fbpx
BerandaGaya Hidup SehatAdaptasi Kebiasaan Baru, Sudah Bolehkah Membiarkan Anak Bermain di Luar?

Saat pemerintah mulai membuka sejumlah sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, taman rekreasi, hingga sekolah, para orang tua masih mempertanyakan tentang apa yang boleh dan tidak semestinya dilakukan anak mereka.Pertanyaannya adalah, apakah si kecil sudah boleh bermain bersama teman-temannya di masa adaptasi kebiasaan baru ini? Sayangnya, kondisi saat ini belum sepenuhnya aman untuk anak beraktivitas bersama orang lain, apalagi di luar rumah.

Adaptasi Kebiasaan Baru, Sudah Bolehkah Membiarkan Anak Bermain di Luar?

Sebaiknya jangan ke pusat keramaian

Namun, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebenarnya melakukan aktivitas fisik menjadi salah satu cara penting untuk menjaga kesehatan anak di masa pandemi ini. Orang tua dianjurkan untuk mendorong anak beraktivitas di luar rumah sebagai salah satu bentuk dari adaptasi kebiasaan baru. Misalnya saja, olahraga ringan dan berjemur di bawah sinar matahari. Hal yang sebetulnya sangat tidak disarankan adalah kegiatan bermain atau olahraga anak di tempat yang ramai.

Sebagai contoh, aktivitas di taman atau di rumah teman-temannya, karena tidak menerapkan aturan physical distancing. Seperti yang ditekankan oleh CDC, aktivitas anak di tempat keramaian bersama teman-temannya akan meningkatkan risiko semua orang untuk tertular Covid-19. CDC juga mengimbau jika ingin bermain bersama di rumah temannya, anak-anak harus menjaga jarak 6 kaki atau sekitar 2 meter.

Lalu, bagaimana kalau si kecil ingin bertemu dan bermain bersama temannya? Untuk memenuhi kebutuhan sosialnya, orang tua bisa membuat main jadwal rutin bersama teman-teman anak secara virtual lewat video call. Sudah banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk aktivitas virtual, termasuk game dan menonton film.

Orang tua pun perlu memberi penjelasan dan pengertian kepada anak bahwa keadaan ini hanya sementara dan sewaktu-waktu akan kembali normal. Mereka akan bertemu dengan teman-teman serta gurunya ketika wabah ini telah berakhir.

Aktivitas fisik di luar rumah itu tetap penting

Apabila orang tua ingin menjadwalkan waktu temu untuk anak bersama temannya, cobalah kombinasikan juga dengan ragam aktivitas yang bisa dilakukan di luar rumah. Ketika anak beraktivitas di luar rumah, misalnya halaman belakang, waktu main gadget bisa dikurangi.

Hasilnya, mereka pun akan cenderung lebih aktif secara fisik sehingga kualitas tidurnya menjadi lebih baik. Pertukaran udara di ruangan yang besar, termasuk di luar rumah lebih bagus daripada di dalam dan kemungkinan konsentrasi virus bisa diencerkan di volume udara yang lebih banyak.

Penelitian Hua Qian dan rekan-rekannya terhadap 1245 kasus Covid-19 di 320 kota di Cina, hanya dua kasus yang penularannya terjadi di luar ruangan. Sedangkan sisanya merupakan penularan yang terjadi di dalam ruangan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa beraktivitas di dalam ruangan dengan orang banyak merupakan risiko terbesar penularan SARS-CoV-2. Beraktivitas di luar juga bisa membantu anak memproses makna adaptasi kebiasaan baru dan respons mereka terhadap emosi serta perubahan.

Beberapa kolam renang yang mulai dibuka membuat para orang tua khawatir tentang keamanannya. CDC mengatakah bahwa belum ada bukti bahwa virus corona bisa menyebar di tempat bermain air, termasuk kolam renang. Meskipun begitu, tetap saja orang tua harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku ketika membawa anak ke tempat umum.

Bagaimana jika terpaksa ke luar rumah?

Orang tua harus terus mengingatkan anak soal protokol kesehatan yang berlaku di era adaptasi kebiasaan baru ini. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak fisik setidaknya 2 meter, sebisa mungkin jangan menyentuh benda-benda di tempat umum, serta sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Aktivitas yang dilakukan di luar rumah sebaiknya tidak dilakukan di pusat keramaian. Jika ingin bermain ke taman, hindari jam ramainya dan jauhi kerumunan.Untuk anak-anak usia sekolah yang telah kembali belajar, disarankan untuk membawa bekal sendiri sehingga tidak perlu jajan di luar. Orang tua perlu memastikan keseimbangan gizinya dan juga kebersihan alat masak serta makannya.

Berikan anak suplemen kesehatan seperti Blackmores Koala Kids Body Shield – Suplemen Multivitamin Tablet Hisap Rasa Jeruk – Daya Tahan Tubuh Anak (Rp177.901) untuk membantu menjaga daya tahan tubuhnya.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? SImak selengkapnya di Jovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

chinese-restaurant-syndrome

Chinese Restaurant Syndrome, Apa Itu?

Gaya Hidup Sehat   14/06/2022
cara-mengontrol-berat-badan-saat-hamil

6 Cara Mengontrol Berat Badan Saat Hamil

Gaya Hidup Sehat   07/06/2022
damapk-kurang-tidur-pada-perkembangan-otak-anak

Dampak Kurang Tidur pada Perkembangan Otak Anak

Gaya Hidup Sehat   06/06/2022
tips-anak-rajin-membaca

8 Tips Agar Anak Lebih Rajin Membaca

Gaya Hidup Sehat   02/06/2022
apakah-begadang-menyebabkan-jerawat

Begadang Bikin Jerawat? Ini Dia 7 Efek Begadang

Gaya Hidup Sehat   23/05/2022