fbpx
BerandaKesehatan LainnyaMengapa Vagina Berdarah saat Berhubungan Seksual?

Pendarahan vagina atau vagina berdarah saat ataupun setelah berhubungan seksual dapat terjadi oleh berbagai faktor. Pada umumnya, vagina yang berdarah saat berhubungan seksual disebabkan oleh robeknya selaput dara wanita. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua wanita memiliki selaput dara dan fakta bahwa selaput dara cukup elastis untuk tidak robek saat penetrasi.

vagina-berdarah

Sementara itu, tidak semua pendarahan vagina yang terjadi saat berhubungan seksual disebabkan oleh robeknya selaput dara. Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan vagina berdarah saat berhubungan seksual? Mari simak penjelasan dari Jovee mengenai hal ini di artikel berikut.

Mengapa Vagina Berdarah saat Berhubungan Seksual?

Vagina berdarah saat berhubungan seksual umumnya adalah hal yang normal. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa 9% wanita mengalami peristiwa vagina berdarah baik selama atau setelah berhubungan seksual. Sementara itu, studi lain juga menyebutkan bahwa 46% hingga 63% wanita pasca menopause akan mengalami vagina kering, gatal, nyeri, atau pendarahan selama ataupun setelah berhubungan seksual karena perubahan hormonal yang mempengaruhi jaringan vagina.

Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengapa vagina berdarah saat berhubungan seks.

1. Vagina yang Kering

Foreplay atau seks yang kasar dapat menyebabkan luka, lecet, atau robek pada lapisan vagina. Jaringan vagina pada umumnya sensitif dan mudah rusak. Sehingga ketika vagina tidak cukup terlubrikasi, gesekan yang keras dapat menyebabkan cedera pada jaringan yang rentan ini.

Pendarahan juga dapat terjadi sebagai akibat dari pelecehan atau kekerasan seksual. Penetrasi paksa dapat merusak jaringan vagina yang membentuk celah luka. Celah ini dapat berulang kali sembuh dan terbuka kembali, kecuali jika ditangani secara medis.

Selain itu, wanita yang sudah memasuki masa menopause juga lebih rentan mengalami peristiwa vagina berdarah saat berhubungan seksual. Selama menopause, hormon estrogen menurun yang menyebabkan penurunan pada produksi cairan vagina. Cairan vagina yang sedikit menyebabkan vagina kering, sehingga gesekan pada vagina dapat menyebabkan iritasi ataupun luka. Jika kamu alami vagina kering, kamu dapat memberi gel pelumas pada vagina saat berhubungan seksual untuk mengurangi gesekan kasar pada vagina.

2. Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual dapat menyebabkan peradangan pada jaringan tisu vagina, yang dapat menjadi penyebab dari vagina berdarah saat berhubungan seksual. Infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore juga berhubungan dengan gejala lainnya seperti nyeri panggul, rasa gatal dan terbakar pada vagina, keputihan, dan rasa sakit saat buang air kecil.

Walaupun setiap infeksi memiliki gejalanya sendiri, umumnya peradangan oleh salah satu penyakit menular ini dapat menyebabkan pendarahan pada vagina.

3. Penggunaan Obat Kontrasepsi

Penggunaan obat kontrasepsi bisa saja menyebabkan pendarahan tidak terduga. Namun, untuk memastikan vagina berdarah disebabkan oleh obat kontrasepsi, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Polip Jinak

Pertumbuhan polip pada serviks atau rahim adalah penyebab umum vagina berdarah selama atau setelah berhubungan seks. Polip rahim adalah benjolan kecil dan lunak yang menonjol dari dalam rahim. Benjolan ini sangat rentan terhadap pendarahan, terutama saat berhubungan seksual dan masa menopause.

Walaupun sebagian besar polip bersifat jinak, kamu tetap harus waspada karena beberapa dari polip ini dapat berkembang menjadi kanker serviks.

5. Erosi Serviks

Menurut Verywellhealth, erosi serviks adalah kondisi di mana sel-sel yang biasanya melapisi bagian dalam serviks menonjol keluar. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah di serviks melebar dan meradang. Vagina berdarah saat berhubungan seksual dan pendarahan saat menggunakan tampon adalah beberapa akibat dari kondisi ini.

Erosi serviks dapat terjadi pada wanita yang menggunakan obat kontrasepsi, remaja, dan wanita hamil yang memiliki jaringan serviks lebih lunak dari wanita pada umumnya. Walaupun begitu, erosi serviks biasanya tidak memerlukan pengobatan.

6. Atrofi Vagina

Saat menopause, vagina akan menghasilkan lebih sedikit cairan vagina. Kondisi inilah yang disebut dengan atrofi vagina, yang juga berhubungan dengan rasa gatal dan terbakar pada vagina. Atrofi vagina dapat diobati dengan terapi estrogen.

7. Kehamilan

Kehamilan dini juga bisa menjadi penyebab vagina berdarah saat berhubungan seksual. Dr Ashby, dari Netdoctor, mengatakan “Jika terjadi pendarahan saat berhubungan seksual, segara lakukan tes kehamilan. Tes ini sangat penting untuk mengidentifikasi kemungkinan kehamilan ektopik yang membutuhkan perawatan medis segera.”

Kamu dapat melakukan tes kehamilan di rumah menggunakan test pack, namun sebaiknya lakukan tes kehamilan di rumah sakit agar dokter dapat segera melakukan tindakan jika diperlukan.

8. Kanker

Pendarahan vagina yang tidak teratur, termasuk vagina berdarah saat melakukan hubungan seksual adalah gejala umum dari kanker serviks atau vagina. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa pendarahan seperti ini adalah gejala pertama yang dialami dari 11% pasien penderita kanker serviks. Pendarahan ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah saat sel-sel kanker berkembang. Gejala kanker termasuk:

  • Pendarahan setelah menopause atau di antara periode menstruasi
  • Keputihan yang disertai darah
  • Pendarahan mestruasi yang lebih berat dari biasanya

Untuk memastikan lebih lanjut, dokter kandungan akan melakukan pap smear dan kolposkopi.

Itulah sejumlah penyebab vagina berdarah saat berhubungan seksual. Ingin mengetahui informasi mengenai kesehatan reproduksi lainnya? Simak selengkapnya di Jovee. Unduh juga aplikasinya untuk mengetahui rekomendasi vitamin harian sesuai kebutuhan personal kamu. Aplikasi Jovee tersedia di Google Play Store dan App Store. Temukan berbagai vitamin asli dan terbaik, dari A ke Z(inc), hanya di Jovee.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

eosinofil-tinggi

Mengenal Eosinofil dan Fungsinya Bagi Tubuh

Kesehatan Lainnya   28/06/2022
minyak-esensial

4 Tips Membeli Minyak Esensial

Kesehatan Lainnya   27/06/2022
dna-fragmentation-index

Mengenal DNA Fragmentation Index (DFI)

Kesehatan Lainnya   26/06/2022
bahaya-klorin-di-pembalut

Ketahui Bahaya Klorin pada Pembalut Wanita

Kesehatan Lainnya   25/06/2022
bahaya-lsd

Kenali Bahaya LSD, Narkotika Penyebab Halusinasi

Kesehatan Lainnya   24/06/2022