fbpx

Mendukung Gizi Sehat Bagi Penyandang Disabilitas

by | Dec 3, 2020 | Gaya Hidup Sehat, Kesehatan Lainnya | 0 comments

Pada tahun 1992, PBB menjadikan tanggal 3 Desember sebagai Hari Disabilitas Internasional untuk memberikan kesadaran akan isu orang-orang yang hidup dengan keterbatasan fisik atau mental serta bagaimana pemerintah dan masyarakat mendukung hingga menerima hak dan kesehatan orang-orang dengan disabilitas tersebut.

Kilas Balik Penyandang Disabilitas

Beda Penyandang Difabel Dulu dan Sekarang

Jika melihat ke belakang, khususnya pada tahun 1800an, cara pandang dan perlakuan orang terhadap kaum difabel sangat berbeda jauh dengan saat ini, di mana mereka mulai mendapat tempat di masyarakat. 

Pada masa itu bahkan bisa ditemukan rumah sakit jiwa yang penuh terisi orang-orang difabel, kriminal, dan fakir. Kondisi tempatnya pun bisa dikatakan tidak layak. Ada pula keluarga yang harus mengurung kerabatnya yang dianggap “gila”.

Meski begitu, ada pula rumah sakit yang terbilang layak pada awal 1700an hingga 1800an. Seperti Institute of the Pennsylvania Hospital yang memperkenalkan “perawatan moral” yang berfokus pada merawat kondisi emosional difabel.

Sayangnya, walau banyak rumah sakit mencontoh model perawatan tersebut, jumlah mereka kian menurun pada 1900an. Sebaliknya, banyak pengawas hingga dokter yang mulai melakukan riset dan perawatan medis yang baru tapi sangat memprihatinkan. 

Beberapa menerapkan praktik sterilisasi pada penyandang disabilitas agar mereka tidak bisa memiliki anak. Hal ini berangkat dari kepercayaan para dokter tersebut untuk menekan genetik yang tidak diinginkan agar kualitas ras manusia bisa meningkat.

Yang lebih parahnya lagi, ada beberapa dokter yang menjalankan lobotomi. Ini merupakan operasi untuk membuang sebagian otak. Dengan melakukannya, mereka percaya bila lobotomi bisa mengurangi perilaku mania atau sangat mengganggu pada orang dengan gangguan mental. 

Kesadaran Akan Hak Disabilitas yang Mulai Muncul

Pada 1960an dan 1990an, banyak rumah sakit dan institusi psikiater ditutup. Penutupan ini membuka jalan bagi program dan layanan yang dibiayai pemerintah. Program tersebut lebih mengarah ke kebutuhan sehari-hari kaum difabel daripada mencari pengobatan dengan cara yang keliru.

Perubahan perawatan disabilitas juga semakin besar karena adanya gerakan yang menyuarakan hak kaum disabilitas pada awal abad ke-20, termasuk di dalamnya advokat dan organisasi global. 

Baru pada 1991, PBB membuat undang-undang perlindungan untuk orang dengan penyakit mental dan perkembangan perawatan kesehatan mental. Beberapa poin dari peraturan tersebut adalah agar orang dengan penyakit mental diperlakukan seperti halnya manusia lainnya, tanpa diskriminasi dan rasa tidak hormat. 

Selang setahun setelah munculnya peraturan tersebut, PBB mendirikan Hari Disabilitas Internasional yang dirayakan tiap 3 Desember setiap tahunnya. Peringatan ini juga yang membuat berkembangnya pemberdayaan dan persamaan hak orang dengan disabilitas.

Cara Pemeliharaan Gizi Bagi Penyandang Disabilitas

hari-disabilitas-internasional

Guna memperingati Hari Disabilitas Internasional, kita sebaiknya dapat mendukung keberadaan penyandang disabilitas, salah satunya dengan menjaga gizi hariannya. 

Pemenuhan kebutuhan gizi harian sangatlah penting untuk pengidap disabilitas. Hal ini juga perlu menjadi perhatian bagi difabel yang membutuhkan dukungan dari luar, baik itu perawat, nutrisionis, maupun keluarga.

Montana Disability and Health Program merangkum perawatan standar nutrisi untuk meningkatkan kualitas pola makan dan nutrisi pendukung pada orang dewasa penyandang disabilitas intelektual dan/atau perkembangan.

Standar ini juga dibuat karena difabel sering mengalami yang namanya “kondisi sekunder”. Kondisi ini disebabkan adanya isu fisik dan psikologis yang membatasi difabel dalam menjalani hidup dan melakukan aktivitasnya.

Standar Minimum Perawatan Disabilitas

Dalam merawat atau membantu penyandang disabilitas untuk menyediakan makanannya setidaknya perlu diikuti dengan cara berikut:

  • Menyediakan makanan dan nutrisi pendukung yang baik untuk kesehatannya. 
  • Menyediakan informasi, mendorongnya belajar, dan dukungan instrumental atau sosial yang positif. Hal ini bisa dilakukan dengan membantunya berbelanja, memasak, dan sebagainya agar difabel dapat memilah mana makanan yang baik baginya di kemudian hari.
  • Mendukungnya untuk terlibat dalam aktivitas yang membuatnya peduli pada makanan sehat dan aktivitas fisik.

Tahap Menjamin Kualitas dan Nutrisi yang Baik

Standar perawatan nutrisi di sini juga mencakup cara untuk mencapai pola makan serta nutrisi yang berkualitas. Sehingga, pada akhirnya penyandang disabilitas akan mendapatkan kesehatan yang layak dan agar bisa berpartisipasi dalam banyak kegiatan.

Standar perawatan gizi disabilitas ini membutuhkan peran orang luar untuk membantu menerapkan standar dalam tiap levelnya, yang menjadikan difabel berada pada:

1. Level 1, merupakan pola makan yang aman dan nutrisi yang mencukupi. Ini mencakup:

  • Makanan dengan jumlah dan kualitas yang cukup.
  • Beragam buah, sayur, dan gandum.
  • Makanan yang aman cara menaruhnya dan penyajiannya.
  • 3 menu utama dan snack per harinya.
  • Aktivitas fisik secara teratur.
  • Pemahaman akan makanan apa yang disukai difabel yang dirawatnya.

2. Level 2, merupakan pola makan yang juga mencakup kebutuhan khususnya. Ini mencakup pemenuhan enam komponen level 1 yang dilanjutkan dengan:

  • Mengurus kondisi medis difabel.
  • Mengurus kondisi sekunder difabel.
  • Memenuhi kebutuhan khusus lainnya.

3. Level 3, pada tahap ini, penyandang disabilitas sudah melewati level 1 dan 2 sehingga ia dapat meningkatkan kesehatannya lewat pola makan yang benar dan terhindar dari penyakit serius. Pada level ini pola makannya mengandung:

  • Sumber makanan nabati yang mencukupi.
  • Makanan yang rendah kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans.
  • Gula dan garam yang dibatasi.
  • Lebih banyak protein nabati (kacang-kacangan, buncis, dan biji-bijian) serta protein hewani (daging) yang rendah lemak.
  • Banyak suplemen vitamin atau mineral.
  • Sedikit atau tidak ada alkohol sama sekali.

Begitulah cara mendukung gizi yang baik dan sehat bagi penyandang disabilitas. Meski adanya keterbatasan, kaum difabel juga layak untuk hidup. Karenanya, orang-orang dengan fungsi tubuh yang masih utuh harus memberi perlakuan dan hak yang sama, sejalan dengan alasan didirikannya Hari Disabilitas Internasional.

Baca juga:

Dukung Hari Kesehatan Nasional dengan Pola Makan Sehat Selama Pandemi

Pola Makan Sehat untuk Sistem Imun Lebih Kuat

Ini Dia Cara Mengatur Pola Makan untuk Diabetes

Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee, Anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai kebutuhan personal. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Penulis: Arofah Hafizh A. 

 

Referensi:

IDPWD. n.d. Disability Timeline.

Perri M. n.d. Disability History: Early and Shifting Attitudes of Treatment.

PBB. 1991. Principles for the protection of persons with mental illness and the improvement of mental health care.

Montana Disability and Health Program. n.d. Nutrition for Individuals with Intellectual or Developmental Disabilities

Brands