fbpx

Kenali Penyebab dan Cara Menghilangkan Bau Badan

by | Oct 15, 2020 | Gaya Hidup Sehat | 0 comments

Pada dasarnya, bau badan terjadi ketika keringat Anda bercampur dengan bakteri-bakteri di permukaan kulit Anda dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Keringat sendiri sebetulnya diproduksi untuk mengontrol suhu tubuh. Plus, keringat itu tidak memiliki aroma yang tajam. Jadi, apa dong yang menyebabkan bau badan tidak sedap? Lalu, bagaimana cara menghilangkan bau badan dan ketiak?

 

Penyebab dan faktor risiko bau badan dan ketiak

Dalam istilah medis, bau badan disebut juga dengan bromhidrosis. Seperti yang telah disebutkan di atas, keringat tidak mempunyai bau. Nah, yang tercium dan disebut bau badan itu adalah senyawa asam dari protein keringat Anda yang dipecah oleh bakteri di permukaan kulit.

Keringat dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin terdapat di seluruh permukaan kulit, tetapi paling banyak terdapat di telapak tangan, telapak kaki, dan dahi. Ekrin ini terletak di lapisan kulit paling dalam atau yang disebut dermis. 

Kelenjar ekrin mengeluarkan keringat ke permukaan kulit melalui suatu saluran. Keringat yang diproduksi tersebut membantu mendinginkan kulit dan mengatur suhu tubuh Anda. 

Yang perlu Anda tahu, keringat dari kelenjar ekrin mempunyai tekstur encer dan tidak berbau. Disamping itu, keringat ini mengandung garam tinggi, yang membuat bakteri kesulitan memecah protein di dalamnya. Makanya, keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin cenderung tidak berbau.

Berbeda dengan kelenjar ekrin, kelenjar apokrin ditemukan di bagian tubuh yang terdapat banyak folikel rambut, seperti kulit kepala, ketiak, dan selangkangan. Keringat yang dihasilkan apokrin tidak bertujuan untuk mengatur suhu tubuh. Selain itu, apokrin juga tidak mengeluarkan keringat melalui saluran, melainkan lewat folikel rambut.

Kelenjar apokrin memproduksi keringat yang lebih pekat dan mengandung lemak saat Anda sedang stres. Lemak ini akan dipecah oleh bakteri dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Hasil pemecahan lemak tersebut yang membuat setiap orang punya bau badan yang berbeda-beda.

Kelenjar keringat satu ini baru aktif ketika seseorang memasuki masa pubertas. Lebih tepatnya, saat hormon androgen mulai aktif dan meningkat. Karenanya, bau badan menjadi keluhan dan masalah paling umum pada anak-anak remaja. 

 

Faktor risiko bau badan

Beberapa hal di bawah ini diketahui dapat memperparah aroma keringat yang dihasilkan oleh kelenjar keringat di atas, yakni:

  • Olahraga berat.
  • Cuaca yang panas.
  • Berat badan berlebih. Lipatan kulit menjadi tempat yang cocok untuk bakteri hidup dan berkembang biak, sehingga memungkinkan Anda mengeluarkan bau badan.
  • Perubahan hormon, misalnya saat menopause.
  • Masalah kesehatan tertentu, misalnya diabetes, penyakit hati ataupun ginjal.
  • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan.
  • Jenis makanan tertentu. Makanan tinggi lemak, minyak dan makanan berbau tajam–bawang putih, kari, bombai–dapat meresap masuk ke dalam pori-pori dan menimbulkan aroma tidak sedap.
  • Stres. Saat Anda stres, kelenjar apokrin akan bekerja keras.
  • Genetik. Beberapa orang memang lebih rentan dan lebih mungkin memiliki bau badan tidak sedap dibandingkan yang lainnya.
  • Keringat berlebihan. Kondisi medis yang disebut hiperhidrosis bisa menyebabkan Anda berkeringat terus-menerus. Ditambah lagi, sejumlah orang memang lebih mudah berkeringat daripada yang lainnya.
  • Jenis kelamin. Pria cenderung lebih mungkin memiliki bau badan karena pada dasarnya mereka berkeringat lebih banyak.

 

Cara menghilangkan bau ketiak dan badan dengan bahan-bahan alami

cara-agar-ketiak-tidak-bau-basah-dan-hitam

Bahan-bahan di bawah ini dapat Anda coba sebagai cara alami menghilangkan bau badan, antara lain:

 

1. Daun sirih

Menggunakan daun sirih merupakan cara yang dianggap efektif untuk menghilangkan bau badan. Cara menghilangkan bau badan dengan daun sirih dilakukan dengan merebus beberapa lembar daun sirih bersama dua gelas air. 

Setelah mendidih, tuang air rebusan daun sirih ke dalam bak mandi. Pakailah air rebusan tersebut untuk mandi dua kali sehari, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

2. Soda kue

Baking soda rupanya dapat dijadikan sebagai pengganti deodoran. Bahan pengembang kue ini berguna untuk menetralkan asam dan basa, sehingga bisa menghilangkan bau badan yang Anda alami. 

Selain itu, baking soda tidak akan menodai pakaian Anda seperti kebanyakan deodoran dan antiperspirant yang dijual di pasaran. Tidak hanya bau badan, baking soda juga dapat digunakan untuk beberapa masalah lain seperti mengatasi bau kaki, memutihkan gigi, dan menenangkan kulit.

Baca juga: Bukan Hanya Pengembang Kue, Ini Manfaat Baking Soda

 

3. Cuka sari apel

Selain baking soda, cuka sari apel ternyata juga dapat menghilangkan bau badan. Tidak hanya bau badan, cuka sari apel juga dapat digunakan untuk beberapa masalah lain seperti mencegah sembelit dengan melancarkan pencernaan dan mengatasi psoriasis.

Baca juga: Mengulik Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan

 

4. Minyak pohon teh (tea tree oil)

Minyak pohon teh juga diduga dapat menghilangkan bau badan. Bukan hanya itu, minyak pohon teh ternyata dapat menghilangkan bau mulut, alergi kulit, jerawat, jamur kuku, dan kondisi medis lainnya.

 

Cara menghilangkan bau badan dengan gaya hidup sehat

Agar bisa beraktivitas tanpa kehilangan percaya diri, berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan bau badan dan keringat berlebih yang bisa Anda coba, yaitu:

 

1. Menjaga kebersihan tubuh

Mandilah setidaknya 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore, untuk mengurangi pertumbuhan bakteri pada kulit. Saat mandi, bersihkan tubuh secara menyeluruh menggunakan sabun dan pastikan area ketiak dibersihkan dengan benar. Anda bisa mencoba menggunakan sabun antibakteri untuk hasil yang lebih maksimal.

Ditekankan jgua oleh dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee, “Keringat sendirinya hampir tidak berbau. Tapi, ketika bakteri yang hidup secara alami di kulit kita bercampur dengan keringat, dan berkembang biak dengan cepat ini menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Mencuci atau mandi sampai bersih, terutama area yang berkeringat dan menggunakan deodoran bisa mengurangi bau badan.”

 

2. Mengeringkan badan dengan benar

Setelah Anda mandi, segera keringkan tubuh Anda dengan benar. Pastikan daerah yang mengeluarkan keringat, seperti lipatan-lipatan tubuh, telah kering dengan sempurna. 

Cara ini penting dilakukan kalau Anda ingin menghilangkan bau badan. Pasalnya, kulit yang kering membuat bakteri kesulitan berkembang biak dan kemungkinan Anda bau badan pun lebih kecil.

 

3. Memakai deodoran

Menggunakan deodoran bisa menjadi cara efektif menghilangkan bau badan dan keringat berlebih. Setelah mandi dan mengeringkan tubuh Anda dengan handuk, oleskan antiperspirant atau deodoran pada ketiak. 

Meski tujuannya sama, yaitu mencegah bau badan, antiperspirant dan deodoran memiliki cara yang berbeda. Jika antiperspirant mengandung senyawa berbasis aluminium yang dapat mengurangi produksi keringat berlebih, deodoran akan membuat kulit menjadi lebih asam sehingga bakteri tidak bisa tumbuh.

 

4. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat

Pilihlah pakaian yang sesuai dengan aktivitas. Untuk pakaian sehari-hari, kenakan pakaian longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun, linen, wol, dan sutra. Hal ini memungkinkan kulit untuk bernapas. 

Berbeda lagi kalau Anda hendak berolahraga, pakailah pakaian berbahan sintetis untuk menjaga kelembaban kulit Anda.

Usahakan juga untuk segera mengganti pakaian jika baju Anda basah karena keringat. Hal tersebut dilakukan agar kulit tidak lembab dan bakteri tidak mudah tumbuh. Pastikan pula Anda mencuci pakaian secara teratur. 

 

5. Menjaga pola makan

Makanan yang Anda makan bisa memengaruhi bau badan Anda. Kurangi makanan pedas dan beraroma tajam, seperti kari dan bawang. Kedua makanan tersebut dapat membuat keringat Anda mengeluarkan aroma lebih menyengat. Batasi juga konsumsi minuman beralkohol yang turut dapat memengaruhi bau keringat Anda.

 

6. Mengatasi dan mengurangi stres

Cobalah teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, atau terapi biofeedback untuk mengontrol stres yang tentunya dapat memicu pengeluaran keringat dari kelenjar apokrin.  Teknik biofeedback ditujukan untuk mengontrol detak jantung, tekanan darah, suhu kulit, dan fungsi alami tubuh lainnya.

Baca juga: 6 Fungsi Omega 3 bagi Tubuh, Ternyata Bisa Mengurangi Stres

 

7. Mencukur bulu ketiak secara teratur

Untuk mengurangi risiko munculnya bau ketiak, Anda perlu untuk mencukur bulu ketiak secara teratur. Bulu ketiak dapat menahan penguapan keringat, sehingga ketiak menjadi lembab dan membuat bakteri penyebab bau badan berkembang biak dengan cepat.

Dengan mencukur bulu ketiak, keringat akan menguap lebih cepat dan memberikan bakteri lebih sedikit waktu untuk memecah protein, sehingga tidak menimbulkan bau badan.

Cara-cara di atas bisa dilakukan juga untuk menghilangkan bau badan pada remaja. Terapkan cara menghilangkan bau ketiak tersebut agar masalah bau badan tak lagi muncul. Namun, kalau bau badan tidak juga membaik dan masih mengganggu, konsultasilah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih efektif.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

WebMD. 2020. Body Odor.

WebMD. 2020. 6 Tips for Reducing Body Odor.

Mandy F. (Healthline). 2017. 11 Life Hacks to Beat B.O.

Angela P. (Verywell Health). 2020. Why Do I Have Body Odor?: Why Sweat Stinks and How to Smell Sweeter.

Mayo Clinic. 2019. Sweating and body odor.

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional