fbpx
BerandaKesehatan LainnyaMengenal HIV/AIDS dan Pola Makannya yang Benar

Sejak kasus pertamanya pada Juni 1981 dan temuan virus penyebabnya pada 1984, sudah ada 38 juta pengidap yang tercatat hingga akhir 2019 lalu. Hari AIDS Sedunia pun diperingati pada 1 Desember sejak WHO dan PBB mendirikannya pada 1988.

hari AIDS sedunia

HIV/AIDS yang melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi ini menyebar lewat kontak dengan cairan tubuh orang yang mengidap HIV. Kontak tersebut umumnya terjadi saat berhubungan badan tanpa pengaman atau melalui alat suntik yang digunakan berbarengan.

HIV.gov menyebutkan orang yang berisiko mengalami kontak HIV adalah pria yang berhubungan sesama jenis, pekerja seks, transgender, dan mereka yang berbagi obat suntikan.

Meski selama 36 tahun setelah ditemukan HIV (human immunodeficiency virus), obatnya masih belum ditemukan. Walau begitu, pengidap HIV masih bisa terus hidup dengan pengobatan terapi antiretroviral (ART).

Mengenal Apa Itu HIV dan AIDS

Beda HIV dan AIDS

Jika HIV merupakan virus yang menginfeksi tubuh, AIDS (immunodeficiency syndrom) merupakan tahap akhir dari infeksi itu sendiri. Ini merupakan tahap yang terjadi apabila infeksi HIV tidak ditangani dari awal. AIDS juga merupakan tahap berkembangnya berbagai kanker, infeksi, atau tanda mulanya penyakit jangka panjang.

Cara Tahu Terjangkitnya Seseorang dan Pencegahan AIDS

Di Amerika Serikat, banyak pengidap HIV yang dapat mencegah munculnya AIDS. Itu karena mereka mendapat akses ke pengobatan HIV setiap harinya sehingga perkembangan penyakit di dalam tubuh dapat dihentikan.

Bagaimana HIV Menyebar

Tidak seperti penyakit akibat virus pada umumnya, HIV tidak bisa didiagnosa dari gejala apa pun itu. Satu-satunya cara mengetahui apakah seseorang terkena penyakit mematikan ini adalah dengan melalui tes. Meski begitu, bagaimana transmisi virus terjadi telah diketahui dari temuan-temuan yang telah ada.

HIV menyebar lewat kontak langsung dengan cairan tubuh pengidap virus tersebut. Hal ini kebanyakan terjadi lewat hubungan seksual seperti cairan rektal (anus) pada seks anal, cairan vagina pada seks vaginal, air mani, dan cairan pra-mani. Transmisi lainnya terjadi pada suntikan yang dipakai bersama dengan penderita HIV.

Darah juga menjadi medium penyebar infeksi lewat transfusi darah, produk darah, atau transplantasi organ atau jaringan. Ini bisa terjadi juga pada kontak luka di kulit. Pengidap HIV yang mengalami luka berdarah di gusi juga bisa menyebarkan virus saat berciuman dengan mulut terbuka atau saat mengunyahkan makanan untuk orang lain.

Virus tersebut juga bisa menyebar lewat ASI pada ibu yang menyusui. Namun, penggunaan obat HIV dan cara lainnya dapat menurunkan risiko transmisi ibu ke anak hingga angka 1% atau sedikit di Amerika Serikat.

Yang Bukan Perantara Penyebaran HIV

Meski air liur, air mata, keringat merupakan cairan tubuh, mereka tidak menyebarkan virus bila tidak bercampur dengan darah pengidap HIV. Aktivitas berbagi makanan dan minuman, perangkat makan yang sama, bersalaman, berpelukan, hingga berbagi toilet juga tidak menyebarkan HIV.

Mengatur Pola Makan yang Baik untuk Penderita HIV/AIDS

Hari AIDS Sedunia tak hanya diperingati mereka yang terkena infeksi virus mengerikan tersebut. Tapi, Anda yang tidak terkena dan memiliki kerabat yang mengidap HIV/AIDS bisa memperingatinya juga sekaligus memberi semangat kepada mereka yang terkena.

hari AIDS sedunia
Hari AIDS Sedunia pun diperingati pada 1 Desember sejak WHO dan PBB mendirikannya pada 1988. Kenali lebih dalam tentang apa itu AIDS berikut.

Meski tidak ada obatnya, orang yang mengidap HIV/AIDS bisa menjalankan aktivitas normal namun tetap menjaga pola serta penyajian makanannya. Apalagi penderita HIV/AIDS perlu menjaga nutrisi hariannya sebaik mungkin supaya kesehatan sistem imunnya tidak menurun.

Kelvin Halim, nutrisionis Jovee, menambahkan, “pengaturan asupan Penderita HIV/AIDS juga penting untuk mempertahankan berat badan. Manifestasi pada beberapa kasus HIV/AIDS adalah penurunan berat badan berlebih. Hal ini juga dapat menyebabkan tidak optimalnya kesehatan tubuh seperti sistem imun.”

Penyajian dan Tata Cara Makanan yang Aman

Karena sistem imun pengidap HIV/AIDS sangatlah rentan, makanan yang disajikan harus benar-benar aman. Sebab, pengidap HIV/AIDS punya risiko yang lebih besar terhadap penyakit yang berasal dari makanan. Berikut penyajian dan cara makan yang aman menurut HIV.gov.

  • Hindari makan makanan yang disajikan mentah, seperti telur, daging, atau seafood (termasuk sushi, tiram, dan kerang). Kelvin menjelaskan bila hal ini disebabkan risiko penyakit yang dapat muncul dari bakteri, jamur, ataupun virus yang masih menempel pada makanan yang tidak matang.
  • Cuci buah dan sayur dengan benar dan merata.
  • Gunakan papan pemotong atau talenan yang berbeda untuk daging mentah.
  • Langsung cuci tangan, peralatan masak, dan talenan dengan sabun cuci dan air setelah menggunakannya.
  • Kebersihan air juga harus diperhatikan. Itu karena air membawa banyak parasit, bakteri, dan virus. Agar tetap terjaga dari penyakit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  1. Jangan minum air langsung dari kolam, sungai, aliran atau genangan air apa pun.
  2. Anda mungkin perlu menggunakan air yang dijual di toko untuk sumber minuman atau menggunakan filter air di rumah.
  3. Anda juga bisa menurunkan risiko terkena penyakit dari air dengan memasaknya terlebih dahulu untuk keperluan diminum maupun masakan.
  4. Ketika sedang jalan-jalan ke tempat yang sanitasinya buruk atau kebersihan airnya masih dipertanyakan, minum hanya dari air yang dibeli atau disediakan Anda sendiri. Jauhi pula es atau jus dan minuman yang tidak disterilkan.

Pilih Menu Makan Sehat untuk HIV/AIDS

Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan kalau menu makan yang sehat mempunyai nutrisi dasar yang diperlukam tubuh, mengandung beragam makanan dari grup makanan dasar, menyediakan energi yang mencukupi untuk menjaga berat badan yang sehat, dan tidak menyimpan kelebihan lemak, gula, garam, ataupun alkohol.

Berikut enam nutrisi dasar yang harus dipenuhi pengidap HIV/AIDS.

  • Protein, untuk pembentukan otot dan sistem imun yang kuat. Kelvin menerangkan, “Kebutuhan protein pada pasien disarankan 0,8-1,2 gram/kg berat badan. Untuk berat badan 60 kg, protein yang dibutuhkan per hari ialah 48-72 gram.”
  • Karbohidrat (juga pati dan gula), untuk pasokan energi. “Karbohidrat harus menyumbang 60% dari total energi. Energi juga harus ditingkatkan 20-30% dari kebutuhan untuk mempertahankan berat badan,” jelas Kelvin.
  • Lemak, untuk memberi energi tambahan.
  • Vitamin, untuk mengatur proses tubuh.
  • Mineral, untuk mengatur proses tubuh dan membangun jaringan tubuh.
  • Air, untuk memberikan bentuk sel dan berperan sebagai medium di mana proses tubuh dapat terjadi.

Konsultasikan juga perubahan pola makan kepada dokter atau perawat Anda atau ahli gizi yang mengerti perawatan HIV. Ini baik dilakukan untuk mendapatkan pola makan yang baik dengan nutrisi yang terpenuhi. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh seperti Konimex Renovit 30 Kaplet – Suplemen Daya Tahan Tubuh (Rp87.000).

Merawat diri dengan gaya hidup serta pola makan yang baik adalah cara tepat untuk menghindari HIV hingga AIDS di mana imunitas sudah sangat rentan. Bagi pengidap HIV/AIDS sendiri, cara yang sama juga perlu diperhatikan, terutama bagaimana cara dan makanan apa yang tersaji sebagai santapan Anda sehari-hari.

Baca juga:

Pola Makan Sehat untuk Sistem Imun Lebih Kuat

Peran Perawat Dalam Melawan Diabetes

4 Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

Itulah tadi informasi yang dapat kami berikan untuk memperingati hari AIDS sedunia. Mulai dari penjelasan apa itu HIV/AIDS hingga pola makan penderita HIV/AIDS. Kami berharap dengan diperingatinya hari AIDS sedunia ini, kita lebih berhati-hati agar tidak terkena penyakit ini. Dan jika sudah terkena, kita menjadi lebih tau apa saja yang harus dilakukan.

Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee Anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai kebutuhan personal. Dapatkan suplemen terbaik hanya di Jovee.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

eosinofil-tinggi

Mengenal Eosinofil dan Fungsinya Bagi Tubuh

Kesehatan Lainnya   28/06/2022
minyak-esensial

4 Tips Membeli Minyak Esensial

Kesehatan Lainnya   27/06/2022
dna-fragmentation-index

Mengenal DNA Fragmentation Index (DFI)

Kesehatan Lainnya   26/06/2022
bahaya-klorin-di-pembalut

Ketahui Bahaya Klorin pada Pembalut Wanita

Kesehatan Lainnya   25/06/2022
bahaya-lsd

Kenali Bahaya LSD, Narkotika Penyebab Halusinasi

Kesehatan Lainnya   24/06/2022