fbpx
BerandaKesehatan LainnyaHipertensi: Klasifikasi, Komplikasi, dan Pencegahan

Klasifikasi tekanan darah menunjukkan kondisi kesehatan jantung dan penangangan yang perlu dilakukan. Salah satu klasifikasi tekanan darah yang menjadi permasalahan di Indonesia adalah hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi seringnya tidak bergejala sehingga gangguan kesehatan ini dikenal juga dengan sebutan “the silent killer”.

Kenali Klasifikasi Hipertensi, Komplikasi, dan Pencegahannya

Klasifikasi hipertensi sendiri terdiri dari 4 kategori. Meski banyak orang sering tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai hipertensi, sebagian akan merasakan gejala pusing, sakit kepala, mual, napas berat, dan nyeri dada ketika tekanan darahnya sudah sangat tinggi.

Apabila kondisi ini tidak dikendalikan dan menjadi tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Makin tinggi tekanan darah, makin besar pula risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar seperti otak dan ginjal.

Klasifikasi hipertensi

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer merupakan kondisi tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebab pastinya, sebaliknya hipertensi sekunder terjadi karena ada penyakit lain yang mendasari.

Pada pemeriksaan tekanan darah, yang diukur adalah tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan darah dikatakan normal apabila sistoliknya ≤ 120 mmHg dan diastolik ≤ 80 mmHg, atau biasa ditulis dengan 120/80 mmHg. Beberapa kategori hipertensi adalah sebagai berikut:

  • Prahipertensi, di mana tekanan darah sistolik 120 – 139 mmHg dan diastolik mencapai 80 – 89 mmHg. Jika Anda memiliki kategori hipertensi prahipertensi, Anda termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi terkena hipertensi. Karenanya, Anda disarankan untuk merubah gaya hidup untuk mengurangi risiko hipertensi di masa depan.
  • Hipertensi tingkat 1, yaitu tekanan darah sistolik 140 – 159 mmHg dan diastolik 90 – 99 mmHg. Jika tekanan darah Anda berada pada rentang ini, kemungkinan Anda sudah memerlukan pengobatan karena risiko terjadinya kerusakan pada organ menjadi lebih tinggi.
  • Hipertensi tingkat 2, yang ditandai dengan tekanan sistolik > 160 mmHg dan diastolik > 100 mmHg. Penderita biasanya sudah mulai mengalami kerusakan organ tubuh dan kelainan kardiovaskular.
  • Hipertensi krisis, yakni tekanan darah yang telah melebihi 180/120 mmHg. Kalau tekanan darah Anda mencapai angka ini, segera hubungi dokter online. Apalagi jika disertai tanda-tanda kerusakan organ seperti nyeri dada, sesak napas, sakit punggung, mati rasa, perubahan pada penglihatan, atau kesulitan berbicara.

Apa akibatnya?

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain dalam tubuh. Jika dibiarkan dan tidak segera diatasi, tekanan darah tinggi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti

Serangan jantung

Hipertensi lama kelamaan dapat membuat pembuluh darah arteri pada jantung menjadi keras dan mudah rusak. Jika kerusakan pada pembuluh darah jantung sudah cukup parah, maka aliran darah menuju otot-otot jantung akan terhambat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan serangan jantung.

Gagal jantung

Kategori tensi tinggi jenis apa pun akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dalam memompa darah. Hal ini dapat membuat dinding dan otot jantung menebal, sehingga jantung kesulitan untuk memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Jika jantung sudah tidak dapat memompa darah dengan baik, maka kondisi ini disebut gagal jantung.

Aneurisma

Hipertensi dapat menyebabkan dinding arteri melemah dan memicu terbentuknya kantong yang rapuh di pembuluh darah arteri. Aneurisma umumnya terbentuk di aorta, namun bisa juga terbentuk pada pembuluh darah arteri di bagian tubuh lain.

Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin besar risiko terbentuknya aneurisma. Jika tekanan darah tetap tinggi, lama kelamaan kondisi ini dapat menyebabkan aneurisma pecah. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan organ permanen atau bahkan kematian.

Penyakit arteri perifer

Komplikasi hipertensi ini terjadi ketika aliran darah ke anggota tubuh tertentu, seperti kaki, lengan, perut, dan kepala, berkurang akibat rusaknya pembuluh darah. Penyakit arteri perifer dapat membuat bagian tubuh yang terdampak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Aterosklerosis

Tekanan darah tinggi memicu pengerasan arteri, yang kemudian disertai dengan penimbunan lemak di dinding pembuluh darah. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Aterosklerosis ini dapat menimbulkan serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.

Gangguan penglihatan

Kondisi ini terjadi karena penebalan dan penyempitan pembuluh darah di mata. Tingginya tekanan darah dapat mengganggu fungsi retina dan saraf mata, sehingga penglihatan menjadi terganggu.

Salah satu komplikasi hipertensi pada mata yang sering terjadi adalah retinopati hipertensi. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan dan rusaknya pembuluh darah di retina, sehingga mengakibatkan penglihatan kabur atau bahkan kebutaan.

Selain itu, hipertensi juga dapat menyebabkan kerusakan saraf mata akibat pecahnya pembuluh darah di dalam bola mata. Komplikasi hipertensi yang satu ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan permanen.

Diseksi aorta

Robeknya lapisan dinding dalam aorta ini termasuk ke dalam kondisi gawat darurat yang bisa mengancam nyawa.

Stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA)

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah otak mengeras, sehingga aliran darah di otak menjadi kurang lancar. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan stroke ringan (TIA). Jika tidak ditangani, hipertensi yang sudah menyebabkan TIA berisiko tinggi menimbulkan stroke.

Stroke

Klasifikasi hipertensi tingkat krisis bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati dan menyebabkan terjadinya stroke.

Aneurisma otak

Hipertensi kronis dan tidak terobati dalam jangka panjang dapat menyebabkan terbentuknya aneurisma otak. Aneurisma pada otak ini rentan pecah dan menyebabkan perdarahan otak yang sangat berbahaya.

Tingginya tekanan darah bisa memicu pembuluh darah melemah dan melebar. Jika kondisi ini terus berlanjut, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan kematian. Aneurisma bisa terbentuk di aorta (aneurisma aorta) atau di arteri yang ada di otak (aneurisma otak).

Penurunan daya ingat

Hipertensi yang tidak terkendali lama-kelamaan bisa menyebabkan aliran darah pada otak menjadi bermasalah. Akibatnya, hipertensi dapat menyebabkan fungsi otak, seperti berpikir, mengingat, belajar, atau berkonsentrasi, menjadi terganggu. Jika sudah parah, kondisi ini dapat berkembang menjadi demensia.

Gagal ginjal

Tekanan darah tinggi bisa memicu penyempitan pembuluh darah di ginjal. Bila tidak segera diobati, kerusakan ginjal bisa mencapai stadium akhir.

Bagaimana cara mencegahnya?

Anda bisa mencegah hipertensi dengan berbagai cara berikut ini:

  • Menjaga berat badan ideal. Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang hipertensi.
  • Berolahraga secara rutin. Seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap minggu.
  • Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat. Misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.
  • Kurangi garam. Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok teh.
  • Kurangi konsumsi alkohol. Mengonsumsi lebih dari takaran alkohol yang disarankan, bisa meningkatkan risiko hipertensi.
  • Berhenti merokok. Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  • Konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan. Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Anda juga dapat mengonsumsi vitamin untuk kesehatan jantung seperti Blackmores Fish Oil (Rp313.517). Blackmores odourless fish oil adalah suplemen omega 3 untuk mendukung kesehatan jantung. Dilengkapi lemon dan vanilla sehingga tidak berbau, menurunkan kadar trigliserida (lemak jahat) di dalam darah.

Demikianlah informasi seputar komplikasi dan klasifikasi hipertensi ini. Tekanan darah tinggi tidak semestinya dibiarkan tanpa penanganan. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Membantu mendukung kesehatan jantung dan kardiovaskular.

Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Untuk mengetahui rekomendasi vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

manfaat daun binahong merah untuk wajah

Mengenal Manfaat Daun Binahong Merah untuk Wajah dan Kesehatan Tubuh

Kesehatan Lainnya   28/11/2023
efek bleaching rambut

Hal-hal yang Perlu Kamu Tahu Seputar Efek Bleaching Rambut

Kesehatan Lainnya   26/11/2023
manfaat minum air putih banyak untuk wajah

Manfaat Minum Air Putih Banyak Untuk Wajah

Gaya Hidup Sehat   23/11/2023
cara mempercantik kuku

Tips dan Cara Mempercantik Kuku Tanpa Perlu ke Salon

Kesehatan Lainnya   09/11/2023
operasi lesung pipi

Mengenal Prosedur Operasi Lesung Pipi

Kesehatan Lainnya   05/11/2023