutuhnya.

4. Daging tumbuh

Munculnya daging tumbuh atau skin tag selama kehamilan adalah hal yang biasa. Daging tumbuh biasanya muncul di leher, dada, punggung, selangkangan, dan di bawah payudara. Meski tidak berbahaya, jika muncul di area yang berisiko alami iritasi seperti gesekan baju dan area lipatan kulit, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan prosedur pengangkatan.

5. Jerawat

Jerawat dapat tumbuh dan menjadi parah terutama di trimester awal kehamilan. Hal ini dikarenakan lonjakan hormon pada ibu hamil, sehingga membuat produksi minyak di kulit menjadi berlebihan, yang menyumbat pori-pori kulitmu.

6. Spider veins

Spider veins atau vena laba-laba adalah tampilan pembuluh darah vena yang berwarna merah di kulit, biasanya muncul di area wajah, leher, lengan, dan kaki. Perubahan hormon dan volume darah yang lebih tinggi selama kehamilanlah yang memicu munculnya spider veins.

7. Kolestasis kehamilan

Meski kulit gatal saat hamil hal yang biasanya, terkadang kamu juga tidak boleh mengabaikan kondisi ini lho, Jovians. Bisa saja kamu alami kolestasis kehamilan, penyakit hati yang diakibatkan oleh tingginya jumlah hormon kehamilan. Lonjakan hormon ini mempengaruhi aliran normal empedu di kantong empedu.

Sering terjadi pada trimester ketiga kehamilan, gejala khas dari kolestasis adalah rasa gatal yang parah di seluruh tubuh. Gatal yang lebih parah juga dapat terjadi pada telapak tangan dan kaki yang memberi rasa tidak nyaman pada bumil.

Cara mengatasi masalah kulit pada ibu hamil

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk atasi masalah kulit pada ibu hamil di atas, yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Hiperpigmentasi dan jerawat dapat diatasi dengan skincare dan obat OTC yang mengandung topical benzoyl peroxide, salicylic acid, azelaic acid, atau glycolic acid. Menjaga kebersihan juga bisa dilakukan untuk menghindari kondisi jerawat yang lebih parah.

Gunakan sunscreen minimal SPF 30 agar kondisi hiperpigmentasi tidak semakin parah. Pastikan juga untuk menggunakan produk skincare yang lembut dan berbahan dasar air agar tidak menyumbat pori.

PUPPP atau ruam dan bintil merah dapat dikurangi gejalanya dengan menggunakan air hangat saat mandi, kompres dingin, dan menggunakan sabun mandi yang lembut. Sementara itu, stretch mark biasanya tidak dapat dihilangkan dengan seutuhnya. Namun, menjaga kelembaban kulit bisa dilakukan untuk tidak memperparah kondisi

Jika kondisi kulit semakin parah seiring dengan berjalannya masa kehamilan, konsultasikan hal ini pada dokter kamu untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat. Mungkin dokter akan meresepkan beberapa obat atau menyarankan sejumlah prosedur untuk meringankan gejala.

Meski begitu, sejumlah kondisi kulit di atas akan sembuh dan mereda dengan sendirinya setelah melahirkan. Kamu bisa konsumsi suplemen kulit seperti Konimex Ever E250 (Rp69.712) untuk bantu menjaga kesehatan kulit selama kehamilan. Pastikan untuk lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen apa pun selama masa kehamilan.

Demikianlah 7 masalah kulit ibu hamil yang sering terjadi. Ingin tahu informasi seputar kehamilan lainnya? Simak selengkapnya di Jovee, pusat suplemen dan vitamin personalmu.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

covid di Indonesia

Perkembangan Kasus COVID di Indonesia Saat Ini

Kesehatan Lainnya   30/05/2023
gejala covid di mata

Gejala Covid di Mata: Gejala dan Cara Mengatasinya

Kesehatan Lainnya   29/05/2023
cara mengatasi rambut patah akibat smoothing

Cara Mengatasi Rambut Patah Akibat Smoothing

Kesehatan Lainnya   28/05/2023
hair tonic untuk rambut rontok

Rekomendasi Hair Tonic untuk Rambut Rontok

Kesehatan Lainnya   14/05/2023
the balm meet matte review

The Balm Meet Matte Review

Kesehatan Lainnya   28/04/2023