fbpx
BerandaMakanan SehatMengidap Penyakit Liver? Kenali 8 Makanan Ramah Hati Ini

Ketika organ hati mengalami gangguan, otomatis kerjanya dalam membersihkan darah dari racun menjadi lebih berat. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang untuk menjaga berat badan ideal serta memelihara kekuatan secara keseluruhan adalah hal penting bagi orang dengan penyakit liver. Supaya fungsi hati tetap berjalan optimal, penuhilah nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh organ tersebut.

Mengidap Penyakit Liver? Kenali 8 Makanan Ramah Hati Ini

1. Sayuran berdaun hijau

Sayuran seperti kale, brussels sprouts, dan kol kaya akan sulfur yang mampu membantu hati untuk membuang atau menetralkan racun. Bicara soal hati, dandelion merupakan tumbuhan yang dikatakan paling efektif dan direkomendasikan untuk mendetoksifikasi serta mendukung pencernaan dan penyerapan lemak dengan menstimulasi produksi empedu.

Tidak cuma vitamin dan mineral, sayuran berdaun hijau juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat melindungi hati dari kerusakan akibat racun radikal bebas. Klorofil, alias pigmen hijaunya bisa mengurangi kadar toksin dan membersihkan hati. Karenanya, perbanyaklah konsumsi bayam, lobak, sawi, selada, serta kubis.

2. Sayuran cruciferous

Brokoli, kol, kembang kol, bok choy, dan daikon termasuk ke dalam jenis sayuran cruciferous. Dedaunan pada sayuran ini berbentuk seperti salib sehingga dinamakan cruciferous. Jenis sayuran ini mengandung fitonutrien, yang terdiri dari flavonoid, carotenoid, sulforaphane dan indoles. Senyawa kimia alami ini bertindak sebagai antioksidan yang membantu hati menetralkan zat kimia, pestisida, obat-obatan serta zat karsinogen.

Di dalam sayuran cruciferous juga terdapat antioksidan glutathione tinggi yang dikenal sebagai nutrisi penting dalam pembersihan hati. Glutathione pun dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

3. Makanan tinggi sulfur

Sulfur dibutuhkan oleh organ hati untuk melakukan detoksifikasi dengan mengeluarkan merkuri atau zat tambahan makanan tertentu dari tubuh. Mineral ini juga memiliki efek antiinflamasi dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Asupan sulfur bisa diperoleh dari makanan seperti bawang putih, bawang bombai, merah dan perai, telur, artichoke, jamur maitake, shiitake, serta reishi.

4. Buah-buahan beri

Buah stroberi, raspberry dan cranberry mengandung antioksidan anthocyanin dan polyphenols, yang telah terbukti menghambat perkembangan sel kanker di hati. Antioksidan ini juga dapat mengurangi jerawat, rasa sakit dan penuaan. Tidak heran jika kelompok beri ini dielu-elukan sebagai buah-buahan super.

5. Buah anggur

Baik anggur merah ataupun ungu memiliki senyawa aktif, salah satunya resveratrol. Anggur dipercaya bisa menurunkan peradangan dan memperbaiki fungsi hati.

6. Lemak

Sel-sel di dalam tubuh Anda menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Pencernaan glukosa ke dalam sel tubuh ini dibantu oleh hormon insulin. Penderita penyakit ginjal seringkali mengalami masalah resistensi insulin. Artinya, insulin yang dihasilkan tubuh tidak bisa digunakan dengan baik sehingga terjadi penumpukan glukosa di dalam darah yang diubah menjadi lemak oleh hati.

Beberapa jenis lemak tertentu bisa membantu tubuh Anda menggunakan insulin dengan lebih baik. Glukosa pun bisa dicerna ke dalam sel tubuh dan hati tidak perlu mengubahnya menjadi lemak dan mencadangkannya. Namun lemak juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Jenis lemak tersebut adalah:

  • Asam lemak omega 3 yang bisa diperoleh dari ikan berlemak, minyak sayur, walnut, flaxseed dan minyaknya, serta sayuran berdaun hijau.
  • Lemak tidak jenuh dari sumber nabati seperti zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat.

7. Kopi dan teh hijau

Sejumlah studi menunjukkan konsumsi kopi bisa melindungi hati dari kerusakan dan menjaga fungsinya tetap optimal. Disamping itu, tampaknya kopi juga dapat mengurangi risiko kerusakan hati permanen dan sirosis (pengerasan) pada penderita penyakit liver kronis. Manfaat kopi ini mungkin berkaitan dengan antioksidan yang dikandungnya.

Sama halnya dengan teh hijau. Konsumsi teh ini diyakini mengurangi stres oksidatif dan penumpukan lemak di hati.

8. Antioksidan dan suplemen

Sel tubuh bisa mengalami kerusakan jika nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi tidak dicerna dengan sempurna. Hal ini bisa berakibat pada penumpukan pada organ hati. Antioksidan dikenal mampu membantu melindungi sel dari kerusakan tersebut. Selain dari kopi, teh hijau, buah beri, dan sayuran, sumber antioksidan yang tidak kalah baik untuk organ hati meliputi:

  • Bawang putih.
  • Vitamin E yang bisa diperoleh dari: biji bunga matahari, kacang almond, dan minyak zaitun serta canola.
  • Rempah-rempah. Konsumsi rempah, seperti temulawak dan kunyit, adalah cara termurah untuk mendapatkan hati yang sehat. Rempah ini dapat dicampurkan dengan minuman atau digunakan sebagai bumbu masakan. Rempah juga kaya akan zat-zat penetral racun yang bersifat antiinflamasi, antiviral, dan antimikroba.

Makanan yang perlu dihindari

Penderita penyakit liver sebaiknya menghindari konsumsi lemak jenuh. Lemak ini bisa ditumpuk di dalam hati sehingga mengganggu fungsinya. Sumber makanan yang mengandung jenis lemak ini, termasuk:

  • Daging unggas, kecuali yang tanpa lemak
  • Keju
  • Yogurt, kecuali yang rendah lemak
  • Daging merah
  • Makanan manis, misalnya permen, minuman bersoda, serta makanan yang mengandung gula tambahan termasuk sirup fruktosa
  • Minuman beralkohol
  • Makanan yang diolah dengan minyak kelapa
  • Makanan berlemak tinggi ataupun makanan yang digoreng

Selain menerapkan pola makan sehat, orang dengan penyakit liver juga perlu mengontrol berat badannya dan kadar gula darah, serta olahraga rutin. Olahraga yang bisa dilakukan adalah aerobik atau latihan angkat beban. Untuk memastikan liver tetap sehat, coba konsumsi suplemen Blackmores Milk Thistle (Rp 179.290). Blackmores Milk Thistle adalah suplemen untuk menjaga kesehatan hati atau liver dengan kandungan tinggi Silybum marianum (Milk thistle) yang setara dengan 7.000 mg buah kering. Vitamin ini dapat membantu memelihara fungsi hati, membantu menjaga sel hati dari makanan berminyak dan berlemak tinggi serta minuman tinggi kafein dan beralkohol serta mendukung proses regenerasi sel hati.

Ingin tahu apakah makanan yang anda konsumsi sudah memenuhi kebutuhan vitamin harianmu? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

manfaat-daun-salam

Ketahui 10 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan

Makanan Sehat   12/06/2022
lidah-gatal-setelah-makan-nanas

Apa Penyebab Lidah Gatal Setelah Makan Nanas?

Makanan Sehat   10/06/2022
apakah-pisang-bagus-untuk-diet

Apakah Benar Buah Pisang Bagus untuk Diet?

Makanan Sehat   17/05/2022
apakah-tomat-bisa-menghilangkan-jerawat

Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Jerawat?

Makanan Sehat   17/05/2022
jadwal-mpasi-6-bulan

Mulai MPASI, Begini Jadwal Makan Bayi Usia 6 Bulan

Makanan Sehat   10/05/2022