fbpx
BerandaKesehatan LainnyaBad Mood Bisa Menular? Bagaimana Caranya?

Pernahkah Anda merasakan gelisah ketika teman sedang cemas, atau ikut sedih saat mereka menangis, atau turut bersemangat dan optimis ketika mereka sedang senang? Bukan cuma virus dan bakteri yang bisa menular. Kenyataannya, emosi seseorang bisa ditularkan juga ke orang lain. Misalnya saja, bad mood. Namun, masih banyak orang yang belum familiar dengan cara “menularnya” mood ini. Selama bertahun-tahun para ahli telah mencari tahu penyebab serta cara mood bisa ditularkan kepada orang lain. Akhirnya mereka menemukan bahwa seseorang memang punya kecenderungan meniru ekspresi, postur, dan perilaku orang lain. Fenomena penularan emosi ini bahkan sudah muncul sejak bayi. Studi Sara Waters mengungkapkan ternyata bayi bisa menangkap sinyal stres sang ibu dan menirunya. Lantas, bagaimana penularan emosi ini terjadi?

Bad Mood Bisa Menular? Bagaimana Caranya?

Emotional contagion sebagai awal mula rasa empati

Para psikologis menyebut fenomena ini sebagai emotional contagion (EC). Fenomena menularnya emosi ini diketahui merupakan dasar dari rasa empati dan fungsi sosial antara sesama manusia. Sinkronisasi emosi ini juga penting bagi hewan untuk bertahan hidup. Sebuah penelitian di Universitas Chicago menemukan bahwa secara tidak sadar, seseorang cenderung akan meniru orang yang ekspresif. Sementara itu, seseorang yang sangat sensitif kemungkinan besar lebih rentan “tertular” emosi orang lain.

Bagaimana mekanisme penularan bad mood?

Suatu emosi bisa ditularkan ke orang lain melalui 3 tahap. Pertama, nonconscious mimicry yang terjadi ketika seseorang secara tidak sadar meniru gestur nonverbal orang lain, seperti postur, ekspresi wajah, dan gerak-geriknya. Lalu, tanpa disadari, serat-serat otot wajah dan seluruh tubuh menjadi aktif serta mengikuti postur tersebut. Misalnya, saat teman di sebelah sedang cemberut, Anda jadi bertanya-tanya “Kenapa dia sedih?” dan kemungkinan besar Anda pun ikut cemberut. Selanjutnya adalah tahap feedback. Karena ikut memikirkan penyebab teman cemberut, sekarang Anda justru menjadi sedih. Kemudian pada tahap terakhir, Anda akan merasakan keseluruhan emosi sang teman ketika ia menceritakan masalahnya. Sebenarnya, tahap meniru emosi ini tidak selalu memiliki efek negatif. Selain suasana hati buruk, seseorang juga bisa mengadopsi emosi positif dari orang di sekitarnya. Hal ini dapat membuat hubungan mereka jadi lebih dekat. Menurut penelitian Christakis dan Fowler, rasa senang seseorang bisa dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Dalam studinya, mereka menemukan bahwa “happy people” cenderung berada di kelompok besar yang juga berisi orang-orang bahagia. Meski tahap meniru ini terjadi di luar kesadaran, terkadang bisa saja seseorang meniru gestur nonverbal hanya dengan melihatnya. Contohnya, ketika Anda melihat seseorang menguap, seringkali Anda jadi ikut menguap. Jenis mimikri ini umumnya terjadi dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, atau pasangan. Ada studi yang menjelaskan bahwa nonconscious mimicry, disebut juga efek bunglon, lebih sering terjadi pada orang yang lebih empati.

Emotional contagion dipengaruhi oleh kedekatan seseorang

Kuat atau tidaknya penularan emosi ini tergantung dari kedekatan hubungan antar individu. Artinya, emotional contagion ini akan makin kuat pada orang-orang yang sering melakukan komunikasi satu sama lain. Lisa A. dan Benjamin R. melakukan penelitian pada 150 pasangan selama 3 tahun untuk melihat pengaruh stres sesama pasangan terhadap kualitas pernikahan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa para suami cenderung kurang puas dengan pernikahan mereka saat istrinya mengeluhkan stres kepadanya. Selain itu, fenomena emotional contagion lebih terlihat saat mereka sedang berargumen atau mengkritik satu sama lain. Kesimpulannya adalah, emosi seseorang bisa ditularkan kepada orang lain, baik positif maupun negatif. Masalahnya, penularan emosi negatif ini bisa mempengaruhi kesehatan mental Anda jika terjadi terlalu sering. Bantu kontrol tingkat stress Anda dengan Blackmores Executive B 62 Kaplet – Mendukung Respon Stress (Rp253.871).

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Ditulis oleh: Alifia Daariy Referensi: World Health. 2019. Moods Are Contagious. Jody S. 2017. Emotions are contagious: Learn what science and research has to say about it. Nicholas A. & James F. 2012. Social Networks and Happiness. Gary W. L. 2012. Is a Bad Mood Contagious? SA Mind. 23(3): 72.

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

cara-merawat-rambut

6 Cara Merawat Rambut Setelah Keratin Treatment

Kesehatan Lainnya   25/11/2022
propylene-glycol-adalah

Propylene Glycol: Kegunaan dan Efek Samping

Kesehatan Lainnya   10/11/2022
vaksin-cacar-monyet

Mengenal Vaksin Cacar Monyet, JYNNEOS dan ACAM2000

Kesehatan Lainnya   04/11/2022
6 Cara Penyembuhan Herpes Secara Alami Cukup dengan 3 Hari

6 Cara Menyembuhkan Herpes Secara Alami dan Aman dengan 3 Hari

Kesehatan Lainnya   01/11/2022
cara-pakai-highlighter

Beginner Friendly, Ini Tips dan Cara Menggunakan Highlighter

Kesehatan Lainnya   27/10/2022