fbpx
BerandaKesehatan LainnyaKenali Bahaya LSD, Narkotika Penyebab Halusinasi

Bahaya penggunaan narkotika dan obat-obatan lainnya tidak perlu diragukan lagi. Selain mempengaruhi keadaan mental dan fisik, penggunaan ganja, narkotika, dan obat-obatan terlarang lainnya juga dapat sebabkan kematian. Salah satu obat-obatan yang juga kerap disalahgunakan adalah LSD. Apa bahaya LSD dan efeknya bagi tubuh? Simak artikel berikut.

bahaya-lsd

Apa itu LSD?

Mengutip dari laman resmi Badan Narkotika Nasional, LSD atau Lysergic Acid Diethylamide adalah narkotika sintetis yang terbuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian. Asam lysergic dari jamur ergot inilah yang kemudian diolah menjadi LSD.

LSD pertama kali disintesis pada tahun 1938 oleh seorang ahli kimia Swiss, Albert Hofman, untuk mengobati depresi pernapasan. Pada tahun 1943, Hofman secara tidak sengaja menemukan sifat halusinogen ketika dia menyerap sedikit LSD.

Setelah perilaku psikotik dan tindakan kekerasan akibat penggunaan LSD menjadi perhatian massa, pada tahun 1967 LSD dilarang. Hingga kini, LSD menjadi obat ilegal di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Disebut sebagai salah satu jenis narkotika paling ampuh untuk mengubah suasana hati, LSD juga punya nama lain yakni acid, sugar cubes, blotter, dan lainnya. LSD adalah obat halusinogen, yang bekerja dengan cara merangsang produksi serotonin, reseptor yang membantu memvisualisasikan dan menafsirkan dunia nyata. Di Indonesia sendiri, LSD tergolong dalam psikotropika terlarang golongan 1, yang mana golongan ini memiliki potensi tinggi menyebabkan kecanduan.

Biasanya, LSD ditemukan dalam bentuk tablet atau kapsul, dan terkadang dalam bentuk cair. Cairan ini kemudian dioleskan ke kertas penyerap kecil yang mirip perangko. Tidak berwarna dan tidak berbau, efek halusinasi yang muncul umumnya akan berlangsung selama satu hingga 12 jam.

Hanya saja, apa pun bentuk dari LSD ini, pemakaiannya jelas terlarang oleh hukum dan membuat pemakainya berhalusinasi.

Cara kerja LSD

Dilansir dari Verywellmind, LSD bekerja dengan mempengaruhi reseptor yang terlibat dengan regulasi serotonin di dalam otak. Serotonin berperan besar dalam kontrol perilaku, persepsi, dan sistem pengaturan seperti suasana hati, rasa lapar, suhu tubuh, dan perilaku seksual.

Saat pemakai menggunakan LSD, sistem pengaturan ini akan terganggu yang menyebabkan distorsi mendalam pada persepsi seseorang pada realitas, alias halusinasi. Di sinilah bahaya LSD, di mana pemakai akan melihat gambar, mendengar suara, dan merasakan sensasi yang tampak nyata meskipun sebenarnya tidak.

Halusinasi ini juga dapat disertai dengan perubahan emosi yang cepat dan intens. Akibatnya, pemakai LSD dapat merasakan emosi bahagia menjadi sangat sedih dengan sangat cepat, akibat dari efek samping obat yang tidak terduga.

Halusinasi ini disebut juga dengan ‘tripping’. Namun, tidak semua halusinasi yang dialami merupakan hal-hal yang indah. Terkadang, halusinasi yang muncul merupakan mimpi buruk yang membuat mereka ketakutan, putus asa, takut gila, hingga takut mati.

Bahaya LSD

Pada penggunaan jangka pendek, LSD akan meningkatkan tekanan darah, jantung, serta suhu tubuh. Sejumlah efek jangka pendek lainnya meliputi:

  • Pusing dan ngantuk
  • Tidak nafsu makan, mulut kering, dan berkeringat
  • Mati rasa, kelelahan, dan tremor

Namun, bahaya LSD yang paling utama adalah karena obat ini dapat mempengaruhi pikiran dengan membuat pemakainya berhalusinasi. Letak bahaya LSD ada pada potensi obat yang tidak dapat dikendalikan, dan reaksi terhadap masing-masing pemakai yang berbeda-beda.

Meski bisa memberi khayalan yang membahagiakan hati, efek samping LSD juga dapat memicu serangan panik, episode psikotik, kecemasan, paranoid, rasa sakit, dan perasaan ingin mati.

Efek samping fisik yang parah atau mengancam jiwa mungkin akan muncul jika LSD dikonsumsi melebihi dosis 400 mcg, tetapi efek psikologis yang muncul sangat berpotensi besar mengakibatkan cedera dan kematian.

Dilansir dari Healthline, berikut efek samping fisik yang mungkin timbul:

  • Jantung berdebar
  • Ruam kulit
  • Tremor
  • Kesemutan pada jari tangan dan kaki
  • Mulut kerig
  • Pusing dan penglihatan kabur
  • Mual dan muntah

Sementara itu, pada penggunaan jangka panjang LSD akan mengakibatkan kecanduan. Kebutuhan akan dosis yang lebih besar akan semakin meningkat, dan jika dosis tertentu dikonsumsi selama tiga hari berturut-turut, pada hari ketiga tidak akan terjadi reaksi. Bahaya LSD pada penggunaan jangka panjang yakni akan memicu gangguan skizofrenia dan gejala kilas balik (flashback).

Gejala kilas balik dapat terjadi selama beberapa detik atau menit, yang memunculkan pengalaman menyenangkan dan menakutkan. Kondisi ini dapat berlangsung dalam hitungan minggu hingga tahun, dan belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Demikianlah bahaya LSD yang perlu diketahui. Hindari narkoba adalah langkah utama yang bisa dilakukan untuk menghindari bahayanya. Temukanlah cara sehat untuk mengatasi stres, dan lakukan konsultasi pada tenaga profesional jika alami pasang surut emosi dalam hidup yang sulit diatasi. Simak informasi lainnya seputar kesehatan hanya di Jovee, pusat suplemen dan vitamin personalmu.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

minyak-esensial

4 Tips Membeli Minyak Esensial

Kesehatan Lainnya   27/06/2022
dna-fragmentation-index

Mengenal DNA Fragmentation Index (DFI)

Kesehatan Lainnya   26/06/2022
bahaya-klorin-di-pembalut

Ketahui Bahaya Klorin pada Pembalut Wanita

Kesehatan Lainnya   25/06/2022
gejala-skizofrenia-paranoid

Skizofrenia Paranoid: Gejala dan Cara Mengatasi

Kesehatan Lainnya   24/06/2022
gejala-hiperandrogen

Apa Itu Hiperandrogen?

Kesehatan Lainnya   23/06/2022