fbpx
BerandaGaya Hidup Sehat4 Pemicu Alergi pada Anak Beserta Pencegahannya

Alergi pada anak umumnya bersifat genetik. Artinya, kondisi ini bisa diturunkan dari salah satu atau kedua orang tuanya. Alergi adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan pada masa kanak-kanak. Meski umum diderita oleh si kecil, menentukan pemicu serta penyebabnya cukup sulit.

Daftar Pemicu Alergi pada Anak Beserta Pencegahannya

Berbagai hal yang mungkin menyebabkan alergi pada anak dan bayi

Sistem imun berfungsi untuk melindungi tubuh dari benda asing, senyawa, dan mikroorganisme yang dianggap berbahaya. Misalnya saja kuman, virus, jamur, dan racun.

Alergi adalah sekelompok gejala yang muncul sebagai respons dari sistem imun tubuh terhadap masuknya benda asing. Biasanya, benda tersebut tidak berbahaya, tapi sistem imun menerjemahkannya sebagai ancaman. Benda ini disebut alergen. Reaksi alergi akan terjadi setelah anak sengaja atau tidak sengaja menyentuh, menghirup, dan memakan alergen.

Ada beragam tanda dan penyebab alergi pada anak serta bayi. Gejala yang ditimbulkan ini akan berbeda-beda, tergantung dari pemicunya. Di bawah ini adalah beberapa contoh alergen yang bisa memicu reaksi alergi beserta gejala yang mungkin muncul, yaitu:

1. Makanan

Makanan menjadi pemicu alergi yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Alergi makanan muncul ketika sistem imun bereaksi terhadap protein yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Beberapa makanan yang mungkin bisa memicu alergi pada buah hati Anda ialah:

  • Telur
  • Susu sapi
  • Kacang tanah dan jenis kacang dari pohon, misalnya walnut, pistachio, pecan, mete
  • Kedelai
  • Gandum, padi-padian, dan biji-bijian
  • Daging
  • Ikan seperti tuna dan salmon, serta makanan laut termasuk udang, lobster, dan cumi
  • Buah-buahan dan sayuran

Gejala yang muncul jika si kecil alergi makanan dapat bervariasi, mulai dari reaksi ringan sampai berat. Nah, Anda pastinya perlu tahu tanda dan gejala umum dari alergi makanan agar bisa menanganinya.

  • Ruam atau bintik-bintik merah (seperti gigitan nyamuk) di kulit
  • Bersin
  • Sulit napas dan muncul bunyi mengi
  • Tenggorokan terasa ketat
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Gatal di sekitar mulut
  • Denyut jantung menjadi cepat, tetapi di saat yang bersamaan tekanan darah rendah

Ketika alergi sudah parah, anak bisa mengalami syok anafilaktik, yang harus segera ditangani.

Sekitar 80 – 90% alergi telur, susu, gandum, dan kedelai tidak akan muncul lagi ketika anak berusia 5 tahun. Lain halnya dengan alergi kacang-kacangan dan makanan laut yang cenderung berlanjut hingga dewasa.

2. Susu

Reaksi alergi muncul karena protein yang terkandung di dalam susu sapi, terutama whey dan kasein. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak-anak bisa mengalami alergi akibat ASI dan susu formula. Penyebab alergi ASI pada anak sebetulnya berasal dari makanan yang ibu konsumsi sehingga berpengaruh pada kandungan susunya.

Sejumlah gejala umum alergi susu meliputi:

  • Regurgitasi berulang alias gumoh
  • Kram atau sakit perut, muntah, perut kembung, dan diare, hingga kadang buang air besar berdarah
  • Gatal dan ruam merah pada kulit
  • Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, misalnya bibir, wajah, dan sekitar mata
  • Meler
  • Mata berair
  • Rewel atau sering menangis
  • Eksim, yang tidak kunjung membaik setelah diberi obat
  • Gangguan pernapasan, seperti napas berbunyi mengi, batuk, dan sesak napas
  • Syok anafilaksis

3. Debu, serbuk sari, dan jamur

Bila si kecil tiba-tiba batuk dan pilek saat berada di lingkungan luar, kemungkinan anak Anda memiliki alergi rhinitis. Sekumpulan gejala peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat terpapar alergen disebut alergi rhinitis. Reaksi alerginya biasanya akan langsung terlihat setelah anak Anda menghirup, menyentuh, atau tidak sengaja memakan alergen.

Adapun gejala alergi rhinitis dapat berupa:

  • Bersin
  • Ingusan
  • Hidung gatal dan tersumbat
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Mata gatal, memerah, dan berair
  • Sakit kepala
  • Kulit kering, gatal dan sering lecet
  • Kelelahan yang berlebihan

Sekilas gejala tersebut memang mirip dengan pilek akibat flu biasa (common cold), tapi sebetulnya alergi rhinitis punya ciri khasnya sendiri. Selain jamur, serbuk sari, dan debu, beberapa alergen yang juga bisa memicu alergi rhinitis adalah tungau, bulu hewan, asap rokok, serta parfum.

4. Obat-obatan

Reaksi alergi yang muncul merupakan respons sistem imun terhadap zat tertentu dalam obat yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Bukan efek samping ataupun keracunan akibat overdosis.

Sebagian besar alergi obat memiliki gejala yang ringan, dan biasanya akan reda dalam beberapa hari setelah penggunaannya dihentikan. Beberapa gejala yang dapat muncul, yaitu:

  • Ruam atau bentol-bentol pada kulit
  • Gatal-gatal
  • Sesak napas atau napas pendek
  • Pembengkakan di kelopak mata

Berbeda dengan gejala alergi rhinitis, reaksi alergi obat tidak akan langsung terlihat setelah anak meminumnya pertama kali. Gejala tersebut muncul secara bertahap seiring sistem imun membangun antibodi untuk melawan obat tersebut.

Mencegah alergi pada anak dan bayi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan cara mengobati alergi si kecil. Sebetulnya bukan mengobati, melainkan mencegah munculnya reaksi alergi pada anak. Ya, alergi tidak bisa disembuhkan. Alergi yang diturunkan dari orang tua cenderung berlanjut hingga anak dewasa, meski pemicunya bisa berubah-ubah seiring bertambahnya usia.

Obat alergi yang biasanya diberikan oleh dokter hanya mampu meredakan reaksi yang timbul pada tubuh. Contoh obat alergi tersebut adalah antihistamin seperti Interhistin 50 mg – 100 Tablet (Rp 136.500) yang bekerja menghambat histamin, yaitu senyawa penyebab peradangan. Ada lagi obat adrenalin untuk mengatasi reaksi alergi yang lebih berat.

Ingat, jangan sembarangan memberikan obat alergi pada anak dan bayi. Konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan jenis obat yang sesuai dengan kondisi tubuh mereka.

Jika obat digunakan setelah reaksi alergi muncul, cara di bawah ini perlu Anda lakukan agar alergi sama sekali tidak muncul. Apa saja?

1. Mencari tahu penyebab alergi pada anak

Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan menentukan seberapa besar kemungkinan si kecil akan mengalami alergi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, seorang anak berisiko terkena alergi apabila keluarganya juga memiliki riwayat alergi.

Memang sulit untuk mencari tahu penyebab alergi pada si kecil. Semua hal di sekitar mereka dapat memicu reaksi alergi. Hal yang dapat Anda lakukan ialah mengingat waktu terakhir kali anak tiba-tiba bersin dan pilek mendadak. Ingat-ingat juga apa yang membuat gejala tersebut muncul. Itulah hal yang harus mereka hindari nantinya.

Untuk memastikannya, Anda pun bisa membawa si kecil ke dokter anak untuk menjalani tes alergi.

2. Memberikan ASI eksklusif

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama usia anak dapat mengurangi risiko alergi.

ASI mengandung antibodi, lebih tepatnya komponen imunomodulator seperti sIgA (Secretory Immunoglobulin A) dan laktoferin. Antibodi tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan koloni bakteri dalam usus.

3. Memberikan MPASI secara bertahap sesuai usia

Pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi perlu dilakukan secara bertahap sesuai usianya. Bila dilakukan terlalu cepat atau lambat, risiko terjadinya alergi pada anak dapat meningkat. Pemberian MPASI seperti PROMINA BUBUR BAYI PISANG SUSU 20 G (Rp 1.690) umumnya disarankan saat bayi memasuki usia 6 bulan.

Salah satu tim dokter Jovee, dr. Irma Lidia menjelaskan bahwa pemberian kelompok makanan padat bisa mengurangi kemungkinan berkembangnya alergi makanan pada bayi. Lebih jelasnya, Anda dapat mengenalkan jenis makanan yang biasa menyebabkan alergi pada bayi usia 12 bulan. Tentunya dengan tekstur yang sesuai dengan usianya.

“Makanan-makanan yang biasanya menyebabkan alergi misalnya telur, kacang tanah, susu sapi (dan produk susu lain), kacang pohon, kedelai, wijen, gandum, ikan, dan makanan laut.” tambahnya.

4. Hindari asap rokok

Asap rokok merupakan salah satu pemicu alergi pada anak. Bukan cuma itu, ternyata paparan asap rokok saat kehamilan, sesudah kelahiran, masa kanak-kanak, dan remaja berhubungan dengan peningkatan risiko alergi. Oleh karena itu, menjauhkan anak dari asap rokok merupakan langkah yang tepat untuk mencegah alergi.

Itulah beberapa hal yang bisa memicu reaksi alergi. Kemungkinan anak mengalami alergi dipengaruhi oleh genetik. Untuk memastikan penyebabnya, Anda bisa membawa anak untuk menjalani tes alergi. Pemberian obat biasanya diberikan sebagai cara mengobati alergi. Namun, obat tersebut hanya bisa meredakan gejalanya, bukan menyembuhkan alergi.

Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Untuk mengetahui rekomendasi vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

gejala-kanker-ovarium

Kanker Ovarium: Pahami Gejala dan Penyebabnya

Gaya Hidup Sehat   23/11/2022
infeksi-superbug

Infeksi Superbug: Bakteri Super yang Kebal Antibiotik

Gaya Hidup Sehat   16/11/2022
dampak-resistensi-antibiotik

Dampak Resistensi Antibiotik: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah

Gaya Hidup Sehat   15/11/2022
manfaat-deep-talk

Perkuat Hubungan, Ini 5 Manfaat Deep Talk

Gaya Hidup Sehat   08/11/2022
manfaat-meditasi-pernapasan

Kurangi Stres, Kenali Beragam Manfaat Meditasi Pernapasan

Gaya Hidup Sehat   07/11/2022