fbpx

Memahami Manfaat dan Risiko Filler Hidung

by | Oct 19, 2020 | Kesehatan Lainnya | 0 comments

Memiliki istilah medis nonsurgical rhinoplasty, nose filler alias filler hidung merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengubah bentuk hidung tanpa operasi. Filler hidung sedang menjadi tren, tidak hanya di kalangan wanita, melainkan juga pria. Melansir dari laman Harper’s Bazaar, menurut data dari salah satu klinik kecantikan, permintaan nose filler mengalami peningkatan sebesar 29% selama satu tahun belakangan ini.

Untuk Anda yang menginginkan bentuk hidung lebih lurus dan mancung tapi dengan teknik yang minimal serta tidak permanen, filler hidung sangat membantu. Meski tidak dilakukan pembedahan, tetap saja filler hidung memiliki risiko bagi kesehatan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu filler?

Filler sendiri adalah cairan hyaluronic acid yang disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari melembabkan hingga mengisi bagian wajah yang kurang berdefinisi.

Tergantung dari jenisnya, biasanya filler hyaluronic acid dapat bertahan, setidaknya, 6 bulan. Saat disuntikkan, filler biasanya dicampurkan dengan obat anestesi untuk mengurangi rasa nyeri.

Selain dengan hyaluronic acid, beberapa senyawa yang juga bisa digunakan sebagai bahan filler adalah:

  • Calcium hydroxyapatite. Terbuat dari mineral alami yang memperkuat tulang, calcium hydroxyapatite ditanam dalam partikel kecil dan dilarutkan di dalam suatu cairan. Nah, cairan inilah yang disuntikkan ke dalam kulit. Umumnya, filler hydroxyapatite disuntikkan ke bagian tubuh yang luas seperti pipi dan dagu, serta dapat bertahan hingga satu tahun. 
  • Poly-L-lactic acid dan polymethyl methacrylate, yaitu polimer buatan yang disuntikkan untuk merangsang sel kulit untuk membuat kolagen. Jenis filler ini dapat bertahan hingga 2 tahun, tapi tergantung juga dari gaya hidup Anda.
  • Lemak yang berasal dari bagian lain tubuh Anda, misalnya perut, paha, ataupun bokong. Sebelum disuntikkan, jaringan lemak diolah terlebih dahulu. Prosedur ini dilakukan secara operasi. Hasilnya dapat bersifat permanen, meski berbeda-beda pada tiap orang dan mungkin dibutuhkan lebih dari satu kali suntikan.

 

Apa bedanya nose filler dan tanam benang?

Secara medis, kedua metode estetik boleh dilakukan dan diklaim aman selama dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Tanam benang, atau bahasa medisnya thread lift, merupakan penanaman benang halus di bagian batang hidung. 

Prosedur medis ini dilakukan untuk membentuk hidung lebih tinggi atau mancung. Menggunakan benang polydioxanone (PDO), yaitu salah satu benang yang dipakai untuk operasi dan dapat diserap oleh tubuh, tanam benang di hidung terbilang aman dilakukan.

Nah, tanam benang hidung bisa menjadi pilihan untuk Anda yang menginginkan:

  • Bagian puncak atau ujung hidung lebih tajam
  • Hidung lebih berdimensi, jelas, dan tajam

Benang tanam hidung hanya dapat bertahan sekitar 1 – 2 tahun dan perlu rutin dikonsultasikan dengan dokter untuk hasil yang lebih tahan lama. Sedangkan filler hidung bisa bertahan lebih lama–hingga 3 tahun–bila Anda mengulangnya secara teratur.

Tergantung juga dari bahan dan mereknya, biasanya filler bertahan sampai 1 tahunan, rata-rata. Misalnya Juvederm voluma klaimnya bisa up to 2 tahun, kalau Restylane klaimnya bisa sampai 1 tahun,” kata dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee.

Filler hidung dapat menjadi pilihan jika Anda ingin:

  • Memiliki batang hidung lebih tinggi
  • Mempunyai batang hidung lebih lurus

Bila Anda memiliki bentuk hidung yang tampak penyok atau benjol di area tertentu, hal ini dapat diperbaiki menggunakan salah satu dari kedua prosedur tersebut.

Selain dari bentuk hidung yang diinginkan, Anda juga bisa menggunakan prosedur filler dan tanam benang di hidung secara bersamaan. Kedua prosedur ini bisa memberikan bentuk hidung yang lebih mancung di seluruh bagiannya. Konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan hasil yang baik dan sesuai.

 

Bagaimana prosedur melakukan filler hidung?

biaya filler hidung

Prosedur filler hidung sebenarnya cukup sederhana, terutama jika dibandingkan dengan operasi plastik hidung. Prosedur ini biasanya dimulai dengan konsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan hasil yang diinginkan.

Diskusi juga dilakukan untuk menentukan jenis suntikan, lokasi penyuntikan, dan seberapa banyak cairan suntikan yang perlu diberikan. Jika perlu, dokter akan melakukan tes alergi guna melihat apakah Anda alergi terhadap cairan filler.

Pemasangan filler hidung dimulai dengan mengoleskan krim bius lokal ke hidung Anda dan area di sekitarnya. Ketika obat bius sudah bekerja, barulah dokter akan menyuntikkan cairan filler ke bawah kulit hidung yang ingin Anda perbaiki, baik itu di cuping, ujung, maupun batangnya.

Mulai dari konsultasi hingga penyuntikkan, biasanya memakan waktu sekitar 15 – 45 menit dan Anda bisa langsung pulang setelahnya. Hasil filler hidung baru bisa benar-benar terlihat setelah 1 – 2 minggu. 

“Dokter yang menyuntikkan filler harus yang terlatih dan mengenal anatomi tempat dia menginjeksikan filler tersebut, mengenali tanda-tanda awal terjadinya komplikasi dan memiliki rencana apabila terjadi komplikasi, sehingga meminimalkan resiko,” jelas dr. Irma Lidia.

Apabila terjadi komplikasi, misalnya penyumbatan pembuluh darah, harus mendapatkan penanganan segera. “Kalau fillernya adalah bahan hyaluronic acid, dokter dapat menyuntikan bahan yang membantu penyerapannya sehingga terurai sebelum terjadi kerusakan atau untuk mengurangi kerusakan permanen.” lanjut beliau.

Setelah beberapa bulan, cairan filler akan melebur dengan kulit sehingga bentuk hidung yang baru akan semakin terlihat. Guna mempertahankan bentuk hidung yang baru, Anda mungkin perlu mengulang prosedur filler beberapa bulan kemudian.

Kebanyakan orang dapat langsung melakukan rutinitasnya seperti biasa segera setelah prosedur tersebut. Tapi, tetap ikuti saran dari dokter.

 

Apa manfaat dan risiko filler hidung yang perlu diketahui?

Selain meluruskan batang hidung dan membuatnya lebih mancung, manfaat lain dari nose filler adalah:

  • Menghaluskan permukaan kulit hidung
  • Menambah volume hidung
  • Menghaluskan garis kontur hidung
  • Membuat hidung tampak simetris

Meskipun dapat memberikan bentuk hidung yang Anda inginkan dan dikerjakan oleh dokter yang kompeten, prosedur filler hidung sebenarnya memiliki bahaya bagi kesehatan. 

Beberapa pasien mungkin hanya akan merasakan sedikit nyeri dan kemerahan di area bekas suntikan selama beberapa hari. Adapun bahaya filler hidung terhadap sebagian orang lainnya dapat berupa:

  • Bengkak, kesemutan, atau gatal di area suntikan
  • Cairan filler berpindah ke jaringan lain, misalnya di sekitar mata yang membuat bagian tubuh tersebut tampak bengkak
  • Memar
  • Mual
  • Reaksi alergi

Bahkan, pada beberapa kasus, suntikan filler hidung bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Sebagai contoh, kerusakan jaringan hidung, penyumbatan atau kerusakan pembuluh darah di sekitar hidung, infeksi, kerusakan kulit permanen, hingga kebutaan.

Komplikasi tersebut terjadi ketika bahan filler masuk ke dalam pembuluh darah. Prosedur yang dilakukan oleh dokter berpengalaman saja dapat menimbulkan efek samping, apalagi jika filler dilakukan oleh orang yang sama sekali tidak berkompetensi.

Oleh karena itu, Anda disarankan memilih dokter bedah plastik atau dokter estetika yang sudah terlatih untuk melakukan prosedur filler hidung.

Efek samping ringan umumnya dapat hilang setelah beberapa hari. Tetapi, kalau Anda mengalami demam, nyeri berat di lokasi suntikan, penglihatan buram, dan gejala alergi setelah menjalani filler hidung, segera konsultasikan ke dokter.

Sebagai persiapan sebelum filler, Anda perlu melakukan sejumlah hal di bawah ini, yaitu:

Sebelum filler hidung

  • Hindari mengonsumsi obat antiinflamasi, aspirin, suplemen vitamin E, dan obat pengencer darah seminggu sebelumnya
  • Konsumsi makanan kaya vitamin K untuk mengurangi risiko memar
  • Tidak makan berlebihan untuk menghindari risiko mual
  • Makan makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein
  • Minum banyak air putih
  • Memastikan keamanan dan efek sampingnya pada dokter

Itulah beberapa informasi yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk melakukan filler hidung. Selain filler yang dilakukan oleh dokter, ada juga cairan filler hidung yang dijual bebas di pasaran dengan biaya murah.

Sementara untuk mendapatkan filler hidung asli, Anda perlu mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah. Tetapi, tentunya kualitas dan hasil yang didapatkan jauh lebih bagus dibandingkan filler yang dijual bebas.

Baca juga:

12 Cara Menghilangkan Kantung Mata Secara Alami

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada dokter sebelum melakukan prosedur filler ataupun tanam benang. Sesudah filler hidung, Anda pun dianjurkan untuk banyak minum air putih.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

Harper’s Bazaar. 2020. Everything you need to know about non-surgical nose jobs.

Mayo Clinic. 2018. Facial Fillers for Wrinkles.

American Board of Cosmetic Surgery. (n.d.). Injectable Dermal Fillers.

WebMD. 2017. Cosmetic Fillers and Wrinkles.

Preidt R. (WebMD). 2016. FDA Warns of Complications From Facial Fillers.

Segreto, F., dkk. 2019. Nonsurgical Rhinoplasty: A Graft-based Technique. Plastic and Reconstructive Surgery. Global Open. 7(6): e2241.

Singh, S. 2019. Practical Tips and Techniques for Injection Rhinoplasty. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. 12(1): 60–62.

Chen, Q., dkk. 2016. Serious Vascular Complications After Nonsurgical Rhinoplasty: A Case Report. Plastic and Reconstructive Surgery. Global Open: 4(4): e683.

Darwin M. (Medical Daily). 2019. Nose Threads vs. Nose Fillers: Which Is Better?

Brands