fbpx

Hipospadia: Penyebab dan Penanganannya

by | Jan 5, 2021 | Kesehatan Lainnya | 0 comments

Hipospadia adalah kelainan lahir pada laki-laki di mana lubang uretra tidak terletak di ujung penis. Walau umumnya tidak memengaruhi saluran kencing, kelainan ini bisa berdampak buruk bagi aktivitas seksual pengidapnya. Penanganan pun perlu dilakukan untuk mengubah posisi lubang uretra yang salah tersebut ke tempat yang seharusnya.

Hipospadia dan Fungsi Uretra

Hipospadia atau hypospadias merupakan kelainan lubang uretra atau meatus pada alat kelamin bayi laki-laki yang baru lahir. Malformasi yang terjadi pada 1 dari 200 anak ini terbentuk pada minggu ke-8 atau ke-14 saat masa kehamilan. Lubang uretra normal yang seharusnya berada di ujung penis ini terletak di bagian lainnya. 

Fungsi uretra ialah sebagai saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran ini memiliki fungsi tambahan pada laki-laki untuk ejakulasi mani. Ketika penis ereksi saat hubungan intim terjadi, bagian uretra untuk mengeluarkan urine akan tertutup sehingga saluran air mani akan terbuka dan air mani akan dikeluarkan saat orgasme. 

Tipe Hipospadia 

sumber: Centers for Disease Control and Prevention

Tipe hipospadia dapat ditentukan dari letak lubang uretra. Berdasarkan laman Texas Children’s Hospital dan CDC, ada tiga tipe hipospadia, di antaranya:

  • Anterior atau subkoronal (50% kasus): lubang uretra berada di sekitar kepala penis. 
  • Tengah, poros tengah, atau midshaft (30% kasus): lubang uretra berada di batang penis.
  • Posterior atau penoscrotal (20% kasus): lubang uretra ada di tempat pertemuan penis dan skrotum.

Dari ketiga tipe tersebut, anterior merupakan kelainan hipospadia dengan tingkat terendah. Sedangkan, posterior merupakan cacat paling berat dari tipe hipospadia lainnya. Pada beberapa kasus hipospadia, penis bisa bengkok sedikit ke arah bawah atau disebut dengan chordee

Semua tipe dan kasus hipospadia tidak disarankan untuk melakukan penyunatan. Sebab, kulup atau kulit khitan diperlukan untuk perbaikan penis. 

Faktor dan Penyebab Hipospadia

Hipospadia adalah salah satu cacat lahir yang belum diketahui pasti penyebabnya. Pada kebanyakan kasus, hipospadia diketahui berasal dari kombinasi gen. Faktor lain diduga datang dari kontak ibu terhadap lingkungan serta makanan atau obat yang ia konsumsi selama masa kehamilan.

Berdasarkan laporan CDC, ada temuan penting tentang beberapa faktor yang memengaruhi risiko ibu melahirkan anak laki-laki dengan hipospadia:

  • Umur dan berat badan: ibu yang berumur 35 tahun atau lebih dan yang diduga terkena obesitas punya risiko yang lebih tinggi memiliki bayi dengan hipospadia.
  • Perawatan kesuburan: wanita yang menggunakan teknologi reproduksi berbantu, agar kehamilan mudah didapatkan, punya risiko yang lebih tinggi mendapatkan bayi dengan hipospadia.
  • Hormon tertentu: wanita yang mendapatkan kontak dengan hormon tertentu (seperti pada obat-obatan) sebelum atau selama masa kehamilan memperlihatkan adanya risiko punya bayi dengan kelainan hipospadia. 

Ada pula kemungkinan bahwa keturunan jadi faktor terjadinya hipospadia. Jika melihat datanya, 7 dari 100 anak mendapati ayahnya juga mengidap hipospadia. Kemungkinan anak kedua dari ayah hipospadia akan lahir dengan kelainan yang sama sekitar 12 dari 100 anak. Jika ayah dan kakaknya memiliki hipospadia, risiko anak kedua mendapatkan hipospadia naik jadi 21 dari 100.

Diagnosis Hipospadia

Diagnosis hipospadia adalah hal yang bisa langsung diketahui sesaat setelah kelahiran bayi. Sebab, lubang uretra yang salah tempat dapat langsung dikenali oleh dokter. Selain itu, kulup atau kulit khitan hipospadia sering tidak terbentuk sempurna pada bagian bawahnya. Hal ini membuat tudung punggung (dorsal hood) membiarkan ujung penis terbuka. 

Meski begitu, beberapa bayi yang baru lahir punya kulup abnormal dengan lubang uretra di tempat yang normal. Pada kasus lainnya, kulup dapat menyembunyikan lubang uretra abnormal. Sekitar 8 dari 100 anak laki-laki dengan hipospadia memiliki testis yang tidak jatuh seutuhnya ke dalam skrotum.

Penanganan Hipospadia

Begitu terdiagnosa, hipospadia akan langsung ditangani dengan operasi penis. Tujuan pembedahan hipospadia untuk tipe apapun adalah untuk membuat penis berfungsi secara normal dan berbentuk lurus dengan saluran kemih yang berakhir di ujungnya. Pembedahan terdiri dari empat langkah:

  • Meluruskan batang
  • Membuat saluran kemih
  • Menaruh lubah uretra di kepala penis
  • Penyunatan atau rekonstruksi kulit khitan

Operasi hipospadia umumnya berlangsung selama 90 menit untuk tipe anterior dan 3 jam untuk tipe posterior di hari yang sama. Beberapa kasus lainnya mengharuskan perbaikan dilakukan secara bertahap. Kasus ini biasa terjadi pada tipe posterior dengan kondisi chordee yang serius. Ahli urologi anak biasanya harus meluruskan penis sebelum membuat saluran kemih. 

Pembedahan biasa dilakukan pada anak usia 6 sampai 12 bulan. Perbaikan hipospadia juga bisa dijalankan pada anak usia berapa pun sampai orang dewasa sekalipun. Jika ukuran penis kecil, pengidap hipospadia dapat diberikan hormon testosteron sebelum operasi dimulai.

Perbaikan penis yang benar dapat bertahan seumur hidup. Selain itu, penis yang dioperasi juga bisa mengikuti pertumbuhan tubuh pada masa pubertas. 

Setelah Penanganan Hipospadia

Perawatan Pasca-Operasi

Pembedahan hipospadia modern yang berlangsung sesuai prosedur menghasilkan penis yang bekerja sesuai fungsinya dan terlihat normal atau nyaris normal. 

Banyak ahli bedah yang tetap menaruh kateter dengan jahitan kecil pada penis pasien agar urine tidak mengenai bagian bekas operasi. Kateter tersebut terhubung ke popok yang ditempelkan ke kaki pasien. Urine mungkin juga bocor ketika pasien kencing dan ada tanda darah dari kateter tersebut. Meski begitu, hal ini normal terjadi. Pengaplikasian kateter berlangsung selama 5 sampai 14 hari setelah operasi.

Kemungkinan tenaga medis akan memberikan resep antibiotik, obat untuk menenangkan dan menghentikan kejang kandung kemih, dan obat pereda nyeri jika dibutuhkan.

Perawatan oleh Orang Tua di Rumah

Orang tua atau pengasuh harus memastikan anak pasca-operasi hipospadia minum banyak setelah menjalani operasi. Hal ini akan membuat urinenya tetap bersih. 

Selain itu, pembalut dengan bungkusan plastik putih akan dipasang menutupi penis selama 2 atau 3 hari. Tugas orang tua ialah membersihkan pembalut tersebut dengan air sabun (jangan digosok) jika kotoran keluar darinya. Hal lainnya juga perlu dilakukan sesuai anjuran yang diberikan oleh dokter.

Anak bisa dibawa menggunakan stroller hingga melakukan aktivitas normal lainnya kecuali berenang atau bermain di pasir. Sedangkan, anak yang lebih besar harus dijauhkan dari aktivitas olahraga, bersepeda, dan mengangkangi mainan atau gulat selama 3 minggu. Ada baiknya juga anak absen dulu dari sekolah dan tetap di rumah pada minggu pertama setelah operasi.

Komplikasi

Semakin tua umurnya, semakin tinggi pula komplikasi setelah pembedahan. Akan lebih baik bila hipospadia ditangani tim yang berpengalaman. 

Segera setelah operasi, edema (pembengkakan) dan bercak darah kecil mungkin akan timbul. Tetapi, hal tersebut sangatlah umum sedangkan infeksi adalah hal yang langka. Namun, beberapa mungkin perlu kembali melakukan operasi. 

Dalam jangka panjang, kondisi urethrocutaneous fistulas mungkin jadi isu yang serius. Kondisi ini terjadi karena adanya bukaan di antara uretra dan perineum (kulit di selangkangan). Hal ini sering terjadi pada operasi yang tidak dilakukan hanya dalam satu tahapan. 

Bukaan fistula tersebut jarang tertutup secara spontan dan biasanya membutuhkan operasi kulit flap (cangkok). Namun, bahkan setelah operasi, fistula bisa muncul kembali. Komplikasi lainnya ialah:

  • Stenosis meatal: penyempitan lubang uretra yang tidak normal.
  • Striktur uretra: luka atau jaringan parut yang menyempitkan saluran uretra.
  • Divertikel uretra (UD): kantung yang terbentuk di sepanjang uretra yang dapat terisi dengan urine dan menyebabkan infeksi.
  • Disfungsi ereksi.

Hipospadia adalah kelainan anak laki-laki yang bisa langsung disadari setelah kelahiran. Karenanya, penanganan medis berupa operasi perlu diterapkan. Bila pada si buah hati ditemui tanda hipospadia, segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui langkah yang harus diambil hingga biaya operasi hipospadia itu sendiri.

Baca juga:

6 Cara Menghitung Berat Badan Ideal yang Mudah

Bisakah Biotin Vitamin Membantu Rambut Pria Tumbuh?

Suplemen Tambahan untuk Anak, Apakah Perlu?

Ingin tahu apakah gaya hidup kamu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee sekarang! Dengan Jovee, kamu bisa melihat rekomendasi vitamin dan suplemen sesuai kebutuhan personalmu. Hidup bahagia dan sehat bareng Jovee. 

Penulis: Arofah Hafizh A.

 

Referensi:

CDC. 2020. Hypospadias.

Donaire A.E. Dan Mendez M.D. 2020. Hypospadias.

Bandukwala N.Q. 2020. The Male Reproductive System. 

Texas Children’s Hospital. n.d. Hypospadias.

Urology Care Foundation. n.d. Hypospadias.

MedlinePlus. 2019. Hypospadias repair – discharge.

Cleveland Clinic. 2018. Urethrocutaneous Fistula.

Cincinnati Children’s. 2018. Meatal Stenosis.

Mayo Clinic. 2020. Urethral stricture.

Urology Care Foundation. n.d. What is Urethral Diverticulum?

Brands