fbpx

Berbagai Vitamin untuk Bayi Berusia 1 Tahun yang Wajib Dipenuhi

by | Sep 24, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Idealnya, bayi berusia 6 bulan ke atas sudah diberikan makanan padat. Sebagai pendamping ASI (air susu ibu), makanan tersebut seharusnya diberikan secara bertahap. Dengan tetap memberikan ASI hingga usia 2 tahun, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tersebut hendaknya dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan makanan bertekstur semi-padat. Makin bertambah usia bayi, pastinya zat gizi yang dibutuhkannya juga bertambah. Bayi berusia 6 bulan ke atas memerlukan tambahan vitamin serta mineral guna mendukung tumbuh kembangnya. Lantas, apa saja jenis vitamin untuk bayi 1 tahun ini?

 

Jenis vitamin yang harus dipenuhi untuk bayi 1 tahun

vitamin-anak-anak

Salah satu kebutuhan nutrisi mikro yang penting bagi bayi adalah vitamin. Asupan vitamin untuk bayi ini bisa diperoleh dari berbagai makanan dan suplemen tambahan. 

Vitamin sama pentingnya dengan zat gizi makro, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Mikronutrien vitamin terdiri dari bermacam-macam jenisnya. Di dunia ini, vitamin terbagi menjadi dua kelompok, yakni vitamin larut lemak dan larut air. 

Sesuai dengan namanya, vitamin larut lemak adalah jenis vitamin yang mudah larut di dalam lemak, meliputi vitamin A, D, E, dan K. Penyerapan vitamin-vitamin ini akan lebih optimal dan maksimal jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak.

Sebaliknya, vitamin larut air tidak bisa bercampur dengan lemak, melainkan hanya air. Kelompok vitamin larut air ini adalah vitamin C dan B. Vitamin B sendiri memiliki 8 jenis, yaitu vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Fungsi sederet vitamin ini pun tentu berbeda-beda.

 

1. Vitamin A

Vitamin A berguna untuk mendukung sistem kekebalan tubuh bayi serta menjaga kesehatan kulit, rambut, dan matanya. Bayi berusia 6 bulan sampai 3 tahun memerlukan 400 mcg vitamin A per harinya.

Sumber vitamin A secara alami terdapat pada beberapa jenis makanan, seperti wortel, ubi, kuning telur, bayam, brokoli, hati ayam, ikan, minyak ikan, dan hati sapi.

 

2.  Tiamin alias vitamin B1

Tiamin adalah nama lain dari vitamin B1 yang membantu tubuh mengubah karbohidrat, protein, dan lemak dari makanan menjadi energi. Energi tersebut dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, serta menunjang fungsi sel-sel tubuh bayi, terutama sel saraf. Berdasarkan pedoman angka kecukupan gizi, bayi harus memenuhi vitamin B1 sekitar 0,3 miligram (mg) setiap hari.

Secara alami, sumber tiamin bisa diperoleh dari nasi, daging sapi, hati sapi, daging ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Beberapa produk sereal dan makanan bayi juga sudah diperkaya dengan vitamin B1.

 

 3. Riboflavin alias vitamin B2

Riboflavin sama-sama berperan dalam menghasilkan energi tubuh. Bukan cuma itu, vitamin B2 pun membantu tubuh dalam menggunakan energi tersebut dan melindungi sel dari kerusakan. Riboflavin juga dapat melindungi kesehatan mata, kulit, dan sistem saraf bayi. 

Bayi disarankan untuk mencukupi kebutuhan vitamin B2 sebanyak 0,3 mg setiap hari. Sejumlah jenis makanan yang mengandung vitamin B2 tinggi adalah susu, daging sapi, telur, dan sayuran.

 

4. Niacin atau vitamin B3

Niacin diperlukan tubuh untuk mengubah protein dan lemak menjadi energi. Selain itu, niacin menunjang fungsi serta menjaga kulit dan sistem saraf. Mereka membutuhkan sekitar 2 – 4 mg asupan vitamin B3 setiap harinya.

Daging dan hati ayam, ikan, jamur, alpukat, kentang, dan kacang polong adalah sumber asupan vitamin B3 yang bisa ditambahkan dalam menu MPASI bayi Anda.

 

5. Piridoksin atau vitamin B6

Piridoksin berperan dalam menjaga kesehatan otak dan sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu sekitar 0,1 – 0,3 mg setiap harinya. Makanan yang mengandung vitamin B6 termasuk daging ayam, ikan, sayuran, buah, kacang, dan susu.

 

6. Folat atau vitamin B9

Folat merupakan salah satu jenis vitamin yang sangat penting bagi kesehatan bayi. Asupan folat yang cukup sejak dalam kandungan dapat mengurangi risiko bayi terlahir cacat. Setelah bayi lahir, folat memainkan peran penting dalam membentuk sel darah merah dan sistem kekebalan tubuh bayi, serta mencegah anemia.

Bayi membutuhkan asupan folat sebanyak 65 – 80 mcg setiap harinya. Mikronutrien satu ini bisa diperoleh dari bayam, brokoli, kacang-kacangan, jagung, alpukat, dan telur. Beberapa jenis susu dan sereal bayi juga sudah diperkaya dengan asam folat.

 

7. Kobalamin alias vitamin B12

Cobalamine berfungsi untuk memelihara kesehatan serta fungsi sel-sel saraf dan darah. Peran vitamin B12 ini termasuk membuat DNA yang merupakan materi genetik di setiap sel-sel tubuh bayi. 

Kebutuhan vitamin B12 yang harus dipenuhi bayi sebesar 0,4 – 0,5 mikrogram setiap harinya. Asupan mikronutrien tersebut bisa dicukupi dengan mengonsumsi telur, daging sapi, keju, susu, dan ikan.

 

8. Asam askorbat alias vitamin C

Asam askorbat dapat melindungi tubuh terhadap infeksi, mengoptimalkan penyerapan zat besi, membangun tulang dan otot, serta membantu menyembuhkan luka. Asam askorbat yang dibutuhkan bayi sebanyak 40 – 50 mg per hari.

Sumber makanan yang secara alami mengandung vitamin C yakni buah dan sayuran, seperti jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, mangga, jambu biji, kembang kol, kentang, dan brokoli.

 

9. Vitamin D

Dikenal juga dengan “sunshine vitamin”, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan serta memperkuat tulang dan gigi. Rekomendasi kebutuhan vitamin D yang perlu dicukupi bayi setiap harinya adalah sekitar 5 mcg.

Sumber utama vitamin D sebetulnya adalah sinar matahari. Dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi, bayi akan mendapatkan asupannya. Selain itu, vitamin D juga bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan seperti daging atau hati sapi, kuning telur, ikan, susu kedelai, dan sereal atau jus yang difortifikasi vitamin D.

 

10. Vitamin E

Bertugas melindungi sel dari kerusakan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan kulit dan mata. Berdasarkan rekomendasi di pedoman angka kecukupan gizi Kemenkes RI, bayi membutuhkan sekitar 4 – 5 mg vitamin E setiap harinya. 

Jumlah tersebut dapat dipenuhi melalui konsumsi buah alpukat, mangga, kiwi, dan sayuran, seperti bayam dan brokoli.

 

11. Vitamin K

Terdiri dari dua jenis, yaitu vitamin K1 dan K2, mikronutrien ini membantu proses pembekuan darah dan mempercepat proses penyembuhan luka. Jumlah yang dianjurkan untuk bayi setiap harinya adalah 5 – 10 mcg vitamin K. 

Sejumlah makanan tinggi vitamin untuk bayi bisa ditemukan pada bayam, brokoli, kembang kol, kol, ikan, hati, daging, dan telur.

 

Apakah bayi 1 tahun boleh mengonsumsi suplemen?

Anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan, terutama mereka yang makanannya itu-itu saja, tidak akan mendapatkan cukup vitamin A dan C. Begitu pula dengan vitamin D yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan mengandalkan sumber makanan.

Karenanya, anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun dianjurkan untuk diberikan suplemen vitamin yang mengandung vitamin A, C, dan D setiap harinya. Bayi-bayi yang disusui ASI pun wajib diberikan suplemen vitamin D, bahkan sejak lahir.

Pengecualian untuk anak-anak yang meminum susu formula 500 ml lebih setiap harinya. Mereka tidak perlu diberikan suplemen vitamin karena susu formula sudah mengandung berbagai nutrisi, termasuk vitamin D. 

Konsumsi suplemen vitamin untuk bayi 1 tahun, terlebih dalam jangka panjang, sebaiknya dilakukan atas saran dokter. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih dulu. 

Pada usia ini, saluran pencernaan bayi umumnya masih cukup sensitif. Karenanya, konsumsi suplemen yang tidak tepat justru dikhawatirkan bisa memicu gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare. Selain itu, kecenderungan bayi mengalami alergi pun masih cukup tinggi.

 

Siapa saja yang perlu diberikan suplemen?

Selama si kecil tidak memiliki masalah makan dan Anda masih mampu memberikan ASI cukup sesuai kebutuhannya, tidak ada keharusan memberikan vitamin untuk bayi 1 tahun. Satu hal yang penting untuk Anda lakukan, pantau terus tumbuh kembang si kecil dengan rutin memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat.

Lagipula, suplemen mineral maupun vitamin bersifat sebagai pelengkap saja. Bukan menggantikan sumber vitamin utama, yaitu makanan. Suplementasi vitamin ataupun mineral hanya dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak-anak yang mengalami kekurangan asupan zat gizi mikro. 

Kelompok bayi yang memerlukan suplementasi vitamin, antara lain:

  • Lahir prematur 
  • Lahir dengan kondisi kesehatan tertentu
  • Memiliki berat badan rendah
  • Mempunyai ibu vegetarian
  • Minum ASI lebih sedikit jika dibandingkan dengan bayi lain seusianya
  • Tidak mengonsumsi variasi makanan

Zat gizi mikro dari ASI dan makanan saja dinilai tidak cukup untuk kelompok bayi di atas. Makanya, mereka perlu diberikan suplemen vitamin atau mineral tambahan. Kalau Anda memang merasa perlu memberikan suplemen atau vitamin untuk bayi 1 tahun, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

 

Daftar suplemen vitamin yang cocok untuk bayi 1 tahun

Anda dapat memberikan sejumlah produk suplemen vitamin dan mineral berikut guna membantu memenuhi asupan gizi si kecil.

 

1. Elkana CL Emulsi

Sirup suplemen makanan ini mengandung multivitamin dan mineral, minyak ikan kod, temulawak, asam amino lysine, kolin, serta antioksidan arachidonic acid. Suplemen makanan ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan kalsium untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Anak-anak berusia lebih dari 6 tahun dianjurkan untuk meminum 5 ml sekali, per harinya.

 

2. Möller’s Pharma My First Omega-3

Omega 3 DHA penting bagi tumbuh kembang bayi, terutama di masa 1 satu tahun pertama kehidupannya. Asam lemak tersebut berperan dalam menunjang perkembangan otak, mata, dan sistem saraf bayi yang sangat cepat.

Möller’s My First Omega-3 kaya akan asam lemak esensial DHA dan EPA. Omega 3 bukan merupakan vitamin otak untuk anak 1 tahun, melainkan asam lemak yang vital bagi organ tersebut. 

Kedua jenis lemak sehat EPA dan DHA mampu menunjang perkembangan serta memelihara fungsi penglihatan dan otak si kecil. Memenuhi asupan asam lemak omega 3 sangat penting bagi kesehatan bayi dan sang ibu, baik sebelum maupun sesudah kelahirannya.

Sementara vitamin A-nya berperan dalam mendukung sistem imunitas tubuh yang normal dan sehat, vitamin D di dalam suplemen ini membantu menguatkan tulang serta gigi bayi. 

Dosis yang dianjurkan untuk usia 6 bulan ke atas adalah 1 sendok teh atau setara dengan 5 mililiter.

 

3. Möller’s Tran Tutti Frutti

Hampir mirip dengan My First Omega-3, Möller’s Tran Tutti Frutti juga merupakan suplemen minyak hati ikan kod. Minyak ini juga mengandung 1,2 gram omega 3 yang diekstrak dari ikan kod Norwegian Arctic liar. 

Tran Tutti Frutti pun dapat memenuhi nutrisi vitamin otak untuk anak 1 tahun dan memiliki vitamin A, D, E, serta ditambah perasa alami. Takaran yang dianjurkan untuk bayi 1 tahun adalah ½ sendok makan atau setara dengan 5 ml per harinya.

 

3. Biolysin

Dalam 5 mili-nya, terkandung vitamin A 5000 IU (international unit), vitamin B1 3 mg, vitamin B2 2 mg, vitamin B6 1 mg, vitamin B12 5 mcg, vitamin C 50 mg, vitamin D3 1000 IU, D-panthenol 3 mg, L-lysine HCl 300 mg, niacinamide 20 mg.

Sirup ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan asam amino serta vitamin-vitamin di atas. Amino lysine di dalamnya juga membantu memelihara daya tahan tubuh dan menambah nafsu makan. Dosis yang dianjurkan untuk anak 1 tahun sebanyak 1 sendok takar per hari. 

 

4. Imboost Kids

Imboost Kids adalah suplemen berbentuk sirup untuk anak yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Produk ini mengandung ekstrak bunga echinacea yaitu tanaman herbal yang memang terkenal dengan kemampuannya menguatkan sistem imun.

Ditambah dengan zinc picolinate yang sama-sama membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan berperan sebagai antimikroba. Untuk anak-anak usia 1 tahun, berikan suplemen sesuai dengan anjuran dokter. 

 

5. Sakatonik ABC

Multivitamin anak yang memiliki kandungan vitamin dasar lengkap dengan berbagai rasa buah-buahan. Beberapa vitamin yang dikandungnya adalah vitamin A, B, C, D3, dan E. Fungsi multivitamin ini menjaga sistem kekebalan tubuh anak secara keseluruhan serta mempercepat proses penyembuhan.

Demikianlah beberapa produk vitamin untuk bayi 1 tahun yang bisa Anda berikan. Tujuan suplementasi ini adalah sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan. Karenanya, pemberiannya jangan sampai melebihi angka kecukupan gizi yang direkomendasikan oleh Kemenkes RI. 

Dapatkan suplemen sesuai kebutuhanmu dengan Jovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

Permenkes RI No. 28 Tahun 2019.

Swinney, B. (Baby Center). (n.d.). Does my Baby Need to Take Vitamins?

NHS UK. (n.d.). Vitamins and mineral.

NHS UK. 2018. Vitamins for Children.

NIH. 2018. Thiamin.

Wax, E. (NIH). 2019. Vitamin K.

Harvard School of Public Health. (n.d.). The Nutrition Source. Vitamin B6.

Iannelli, V. (Verywell Family). 2018. Folate Rich Foods for Pregnant Women and Infants.

WebMD. 2018. Infant Nutrition: The First 6 Months.

WebMD. (n.d.). Riboflavin.

Natalia S. (Academy of Nutrition and Dietetics). 2018. 4 Infant Supplements to Ask Your Pediatrician About.

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional