fbpx

Manfaat Omega 3 untuk Tumbuh Kembang Anak

by | Jul 17, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Omega 3 termasuk dalam asam lemak yang esensial karena tidak dapat diproduksi dalam tubuh dan hanya bisa diperoleh dari makanan. Manfaat omega 3 bagi manusia sangat beragam, khususnya tumbuh kembang anak. Asam lemak ini berperan dalam perkembangan janin, fungsi otak, kesehatan jantung, dan sistem kekebalan tubuh. 

Ada 3 jenis omega 3 utama, yakni asam alpha-linolenic (ALA), asam eicosapentaenoic (EPA), dan asam docosahexaenoic (DHA). ALA banyak ditemukan di produk nabati, seperti minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sejumlah sayuran. Namun ALA harus diubah menjadi bentuk aktifnya terlebih dahulu, yaitu DHA dan EPA, agar dapat menjalankan fungsinya.

Dengan sifat anti-inflamasinya, manfaat lain dari asam lemak omega 3 yaitu membantu mencegah risiko penyakit kronis. Manfaat lain dari omega 3 ialah kemampuannyadalam mengurangi nyeri menstruasi, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, meredakan peradangan sendi, melindungi dari risiko osteoporosis, hingga membantu melawan stres.

Berapa jumlah omega 3 yang dibutuhkan anak?

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2019, angka kecukupan gizi (AKG) asam lemak omega 3 untuk anak yaitu sebagai berikut:

  • 0-11 bulan: 0,5 gram (g)
  • 1-3 tahun: 0,7 g
  • 4-9 tahun: 0,9 g
  • 10-12 tahun: 1,2 g (laki-laki) dan 1 g (perempuan)
  • 13-18 tahun: 1,6 g (laki-laki) dan 1,1 g (perempuan)

EPA dan DHA banyak terdapat di ikan berlemak, termasuk salmon, makarel, tuna, rumput laut, dan udang. Di dalam 1 porsi ikan salmon, terkandung 1,24 gram DHA dan 0,59 gram EPA. Sedangkan dalam ikan kakap putih terdapat 0,47 gram DHA dan 0,18 gram EPA.

Kedua jenis asam lemak ini juga bisa dijumpai dalam minyak zaitun dan sejumlah sayuran berdaun hijau. Meskipun begitu, kandungan omega 3 di dalamnya tidak sebesar ikan. Produk makanan olahan yang telah ditambahkan minyak rumput laut pun bisa menjadi sumber DHA yang baik. Bentuk suplemen seperti minyak ikan dan makanan yang sudah difortifikasi dengan omega 3 (susu, jus, roti, telur, serta minyak) juga mengandung asam lemak ini.

Perannya dalam kecerdasan dan fungsi otak anak

Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan bisa membantu meningkatkan fungsi sekaligus menjaga struktur sel tubuh, termasuk saraf dan otak anak. Sebuah penelitian dari Universitas Oxford menunjukkan anak yang mendapatkan asupan omega-3 yang cukup cenderung lebih fokus dan mudah memahami pelajaran.

Susu formula anak yang ditambahkan DHA dapat membantu meningkatkan keseimbangan gerakan antara mata dan tangan, durasi atensi, hingga keterampilan sosial. 

Studi menunjukkan bahwa pada ibu yang mengonsumsi EPA dan DHA selama kehamilan dan sebulan pertama saat menyusui, anaknya cenderung memiliki skor IQ lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Penelitian ini mengemukakan EPA dan DHA mampu menjaga fungsi dan struktur otak ditambah dengan stimulasi psikologis dan kognitif yang sesuai dengan perkembangannya.

Penelitian yang dilakukan oleh Annalien Dalton terhadap 183 anak-anak yang mengonsumsi selai roti kaya omega 3 memperlihatkan peningkatan kemampuan belajar verbal dan daya ingatnya. Temuan serupa oleh Welma Stonehouse, dkk juga menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan fungsi otak dan mood pada anak, khususnya dalam proses belajar, memori, dan perkembangan otak.

Studi oleh Robert K. McNamara, dkk terhadap 33 anak laki-laki yang diberikan asupan 400–1,200 miligram selama 8 minggu memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas korteks prefrontal otak yang berperan dalam atensi, kontrol rangsangan, dan perencanaan. Selain itu sejumlah penelitian pun mengatakan omega 3 mampu mencegah depresi dan gangguan suasana hati pada anak.

Asam lemak omega 3 sangat penting dalam menjaga kesehatan anak, terutama otak. Kekurangan nutrisi ini bisa menyebabkan perkembangan dan fungsi otak terganggu sehingga berdampak pada fungsi kognitif anak. Untuk memastikan kebutuhan omega 3 anak tercukupi, biasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi ini. Anda juga bisa menambahkan suplemen omega 3 sebagai pelengkap, jika diperlukan. Tetapi, perlu ditekankan bahwa konsumsi suplemen untuk anak harus disertai dengan anjuran dokter.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Gunakan kode promo BOBOCWJV di aplikasi Jovee dan dapatkan diskon 10% untuk setiap pembelian produk Jovee. Berlaku dari 25 Juli 2020 – 31 Agustus 2020.

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

  1. R. Morgan G. 2011. Who needs omega 3?
  2. Francisca E. G. & Rodrigo V. B. 2017. In Time: Importance Of Omega 3 In Children’s Nutrition.
  3. Rachael L. 2019. Should Kids Take Omega-3 Supplements?
  4. McNamara RK, dkk. 2010. Docosahexaenoic acid supplementation increases prefrontal cortex activation during sustained attention in healthy boys: a placebo-controlled, dose-ranging, functional magnetic resonance imaging study.
  5. Dalton A, dkk. 2009. A randomised control trial in schoolchildren showed improvement in cognitive function after consuming a bread spread, containing fish flour from a marine source.
  6. Welma S. 2014. Does Consumption of LC Omega-3 PUFA Enhance Cognitive Performance in Healthy School-Aged Children and throughout Adulthood? Evidence from Clinical Trials.
  7. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019.

 

Brands