fbpx
BerandaKesehatan LainnyaKutu Rambut: Penyebab dan Cara Mengatasi

Kamu pernah terserang kutu rambut? Rasa gatal pada kulit kepala yang tak tertahankan tentunya sangat mengganggu aktivitas. Kutu rambut adalah serangga parasit berukuran kecil yang mengonsumsi darah dari kulit kepala manusia. Paling sering terjadi pada anak-anak, berikut gejala dan penyebab kutu rambut yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak selengkapnya!

penyebab-kutu-rambut

Penyebab kutu rambut

Kutu rambut atau juga disebut dengan kutu kepala dapat menyebar melalui kontak langsung dari rambut yang terkena kutu ke rambut orang lainnya. Meski terlihat kotor, tetapi penyebab kutu rambut bukanlah kebersihan rambut yang buruk atau lingkungan hidup yang tidak bersih lho, Jovians!

Selain itu, kutu rambut tidak membawa penyakit bakteri atau virus. Meski tidak berbahaya, penanganan yang tidak tepat bisa memperparah rasa gatal dan iritasi yang tidak nyaman. Kutu dapat menyebar melalui pakaian, tempat tidur, atau barang pribadi lainnya. Dilansir dari Verywellhealth, diperkirakan kutu rambut menyerang jutaan anak-anak dan orang dewasa setiap tahunnya.

Kutu rambut adalah serangga parasit Pediculus humanus capitis, yang suka tinggal di kulit kepala di mana mereka dapat memakan darah beberapa kali sehari. Kutu jenis ini juga bisa menyebar hingga rambut kepala, alis, dan bulu mata.

Berwarna kecokelatan atau keabu-abuan yang seukuran dengan biji stroberi, kutu rambut betina menghasilkan zat lengket yang dengan kuat membantu menempelkan telurnya ke pangkal batang rambut.

Fase hidup kutu rambut

Telur kutu

Telur kutu rambut berbentuk oval, berwarna kuning atau putih, dan berukuran sangat kecil. Biasanya, induk kutu meletakkan telurnya di kulit kepala dan melekat kuat dengan batang rambut. Hal ini dilakukan karena telur kutu membutuhkan panas tubuh untuk menetas, yang biasanya memakan waktu 6 hingga 9 hari.

Nimfa

Setelah telur menetas dan menjadi nimfa, cangkang telur yang kosong tetap melekat di batang rambut. Nimfa berukuran sebesar kepala peniti, berwarna kuning hingga keabu-abuan. Nimfa berkembang menjadi kutu dewasa sekitar selama 7 hari.

Kutu dewasa

Kutu rambut dewasa bisa berukuran sebesar butir beras, dengan bentuk lonjong dengan tiga kaki di setiap sisinya dan berwarna kecokelatan atau keabu-abuan. Kutu rambut bergerak sangat cepat, dan dapat hidup hingga 30 hari di kulit kepala.

Kontak langsung dari penderita kutu adalah cara termudah bagi kutu untuk menyebar. Kelompok usia dengan risiko terserang kutu rambut terbesar adalah usia anak-anak. Namun, kutu dapat menyebar pada segala usia. Jika salah satu anggota keluarga di rumah memiliki kutu rambut, besar kemungkinan anggota keluarga lainnya juga memiliki kutu.

Berikut sejumlah cara penularan kutu rambut:

  • Menyentuhkan kepala ke kepala seseorang yang memiliki kutu rambut
  • Berbagi penggunaan barang pribadi, seperti sisir atau topi dengan seseorang dengan kutu rambut

Sejumlah aktivitas seperti menginap bersama, berkemah, dan aktivitas olahraga bersama juga dapat meningkatkan risiko tertular kutu dari orang lain.

Gejala kutu rambut

Kutu rambut tidak bergerak dengan melompat atau terbang melainkan merangkak di sekitar kulit dengan cepat. Pergerakan kutu rambut paling aktif di malam hari, yang dapat mengganggu tidur malam.

Tanda dan gejala serangan kutu rambut meliputi:

  • Rasa gatal di kulit kepala
  • Kesulitan tidur di malam hari, dan iritasi kulit kepala di siang hari
  • Luka di kulit kepala akibat aktivitas menggaruk yang terlalu kasar dan berkepanjangan

Kutu rambut dewasa dapat dilihat dengan mata telanang, sementara nimfa dan telurnya mungkin akan lebih sulit dilihat. Telur kutu biasanya terlihat seperti bintik-bintik ketombe pada batang akar rambut. Jika kamu punya warna rambut terang, telur kutu mungkin akan lebih sulit terlihat karena warnanya yang putih dan kekuningan.

Cara mengatasi kutu rambut

Langkah awal mengatasi kutu rambut adalah dengan menggunakan sampo anti-kutu. Berikut sejumlah cara mengatasi kutu rambut yang bisa kamu coba seperti:

Obat OTC

Kamu bisa gunakan obat OTC atau obat kutu yang dijual bebas, seperti permethrin 1%. Saat digunakan, obat ini akan meninggalkan residu pada rambut yang akan membunuh nimfa dan telur kutu, yang bekerja sebagai racun bagi sistem saraf kutu.

Sisir kutu

Selain dengan sampo anti kutu, penting juga untuk rajin menyisir rambut dengan sisir kutu atau serit. Sisir kutu memiliki rapatan sisir yang lebih padat, yang memungkinkan kutu, nimfa, dan telur kutu agar tersangkut dan terseret hingga lepas dari rambut. Ulangi prosedur ini beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi jumlah kutu rambut di kepala.

Bersihkan area rumah dan tempat tidur

Metode ini bisa dilakukan untuk membunuh kutu yang terdapat pada barang-barang pribadi yang digunakan, agar penyebaran kutu dapat dicegah. Kamu bisa mencuci pakaian dan sprei dengan air panas, termasuk merendam sisir, jepitan, dan aksesoris kepala. Rutin melakukan deep vacuum paada furnitur, kasur, dan lantai juga diperlukan untuk membasmi kutu dan telurnya.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai kutu rambut. Simak informasi seputar kesehatan lainnya hanya di Jovee, pusat suplemen dan vitamin personalmu.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

eosinofil-tinggi

Mengenal Eosinofil dan Fungsinya Bagi Tubuh

Kesehatan Lainnya   28/06/2022
minyak-esensial

4 Tips Membeli Minyak Esensial

Kesehatan Lainnya   27/06/2022
dna-fragmentation-index

Mengenal DNA Fragmentation Index (DFI)

Kesehatan Lainnya   26/06/2022
bahaya-klorin-di-pembalut

Ketahui Bahaya Klorin pada Pembalut Wanita

Kesehatan Lainnya   25/06/2022
bahaya-lsd

Kenali Bahaya LSD, Narkotika Penyebab Halusinasi

Kesehatan Lainnya   24/06/2022