fbpx
BerandaKesehatan LainnyaApakah Paracetamol Bisa Mengatasi Sakit Kepala?

Kamu sering alami sakit kepala tak tertahankan? Sakit kepala merupakan kondisi umum yang paling sering dijumpai dan dapat menyerang siapa saja. Terkadang, sakit kepala yang dialami bahkan sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, yang tentunya menghambat aktivitasmu.

apakah-paracetamol-bisa-untuk-sakit-kepala

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit kepala, salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Mulai dari ibuprofen, aspirin, hingga paracetamol, kebanyakan orang memilih paracetamol untuk mengatasi sakit kepala yang dialami. Lalu, apakah benar paracetamol bisa mengatasi sakit kepala? Yuk, simak sampai akhir!

Paracetamol untuk sakit kepala

Apakah benar paracetamol bisa untuk sakit kepala? Paracetamol merupakan obat pereda nyeri, yang sering digunakan untuk meredakan demam. nyeri haid, atau sakit gigi. Termasuk ke dalam obat yang dijual bebas, paracetamol sering dianggap sebagai obat ampuh untuk mengatasi sakit kepala.

Hal ini dikarenakan paracetamol bisa menghambat pembentukan prostaglandin, sehingga dapat meredakan nyeri. Meski jadi paracetamol bisa untuk meredakan sakit kepala, penggunaan obat yang benar tetap perlu diperhatikan ya, Jovians.

Secara umum, dosis yang dianjurkan untuk paracetamol disesuaikan dengan usia pasien.

  • Dewasa, 500-1000 mg tiap 4 hingga 6 jam. Beri jeda tiap 4 jam di setiap dosisnya, dengan dosis maksimum 4000 mg/hari.
  • Anak-anak, 10 hingga 15 mg/kgBB. Dosis tidak boleh melebihi yang dianjurkan.

Sebaiknya, penggunaan paracetamol pada bayi dan anak-anak ditentukan oleh dokter. Baca informasi dan aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi obat ini.

Paracetamol untuk sakit kepala bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Perlu diketahui, paracetamol membutuhkan waktu hingga satu jam untuk bekerja. Sehingga, jangan menambah dosis atau mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol jika obat dirasa belum bekerja. Selain itu, obat ini juga aman dikonsumsi bagi ibu hamil dan menyusui, dengan catatan mengikuti dosis yang dianjurkan.

Siapa yang tidak diperbolehkan konsumsi paracetamol?

Kebanyakan orang dapat mengonsumsi paracetamol untuk sakit kepala dengan aman, bahkan ibu hamil dan menyusui sekalipun. Hanya saja, hindari penggunaan paracetamol untuk sakit kepala jika,

  • Hipersensitif terhadap paracetamol
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal, hati, atau kecanduan alkohol
  • Sedang mengonsumsi obat untuk epilepsi
  • Sedang mengonsumsi obat untuk tuberkulosis
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin

Efek samping paracetamol

Efek samping dari paracetamol cukup jarang ditemukan, tetapi penggunaan secara berlebihan bisa saja timbulkan sejumlah efek samping seperti berikut:

  • Muncul ruam pada kulit, termasuk gatal, kemerahan, bengkak, melepuh, atau mengelupas
  • Sesak napas
  • Mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan yang membengkak
  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Kelelahan

Bila kamu alami gejala di atas setelah konsumsi paracetamol, segera periksakan diri ke dokter agar efek samping tidak semakin parah ya, Jovians.

Tips untuk mengatasi sakit kepala

Sakit kepala bisa jadi disebabkan oleh stress, dehidrasi, atau bahkan akibat dari kerja hingga larut malam. Meski banyak obat bebas yang bisa digunakan, sejumlah cara ini bisa kamu coba lakukan untuk mengatasi sakit kepala tanpa perlu mengonsumsi obat.

Pijat

Terkadang, sakit kepala yang muncul bisa diakibatkan oleh otot yang terlalu tegang dari postur tubuh yang kurang baik saat bekerja. Terapi pijat mungkin dapat mengurangi nyeri linu dan meredakan ketegangan otot yang menyebabkan sakit kepala.

Gunakan aromaterapi

Aromaterapi adalah studi tentang bagaimana bau tertentu dapat memicu respon positif dan bahkan penyembuhan di otak. Beberapa aroma seperti kayu putih, peppermint, dan lavender bahkan telah dilaporkan dapat menenangkan dan mengurangi timbulnya sakit kepala.

Akupuntur

Teknik akupuntur melibatkan penerapan jarum halus dan tajam ke area utama pada tubuh, sebagai sarana untuk meningkatkan aliran energi. Diduga dapat merangsang senyawa penghilang rasa sakit alami tubuh, karena melancarkan sirkulasi darah. Menurut National Institutes of Health, akupuntur telah terbukti mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala.

Latihan pernapasan

Mungkin kamu kurang mempercayai cara yang satu ini, tetapi sakit kepala terkadang bisa dihilangkan dengan latihan pernapasan teratur yang membantu memfokuskan pikiran dan melemaskan otot-otot kamu. Termasuk dalam langkah meditasi, selain membuat otot lebih rileks, kamu juga mendapatkan ketenangan dari latihan pernapasan ini.

Banyak minum air putih

Dehidrasi dapat membuat sakit kepala, namun hal ini bisa dihindari dengan membiasakan diri untuk minum 2,5 liter air setiap harinya. Terkadang, sibuk bekerja bisa membuat kamu lupa minum. Kamu bisa siapkan botol air dan letakkan di samping perangkat kerja, atau di mana pun lokasi yang mudah terlihat untuk memudahkan kamu memenuhi asupan cairan tubuh.

Hindari juga konsumsi kafein dan minuman bersoda, karena kedua minuman ini juga berkontribusi dalam sakit kepala yang kamu alami.

Tidur

Kamu pasti sudah tahu bahwa banyak sekali penyakit yang timbul akibat dari kurang tidur. Kebiasaan begadang bisa menimbulkan sakit kepala yang berlarut-larut lho, Jovians. Kamu bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur dengan langkah berikut:

  • Tentukan jam tidur yang konsisten
  • Hindari hal-hal yang membuat kamu tidak bisa tidur, seperti mengonsumsi alkohol, gula, dan kafein sebelum tidur.
  • Lakukan aktivitas santai sebelum tidur
  • Hindari penggunaan elektronik sebelum tidur

Konsumsi makanan yang lebih sehat

Beberapa jenis makanan, meskipun lezat, ternyata dapat menyebabkan sakit kepala. Jika kamu mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya hindari makanan tersebut dan lihat apakah sakit kepala berkurang. Sejumlah makanan yang mungkin bisa sebabkan sakit kepala meliputi:

  • Minuman dan makanan berkafein
  • Makanan yang mengandung MSG
  • Makanan yang mengandung nitrat, seperti sosis, bakso, dan daging olahan lainnya
  • Makanan yang mengandung tiramin, seperti pizza dan keju tua

Penting sekali untuk memilih pengobatan yang tepat dan efektif untuk mengatasi sakit kepala. Jika kamu telah mengonsumsi paracetamol namun sakit kepala tak kunjung hilang selama tiga hari, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan pada dokter. Karena bisa jadi kamu mengalami indikasi penyakit yang lebih serius.

Dapatkan tips seputar kesehatan lainnya hanya di Jovee, pusat vitamin dan suplemen personalmu. Temukan berbagai macam suplemen kesehatan dengan harga lebih hemat dan gratis ongkir, seperti Blackmore Multivitamin & Mineral (Rp119.536), Vitalong C (Rp42.515), dan Konimex Renovit (Rp79.184).

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

eosinofil-tinggi

Mengenal Eosinofil dan Fungsinya Bagi Tubuh

Kesehatan Lainnya   28/06/2022
minyak-esensial

4 Tips Membeli Minyak Esensial

Kesehatan Lainnya   27/06/2022
dna-fragmentation-index

Mengenal DNA Fragmentation Index (DFI)

Kesehatan Lainnya   26/06/2022
bahaya-klorin-di-pembalut

Ketahui Bahaya Klorin pada Pembalut Wanita

Kesehatan Lainnya   25/06/2022
bahaya-lsd

Kenali Bahaya LSD, Narkotika Penyebab Halusinasi

Kesehatan Lainnya   24/06/2022