fbpx
BerandaGaya Hidup SehatIntermittent Fasting: Diet Puasa untuk Kesehatan

Intermittent fasting adalah metode diet yang dilakukan dengan cara berpuasa selama beberapa waktu tertentu. Diet puasa ini memiliki manfaat lebih dari sekadar menurunkan berat badan. Pembatasan waktu makan bisa membantu memperlambat tanda-tanda penuaan, menurunkan risiko penyakit jantung, serta meningkatkan kualitas tidur.

Intermittent Fasting: Diet Puasa dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembagian waktu makan pada intermittent fasting ini penting, bahkan menjadikan metode ini lebih realistis dan efektif dalam menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme tubuh, serta pencegahan penyakit diabetes.

Apa itu intermittent fasting?

Intermittent fasting adalah metode diet yang mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu tertentu. Dalam jangka waktu ini, kamu masih diperbolehkan untuk minum. Dibandingkan dengan diet-diet lain yang mengurangi dan membatasi konsumsi makanan, metode intermittent fasting ini lebih kepada pengaturan waktu serta kebiasaan makan seseorang.

Metode ini tidak memiliki aturan makanan apa yang boleh atau tidak untuk dikonsumsi. Sebagai gantinya, intermittent fasting mengatur kapan seseorang makan dan kapan harus berhenti. Inilah kenapa metode ini dikenal juga dengan istilah diet puasa.

Aturan intermittent fasting alias diet puasa

Sebenarnya aturan diet puasa bervariasi dan hanya menentukan waktu puasa dan makan dalam seminggu. Selama periode berpuasa, seseorang diperbolehkan untuk minum dan sebaiknya konsumsi makanan dalam jumlah sangat sedikit, atau tidak sama sekali.

Cara terpopuler untuk melakukan diet puasa ini antara lain:

  • Metode 16:8, yaitu 16 jam berpuasa dan 8 jam sisanya waktu untuk makan. Misalnya, waktu makan jam 1 siang sampai 9 malam. Maka mulai pukul 9 malam itu sampai 16 jam ke depan dilanjutkan dengan berpuasa.
  • Eat-Stop-Eat, yakni puasa yang berlangsung selama 24 jam dalam beberapa hari per minggunya. Ketika seseorang berhenti mengonsumsi makanan berat setelah sarapan, selanjutnya ia akan makan lagi pada waktu sarapan esok harinya.
  • Metode 5:2, adalah cara diet puasa di mana seseorang hanya makan sebanyak 500-600 kalori per hari selama 2 hari tertentu. Pada 5 hari sisanya, ia dipersilahkan makan seperti biasa.

Berbagai manfaat intermittent fasting diet

Ada banyak manfaat intermittent fasting yang telah ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa makan selama 18 jam bisa merubah proses metabolisme energi. Yang tadinya tubuh menggunakan asupan karbohidrat sebagai sumber energi, kini sumber tersebut berganti jadi lemak dan protein.

Pemecahan lemak serta protein menjadi energi ini membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan karbohidrat. Kondisi inilah yang membantu penurunan berat badan pada seseorang. Perubahan metabolisme energi ini dikatakan bisa mengurangi risiko berbagai penyakit, termasuk kanker dan obesitas.

Irma Lidia, dari tim dokter Jovee menambahkan, penelitian pada hewan menunjukan bahwa puasa intermittent ini dapat meningkatkan usia dan kualitas hidup meski tanpa pengaturan asupan makanan. Walaupun begitu, masih diperlukan studi lebih lanjut tentang hal ini.

Lebih jelasnya, manfaat intermittent fasting antara lain:

  1. Mengurangi risiko penyakit diabetes.
  2. Membantu mengontrol jam biologis dan mencegah gangguan metabolisme.
  3. Menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, serta detak jantung.
  4. Bisa memperlambat proses penuaan.
  5. Mengontrol kadar gula darah.
  6. Meredakan peradangan.
  7. Meningkatkan fungsi otak dan memori.
  8. Meningkatkan respons tubuh terhadap stres dan kerusakan menjadi lebih baik.

Dilansir dari Healthline, diet intermittent fasting adalah metode yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Hal ini karena metode diet ini mengubah kadar hormon yang mempengaruhi penurunan berat bedan. Perubahan pada hormon ini membuat metabolismemu meningkat sebesar 3,6 hingga 14% dengan puasa jangka pendek.

Namun, perlu diperhatikan alasan utama mengapa penurunan badan dapat terjadi secara signifikan adalah karena kamu mengonsumsi lebih sedikit kalori per harinya. Sama halnya dengan metode diet lainnya, kunci dari keberhasilan diet puasa ini adalah disiplin. Jika selama ‘waktu berbuka’ kamu tetap mengonsumsi kalori dengan jumlah besar, tentu penurunan berat badan tidak akan terjadi.

Intermittent fasting tidak untuk semua orang

Metode diet puasa bisa membuat seseorang kelaparan yang juga berdampak pada penurunan performa aktivitas, sulit konsentrasi, dan sakit kepala.

Umumnya, metode diet puasa tidak menimbulkan efek samping pada orang sehat. Tetapi untuk sebagian orang, terutama mereka yang memiliki gangguan makan, diabetes tipe 1, ibu hamil dan menyusui, menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya tidak melakukan diet puasa ini.

Jika ingin turunkan berat badan, selain dengan metode ini, kamu juga dapat coba konsumsi suplemen pelancar metabolisme tubuh seperti Teh Diet Cina (Rp12.000). Minuman herbal ini mengandung senyawa pencahar yang dapat membantu melancarkan buang air besar, sehingga dapat menurunkan berat badan.

Ingin tahu apakah gaya hidupmu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu.

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

gejala-kanker-ovarium

Kanker Ovarium: Pahami Gejala dan Penyebabnya

Gaya Hidup Sehat   23/11/2022
infeksi-superbug

Infeksi Superbug: Bakteri Super yang Kebal Antibiotik

Gaya Hidup Sehat   16/11/2022
dampak-resistensi-antibiotik

Dampak Resistensi Antibiotik: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah

Gaya Hidup Sehat   15/11/2022
manfaat-deep-talk

Perkuat Hubungan, Ini 5 Manfaat Deep Talk

Gaya Hidup Sehat   08/11/2022
manfaat-meditasi-pernapasan

Kurangi Stres, Kenali Beragam Manfaat Meditasi Pernapasan

Gaya Hidup Sehat   07/11/2022