fbpx

Donor Darah Saat Pandemi, Aman Atau Tidak?

by | Sep 17, 2020 | Lainnya | 0 comments

Anjuran physical distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa waktu lalu berdampak besar terhadap kelangsungan bisnis di seluruh dunia. Tidak terkecuali kegiatan donor darah yang dihentikan sementara. Akibatnya, pasokan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) makin menipis. Padahal, banyak penderita penyakit tertentu seperti demam berdarah dan thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin. Ditambah lagi, munculnya informasi terkait bahaya donor darah saat pandemi. Lalu, apakah benar begitu?  

 

Pentingnya donor dan suplai darah

Fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit, sangat memerlukan stok darah untuk diberikan kepada pasien yang membutuhkan. Permintaan terhadap darah, termasuk sel darah merah, trombosit serta plasma, tidak berkurang meskipun dunia sedang dihebohkan dengan wabah Covid-19.

Saking pentingnya, peran pendonor darah disamakan dengan peran tenaga kesehatan saat pandemi ini. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), transfusi atau donor darah diperlukan bagi orang-orang yang kehilangan darah dalam jumlah banyak saat operasi atau akibat kecelakaan. 

Darah tersebut pun dibutuhkan untuk individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, contohnya thalasemia yaitu ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hemoglobin normal.

Food and Drug Administration (FDA) Amerika memperkirakan setiap 2 detiknya seseorang membutuhkan donor darah.

Palang Merah Amerika alias American Red Cross juga menyampaikan bahwa ilmuwan tidak dapat membuat darah di laboratorium.

Itulah sebabnya, donor darah sangat dibutuhkan sebagai salah satu upaya pemeliharaan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

Tanpa suplai darah yang mencukupi, banyak prosedur medis yang terhambat bahkan terhenti, sehingga banyak pula orang yang mungkin tidak bisa menjalani perawatan.

 

Donor darah saat wabah Covid-19 itu aman

Virus corona, atau yang dikenal dengan nama SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 akan menyerang sistem pernapasan. Makanya, gejala yang akan timbul umumnya menyerupai gejala pilek.

Coronavirus dapat menular melalui droplet atau percikan air liur orang yang terinfeksi saat mereka batuk dan bersin.

Selain melalui percikan langsung, virus corona juga dapat masuk ke dalam tubuh seseorang saat ia memegang benda yang terkontaminasi virus.

Kemudian, dengan tangan yang sama, ia menyentuh wajahnya, terutama mata, hidung, dan mulut.

Tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Hingga kini, belum ada data dan bukti ilmiah yang menyebutkan virus corona bisa ditularkan transfusi darah. Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa donor darah saat pandemi ini aman.

Organisasi-organisasi seperti PMI pun sudah mengatur dan memiliki prosedur transfusi yang aman. Maka dari itu, Anda tetap bisa mendonorkan darah selama masa wabah ini.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Falla Adinda, tim dokter Jovee, “Donor darah di kala pandemi pada dasarnya tidak dilarang, selama dilakukan sesuai protokol Covid-19. Justru di masa pandemi ini, di mana kesehatan sangat penting, mungkin darah kita pun menjadi sesuatu yang berharga bagi pasien di luar sana.”

 

Prosedur donor darah berdasarkan PMI

Satu hal yang juga perlu Anda ketahui, darah yang Anda donorkan akan melewati berbagai proses pemeriksaan, penyaringan, serta pemisahan komponen lebih dulu.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan darah ini aman. Jadi, darah tidak akan langsung diberikan kepada penerima donor.

Meski begitu, virus corona bisa saja ditemukan di dalam darah orang yang mengalami gejala dan penderita Covid-19. Mereka tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah.

Sementara bagi orang sehat dan tidak berisiko tinggi terinfeksi virus corona, transfusi darah saat pandemi tidak masalah.

PMI telah mengeluarkan protokol kesehatan agar kegiatan donor darah selama wabah ini tetap aman. Prosedur ini dibuat untuk melindungi pendonor dan tenaga kesehatan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum memberikan darahnya, pendonor harus:

  • Menjalani pengecekan suhu tubuh
  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik
  • Melaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh dokter
  • Melakukan pengecekan kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah
  • Menjaga jarak fisik selama proses donor darah berlangsung

Jika suhu tubuh calon donor > 37,50 derajat celcius, proses donor darah tidak akan dilanjutkan. Begitu juga kalau dokter menemukan gejala dan faktor risiko Covid-19 saat pemeriksaan.

Baik pendonor dan petugas donor, sama-sama disarankan untuk memakai masker. Khusus petugas, harus mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan tidak diperkenankan bertugas kalau merasa tidak enak badan.

 

Syarat mendonorkan darah

Pada dasarnya, semua orang sehat bisa mendonorkan darahnya. Namun, ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk menghindari terjadinya masalah kesehatan bagi pendonor. Beberapa syarat tersebut adalah:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia 17 – 65 tahun
  • Berat badan, minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal, antara angka 100/70 mmHg dan 170/100 mmHg
  • Kadar hemoglobin normal, yaitu 12,5 – 17,0 g%
  • Tidak mendonorkan darahnya dalam 12 minggu terakhir

Akan tetapi, selama pandemi, Anda tidak diperbolehkan mendonorkan darah jika:

  • Demam, tidak enak badan, atau memiliki gejala Covid-19, contohnya batuk, pilek, dan sulit bernapas.
  • Mempunyai riwayat kontak dekat dengan orang yang didiagnosis atau diduga terinfeksi Covid-19 dalam 14 hari terakhir.
  • Terdiagnosis atau diduga terinfeksi virus corona.
  • Baru sembuh dari Covid-19 (mereka sebenarnya boleh-boleh saja memberikan darahnya, namun harus menunggu sampai 28 hari setelah dinyatakan sembuh).

Dari tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa mendonorkan darah saat pandemi itu terbilang aman. Terutama untuk orang sehat yang tidak memiliki faktor risiko terinfeksi Covid-19.

Untuk mencegah penularan dan memastikan kegiatan donor darah di Indonesia ini aman, PMI mengeluarkan beberapa prosedur kesehatan. Setelah donor darah, konsumsilah makanan sehat dan bernutrisi yang dibutuhkan tubuh (seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B) untuk membentuk sel darah merah baru.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan vitamin dan suplemen kesehatan buat anda, kunjungi Jovee Official Shop. Anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

Cleveland Clinic. 2020. Is It Still Safe to Donate Blood During the Coronavirus Pandemic?

Timothy H. (MedicalNewsToday). 2020. Donating blood during a pandemic: Why it is crucial, and how to do it safely.

WHO. 2020. World Health Organization (2020). Maintaining a Safe and Adequate Blood Supply During the Pandemic Outbreak of Coronavirus Disease (COVID 19).

PMI. (n.d.). Ayo Donor.

PMI. 2020. Ketua PMI Imbau Masyarakat Tetap Berdonor Darah.

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional