fbpx
BerandaMakanan SehatIni Dia Cara Mengatur Pola Makan untuk Diabetes

Pada dasarnya, tidak ada diet khusus untuk penderita diabetes (diabetesi). Tetapi, makanan yang mereka konsumsi akan mempengaruhi kadar gula darah yang nantinya juga berdampak pada perjalanan penyakit dan risiko komplikasi. Oleh karena itu, diabetesi harus cermat dalam memilih menu sehari-hari dan merencanakan pola makan yang lebih sehat.

Ini Dia Cara Mengatur Pola Makan untuk Diabetes

Tips mengatur pola makan sehat untuk diabetes

Tips pola makan sehat ini dibuat dengan tujuan membantu diabetesi mengendalikan kadar glukosa darah dan kolesterol, serta tekanan darah.

Tidak cuma itu, konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang juga bisa menjaga berat badan dan mengurangi risiko komplikasi diabetes, termasuk masalah jantung, stroke, hingga kanker.

Tips mudah mengingat cara mengatur pola makan sehat untuk diabetisi adalah 3J: tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat jadwal. Karena jenis diabetes ada bermacam-macam, pengaturan pola makan ini tentu akan berbeda-beda untuk tiap penderita.

Untuk penderita diabetes tipe 1, perhatikan jumlah asupan karbohidrat yang masuk. Karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin, diabetesi perlu memperkirakan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Selain itu, diabetesi pun mesti menyesuaikannya dengan hormon insulin yang disuntikan ke dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, di mana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin, prinsipnya adalah jaga berat badan. Terlebih jika diabetesi juga memiliki berat badan berlebih.

Dengan menurunkan berat badan, otomatis kadar gula darah pun cenderung lebih stabil dan terkontrol sehingga mencegah risiko komplikasi.

1. Perhatikan jumlah asupan makanan (tepat jumlah)

Sebetulnya, kebutuhan kalori setiap orang akan berbeda, tergantung jenis kelamin, kondisi kesehatan, berat badan, serta tinggi badan. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan Anda.

Jumlah kalori yang dianjurkan untuk diabetesi per hari adalah sebesar 25 – 30 kalori per kilogram berat badan ideal.

Misalnya, dari perhitungan diketahui Anda memiliki berat badan ideal 50 kg. Maka, Anda memerlukan sekitar 1.250 – 1.500 kalori dalam sehari. Selanjutnya, Anda tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan nutrisi rata-rata, sebagai berikut:

  • Karbohidrat: 50 – 60% dari kebutuhan kalori atau minimal 130 gram per hari
  • Protein: 10 – 15% dari kebutuhan kalori
  • Lemak: 20 – 25% dari kebutuhan kalori
  • Serat: 25 gram per hari

2. Konsumsi berbagai jenis makanan (tepat jenis)

Kunci utama dalam mengatur pola makan bagi diabetesi yaitu konsumsi berbagai macam makanan sehat dari beragam kelompok makanan. Maksudnya adalah, jangan memakan makanan yang itu-itu saja. Walau begitu, diabetesi harus tetap memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Beberapa kelompok makanan yang dimaksud, antara lain:

Karbohidrat dan serat

Semua sumber karbohidrat akan mempengaruhi kadar gula darah, maka diabetesi mesti mengetahui makanan apa saja yang termasuk karbohidrat baik, serta perhatikan porsinya.

Sebaiknya diabetesi memilih sumber karbohidrat kompleks yang berserat tinggi, yakni: nasi merah, oat, roti gandum utuh, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, susu serta yoghurt tanpa gula.

Di saat yang bersamaan, kurangi makanan rendah serat, misalnya roti dan nasi putih, serta produk sereal. Hindari juga karbohidrat sederhana, seperti minuman bersoda, jus buah, kental manis, gula pasir, dan permen, serta produk olahan tepung, misalnya kue.

Gula pasir masih boleh dikonsumsi, maksimal 5% dari total kalori (kurang lebih 4 sendok teh) per hari. Pemanis buatan rendah kalori aman untuk digunakan, selama tidak melebihi batas aman.

Anda juga bisa coba konsumsi paket vitamin Jovee Sweetheart (Rp449.000). Jovee Sweetheart adalah paket suplemen lengkap hemat 120 pil untuk 30 hari yang terdiri dari Omega Minyak Ikan, Multivitamin + Mineral, dan Phaseolus Vulgaris untuk menjaga kesehatan jantung dan kadar gula darah, meningkatkan daya tahan tubuh dan energi, menjaga kesehatan persendian dan meningkatkan kualitas tidur.

Lemak dan protein

Diabetesi masih memerlukan lemak sebagai sumber energi. Sumber lemak yang baik untuk dikonsumsi diabetesi bisa didapat dari ikan, kacang-kacangan tanpa garam, biji-bijian, minyak zaitun serta bunga matahari.

Sebaliknya, kurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans, seperti margarin, serta hindari gorengan dan makanan cepat saji.

Sementara untuk sumber protein yang baik, diabetesi bisa mengonsumsi ikan tuna, telur, ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, tahu, tempe, kacang polong, dan susu serta yogurt rendah lemak.

Kolesterol dan garam

Selain gula darah, kadar kolesterol harus turut dikendalikan untuk mencegah komplikasi pada penderita diabetes. Karenanya, diabetesi perlu mengontrol asupan kolesterolnya dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, daging merah, dan jeroan.

Konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang akhirnya meningkatkan juga kemungkinan penyakit jantung serta stroke. Sejatinya, penderita diabetes memiliki risiko lebih besar terhadap hipertensi dan penyakit jantung.

Inilah sebabnya diabetesi disarankan untuk membatasi asupan garamnya, maksimal 6 gram atau 1 sendok teh per harinya. Sebisa mungkin hindari juga konsumsi makanan pengawet yang mengandung garam.

3. Atur waktu makan (tepat jadwal)

Dilansir dari Kemenkes RI, diabetesi dianjurkan untuk makan 3 kali sehari, dan diselingi camilan sebanyak 2 – 3 kali sehari. Jarak antara waktu makan besar dan selingan adalah sekitar 2,5 – 3 jam. Camilan diabetesi ini diutamakan dari kelompok buah-buahan segar yang kandungan gulanya relatif rendah, yaitu pepaya, salak, melon, jeruk, bengkoang, dan apel.

Imbangi dengan olahraga

Tidak hanya mengatur pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik ikut menjadi faktor penting dalam penanganan diabetes. Olahraga akan memelihara kesehatan secara keseluruhan dan membantu diabetesi mengontrol kadar gula darah. Bagaimana bisa?

Saat seseorang berolahraga, otot akan membutuhkan gula untuk membakar energi. Jika diabetesi melakukan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki, berlari, berjalan cepat atau bersepeda setidaknya seminggu sekali, kadar gula darah bisa menjadi lebih stabil.

Kesimpulan dari tulisan ini ialah, penderita diabetes perlu menjaga dan mengatur pola makannya. Hal tersebut dilakukan supaya komplikasi penyakit yang lebih serius dapat dihindari. Maksimalkan juga upaya dalam pengobatan diabetes dengan mengonsumsi suplemen khusus diabetes seperti Konilife Glucotrim – Gula Darah Diabetes (Rp 115.500) yang dapat Anda peroleh dengan mudah melalui Jovee.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

manfaat-self-talk

Manfaat Positive Self Talk bagi Kesehatan Mental

Gaya Hidup Sehat   22/07/2022
cabin-fever-adalah

Mengenal Cabin Fever dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup Sehat   18/07/2022
perbedaan-stres-dan-depresi

Stres dan Depresi, Apa Perbedaanya?

Uncategorized   13/07/2022
manfaat-temu-ireng

7 Manfaat Temu Ireng untuk Kesehatan

Makanan Sehat   30/06/2022
chinese-restaurant-syndrome

Chinese Restaurant Syndrome, Apa Itu?

Gaya Hidup Sehat   14/06/2022