fbpx
BerandaKesehatan LainnyaOndansetron untuk Meredakan Mual pada Ibu Hamil, Beserta Dosisnya

Mual dan muntah merupakan gejala yang umum dialami oleh 80% wanita hamil pada trimester pertamanya. Biasanya, gejala mual dan muntah kehamilan (NVP) ini akan hilang karena perubahan gaya hidup dan pola makan ataupun seiring bertambahnya usia kehamilan. Namun, beberapa kasus NVP (nausea and vomiting of pregnancy) yang parah mungkin membutuhkan pengobatan medis. Salah satu obat tersebut adalah ondansetron. Ondansetron digunakan untuk membantu mengelola efek samping kemoterapi kanker, yaitu mual. Kini, ondansetron diyakini mampu mengatasi gejala mual dan muntah akibat berbagai kondisi kesehatan, termasuk untuk ibu hamil. Pertanyaannya adalah, seberapa aman obat ini dikonsumsi oleh ibu hamil?

obat-ondansetron-untuk-ibu-hamil

Apa itu obat ondansetron?

Ondansetron adalah obat yang digunakan untuk mencegah serta mengobati mual dan muntah yang disebabkan oleh pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi (radioterapi). Obat tersebut hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter.

Ondansetron juga digunakan untuk mencegah dan mengatasi muntah-muntah usai operasi. Anda bisa mengonsumsi obat ondansetron sendirian atau mengombinasikannya dengan obat-obatan lain.

Ondansetron bekerja dengan menghambat ikatan serotonin—yang menyebabkan muntah—pada reseptor 5HT3. Dengan begitu, pasien akan berhenti mual dan muntah. Anda dapat menemukan ondansetron dalam bentuk tablet 4 mg dan 8 mg, tablet salut selaput, sirop, suppositoria, serta suntik.

Penggunaan ondansetron untuk ibu hamil

Karena mampu mencegah dan mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi, obat ini dipercaya dapat pula mengobati morning sickness pada ibu hamil.

Di Amerika, belum ada obat anti morning sickness yang sudah disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA). Sebagai gantinya, ondansetron dimanfaatkan untuk meredakan gejala mual dan muntah pada ibu hamil tersebut.

Berdasarkan data dari FDA, ondansetron untuk ibu hamil adalah obat yang termasuk dalam kategori B. Artinya, hasil penelitian terhadap binatang percobaan menunjukkan ondansetron tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun, hingga kini belum ada studi yang mempelajari efek obat ini pada wanita hamil.

Sementara menurut TGA (Therapeutic Goods Administration), ondansetron untuk ibu hamil adalah obat yang termasuk dalam kategori B1. Berarti, obat tersebut hanya digunakan oleh sebagian kelompok dan tidak menimbulkan efek teratogenik (kelainan kongenital alias bawaan lahir). Meski begitu, perlu dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal ini.

Obat-obatan kategori B terbilang cukup aman digunakan pada saat hamil. Terlebih lagi, bila rasa mual yang Anda rasakan cukup berat.

Rekomendasi dosis ondansetron untuk ibu hamil

dosis-ondansetron-untuk-ibu-hamil

Sebuah penelitian di Australia menganjurkan pemberian ondansetron untuk ibu hamil sebanyak tablet 4 – 8 mg dilakukan tiga kali sehari, setiap 8 jam sekali. Jumlah tersebut dapat direkomendasikan jika obat anti mual dan muntah lainnya tidak mengurangi gejala morning sickness.

Anda harus ingat bahwa obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Karenanya, penggunaan ondansetron untuk ibu hamil harus berada di bawah pengawasan dan sesuai anjuran dokter.

Ibu hamil sangat tidak disarankan untuk merubah dosis obat yang diberikan dokter tanpa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Efek samping yang sering muncul akibat pemberian obat ondansetron untuk ibu hamil adalah konstipasi, perut kembung, kelelahan, sakit kepala, mengantuk, dan ruam kemerahan pada kulit.

Apa kata penelitian?

Sekitar 0,3% hingga 1% ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu kondisi yang ditandai dengan gejala mual dan muntah menetap, kekurangan cairan (dehidrasi), penurunan berat badan mencapai 5%, penurunan kadar kalium darah, dan ditemukannya keton pada urin. Adanya zat keton dalam urin menunjukkan ibu hamil mengalami dehidrasi berat.

Beberapa studi yang ada menyimpulkan hasil yang berbeda-beda terkait keamanan obat ondansetron untuk ibu hamil.

Studi yang dilakukan Slone Epidemiology Center, Universitas Boston dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan konsumsi ondansetron di masa awal kehamilan tidak meningkatkan risiko kelahiran cacat.

Tetapi, penelitian oleh Colvin, dkk. terhadap 96.968 ibu hamil selama tahun 2002 – 2005 di Australia Barat menemukan adanya sedikit peningkatan risiko pada 251 ibu hamil yang mendapat ondansetron, berupa:

  • Kelainan kongenital mayor
  • Kelahiran prematur
  • Panjang bayi lahir hanya ≤50 cm
  • Infeksi saluran kemih pada ibu

Peneliti juga menunjukkan bahwa peningkatan risiko tersebut tidak bermakna secara statistik. Oleh karena itu, penelitian ini tidak dapat menyimpulkan keamanan ondansetron untuk ibu hamil.

Anderka, dkk. mengamati efek ondansetron terhadap 4524 bayi yang lahir dengan cacat bawaan dan 5859 bayi normal. Ibu dari bayi tersebut diberikan pertanyaan mengenai kejadian mual dan muntah selama kehamilan dan obat anti mual muntah yang pernah dikonsumsinya.

Hasil penelitian Anderka menunjukkan bahwa risiko sumbing langit-langit (cleft palate) meningkat sebanyak 2,37 kali pada ibu yang mengonsumsi ondansetron.

Selain risiko cacat bawaan pada janin, ondansetron juga disinyalir berisiko pada ibu yang mengonsumsinya. FDA menyatakan, ondansetron berisiko menyebabkan gangguan irama jantung. Maka dari itu, penggunaan obat ini harus mengacu pada anjuran dokter.

Tips meredakan mual dan muntah saat hamil

Mual, muntah, rasa lemas dan tidak bersemangat memang kerap dirasakan para ibu di masa-masa kehamilan awal. Gejala morning sickness ini biasanya berlangsung sepanjang hari dan akan membaik dengan sendirinya pada kehamilan 16 – 20 minggu.

Selama tidak mengganggu aktivitas, gejala ini adalah suatu proses yang wajar dan normal. Tetapi, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala mual dan muntah tersebut, diantaranya adalah:

  • Konsumsi makanan kering seperti sereal, roti, atau biskuit saat sarapan
  • Cobalah konsumsi makanan ringan tinggi protein, seperti keju, sebelum tidur
  • Minum air jahe atau wedang
  • Makan sering, misalnya setiap 2 – 3 jam sekali, tapi dengan porsi yang sedikit
  • Duduk tegak selama 10 – 20 menit setelah makan untuk menghindari naiknya asam lambung dan nyeri di dada yang bisa menyebabkan mual
  • Hindari makanan pedas, gorengan, dan berminyak
  • Kurangi juga minum kopi karena dapat menyebabkan asam lambung naik
  • Usahakan tidak memakan makanan yang berbau menyengat dan memiliki rasa yang kuat

Untuk memastikan kebutuhan ibu hamil terpenuhi, coba konsumsi Blackmores Pregnancy I Folic 150 Kap – Vitamin Ibu Hamil (Rp 182.486). Blackmores I-Folic adalah suplemen asam folat dan yodium dengan dosis pas satu hari untuk masa prakonsepsi dan kehamilan Kenapa Kamu Harus Konsumsi Blackmores I-Folic?

  • Mengoptimalkan kadar asam folat dan yodium
  • Yodium dapat mendukung perkembangan otak, penglihatan dan pendengaran bayi
  • Memenuhi kebutuhan dosis harian 500mg asam folat yang dapat mengurangi resiko bayi lahir cacat
  • Dosis tepat pada masa sebelum dan saat kehamilan

Baca juga:

Cara Alami Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil

Suplemen Kehamilan: Apa yang Aman dan Tidak?

Kembalikan Nafsu Makan Bumil dengan 6 Cara Ini

Bila mual muntah dialami terus-menerus dan Anda jadi kehilangan nafsu makan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter guna mencegah dehidrasi. Dokter mungkin akan memberikan obat anti mual seperti piridoksin (vitamin B6), doxylamine, metoclopramide, prochlorperazine, difenhidramin, dan prometazin.

Nah, ondansetron adalah pilihan terakhir jika obat-obatan di atas tidak mampu mengatasi gejala mual dan muntah yang Anda rasakan. Ingatlah bahwa informasi keamanan obat ondansetron untuk ibu hamil belum sepenuhnya diketahui. Karenanya, gunakanlah obat tersebut dengan bijak. Anda bisa mendapatkan Ondansetron 4 mg – Dexa – 30 tablet – Mengatasi mual muntah 4mg (Rp 139.200) di Lifepack.

Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Untuk mengetahui rekomendasi vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

KB yang Bagus untuk Ibu Menyusui dan Tidak Bikin Gemuk

Kesehatan Lainnya   26/02/2023

Penyakit Kulit di Tangan Bernanah, Apa Penyebabnya?

Kesehatan Kulit   26/01/2023

Urutan Pemakaian Shampo, Conditioner, dan Hair Mask yang Tepat Agar Rambut Sehat Terawat

Kesehatan Lainnya   17/01/2023
lipstik transferproof

Mengenal Lipstik Transferproof dan Tips Awet Menggunakannya

Kesehatan Lainnya   12/01/2023
letak-jerawat-dan-penyebabnya

4 Arti Letak Jerawat dan Penyebabnya

Kesehatan Lainnya   11/01/2023