fbpx

Bahaya Kekurangan Kalsium pada Anak

by | Sep 2, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Kalsium dibutuhkan tubuh untuk membangun tulang anak supaya kuat. Pertumbuhan tulang yang paling optimal terjadi saat masa kanak-kanak dan remaja. Anak-anak yang mendapatkan asupan kalsium sesuai kebutuhan hariannya, memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami osteoporosis di kemudian hari.

Sebaliknya, mereka yang tidak mencukupi kebutuhan kalsium hariannya berisiko terkena osteoporosis, sehingga meningkatkan kemungkinan patah tulang.

 

Inilah yang mungkin terjadi jika asupan kalsium anak tidak tercukupi

Kadar kalsium dalam tulang mulai berkurang pada masa dewasa awal dan makin menurun seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita. Itulah sebabnya, kebutuhan kalsium perlu dipenuhi sejak masa kanak-kanak dan remaja.

Kalau asupan kalsium sudah tidak tercukupi sejak usia muda, kemungkinan seseorang untuk mengalami masalah tulang menjadi tinggi. 

Kekurangan kalsium pada anak bisa ditandai dengan gejala kram otot, kesemutan, mati rasa, kulit kering serta kuku yang rapuh. Namun umumnya, gejala ini tidak muncul pada kebanyakan bayi. Kalaupun ada, kemungkinan mereka akan terlihat lesu, susah makan, sensitif, dan kejang.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat terjadi apabila kebutuhan kalsium anak tidak terpenuhi, yaitu:

Tumbuh kembang yang tidak optimal

Kekurangan mineral ini bisa berdampak negatif terhadap tinggi badan anak. Mereka cenderung memiliki tubuh yang lebih pendek daripada anak-anak yang mendapatkan cukup kalsium.

Gangguan tulang

Kondisi kekurangan kalsium yang disertai dengan rendahnya kadar vitamin D dan fosfor, akan meningkatkan risiko rakitis. Kelainan pertumbuhan tulang ini bisa menimbulkan nyeri tulang serta kelemahan otot. Rakitis juga dapat menyebabkan bentuk kaki anak menyerupai huruf O atau X.

Osteoporosis

Menurunnya kepadatan tulang adalah salah satu dampak lain kalau kebutuhan kalsium si kecil tidak tercukupi. Akibatnya, tulang akan rentan patah dan kemungkinan osteoporosis alias tulang keropos jadi meningkat saat dewasa nanti.

Kelvin Halim, nutrisionis Jovee mengatakan, “Kepadatan tulang atau peak bone mass akan mencapai puncaknya di usia anak hingga remaja akhir. Bila hal ini tidak tercapai saat usia anak dan remaja, kepadatan tulang akan tidak optimal dan berisiko osteoporosis dini.”

 

Kebutuhan kalsium harian untuk anak

Selain tulang, kalsium juga diperlukan tubuh untuk membangun gigi yang kuat. Tidak hanya itu, mineral tersebut pun berperan dalam:

  • Membantu pelepasan hormon dan enzim
  • Membantu pembekuan darah
  • Mengatur denyut jantung
  • Mengatur kontraksi otot dan impuls saraf
  • Memelihara keseimbangan cairan dalam sel

Kebutuhan kalsium anak akan berbeda-beda tergantung usianya. Berdasarkan American Academy of Pediatrics, asupan kalsium yang harus dipenuhi oleh anak-anak adalah:

  • Usia 1 – 3 tahun: 700 miligram (mg) per hari atau sekitar 2 gelas susu
  • Usia 4 – 8 tahun: 1.000 mg per hari atau sekitar 3 gelas susu
  • Usia 9 – 18 tahun: 1.300 mg per hari atau sekitar 4 gelas susu

Sedangkan, berdasarkan pedoman angka kecukupan gizi di Indonesia, kebutuhan kalsium anak sebesar:

  • Usia 0 –5 bulan: 200 mg per hari, yang diperoleh dari ASI
  • Usia 6 – 11 bulan: 270 mg per hari
  • Usia 1 – 3 tahun: 650 mg per hari 
  • Usia 4 – 9 tahun: 1.000 mg per hari
  • Usia 10 – 18 tahun: 1.200 mg per hari

 

Maksimalkan penyerapan kalsium

Mineral ini banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari. Sumber terbaiknya berupa susu dan produk olahannya, termasuk yogurt dan keju. Biasanya, kadar kalsium yang terkandung pada susu tidak dibedakan berdasarkan persentase lemaknya. Artinya, susu UHT biasa ataupun susu rendah lemak mengandung kadar kalsium yang sama.

Nah, kalau anak Anda memiliki intoleran laktosa atau alergi susu sapi, ada beberapa sumber kalsium lain, seperti:

  • Edamame
  • Sayuran berdaun hijau, contohnya brokoli, kale, collard, bayam, bok choy, kol
  • Kacang-kacangan, termasuk almond dan kacang merah, serta kacang polong
  • Biji-bijian, misalnya wijen
  • Ubi dan buah jeruk
  • Produk makanan kemasan yang telah diperkaya kalsium, seperti susu kedelai, jus jeruk, oatmeal, sereal, roti, dan tahu.

Hewan yang dapat dimakan tulangnya seperti sarden, ikan asin, dan ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang baik, menurut Kelvin Halim.

Agar dapat terserap dengan baik, kalsium membutuhkan vitamin D. Bukan cuma membantu, vitamin D juga mampu meningkatkan penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari. 

Anda perlu memastikan si kecil mendapatkan vitamin D setiap harinya. Berjemur selama 10 – 15 menit dan beraktivitas di luar rumah adalah beberapa cara untuk memenuhi kebutuhannya. Vitamin sunshine tersebut pun bisa diperoleh dari makanan ataupun suplemen tambahan.

Penyerapan kalsium pun bisa dihambat dan diganggu oleh sejumlah makanan dan minuman, terutama yang mengandung natrium, lemak, dan fosfor tinggi. Misalnya, junk food, minuman soda dan berkafein, serta makanan ringan.

Oleh karena itu, Anda harus membatasi konsumsi makanan dan minuman ini sebagai upaya untuk memaksimalkan penyerapan kalsium.

Ingin tahu apakah gaya hidupmu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

Richard KW. & Susan MD. (KidsHealth). 2017. Calcium.

Johns Hopkins. (n.d.). Calcium and Your Child.

Johns Hopkins. (n.d.). Hypocalcemia in Children.

Vincent I. (Verywell Family). 2020. Children’s Calcium Requirements.

NHS UK. 2018. Rickets and Osteomalacia.

Brands