fbpx

Punya Asam Lambung? Coba Atasi dengan Turmeric

by | Aug 3, 2020 | Lainnya | 0 comments

Sebagian orang mungkin pernah merasakan nyeri di ulu hati dan mual setelah menelan makanan. Rasa tidak nyaman ini merupakan gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), yaitu naiknya asam lambung ke kerongkongan yang memicu timbulnya rasa panas di dada (heartburn). Gejala tersebut umumnya bisa diatasi dengan konsumsi obat apotek seperti antasida atau antihistamin. Namun, beberapa tanaman alami, seperti turmeric, dapat pula digunakan sebagai alternatif obat asam lambung.

Turmeric alias kunyit merupakan bumbu rempah yang sudah banyak digunakan untuk suplemen. Rempah ini memiliki senyawa aktif yang diketahui efektif mencegah dan mengurangi gejala GERD.

 

Bagaimana GERD bisa terjadi?

Setelah ditelan, makanan akan bergerak menuju lambung melewati kerongkongan—yang termasuk sebagai saluran pencernaan. Kerongkongan memiliki suatu cincin, yang disebut sphincter, di bagian bawahnya. Cincin otot ini akan menutup setelah dilewati makanan dengan tujuan mencegahnya kembali ke atas. 

GERD merupakan kondisi yang terjadi ketika sphincter tersebut tidak tertutup sempurna sehingga memungkinkan isi lambung bocor dan naik ke kerongkongan. Asam lambung yang ikut serta terbawa juga dapat mengiritasi permukaan kerongkongan atau saluran cerna lainnya. 

Biasanya GERD memiliki gejala berupa:

  • Sensasi terbakar di dada atau tenggorokan (heartburn) dan mual, yang biasanya muncul setelah makan dan tambah parah saat malam hari.
  • Nyeri dada.
  • Kesulitan menelan.
  • Sensasi tersangkut di tenggorokan.
  • Dapat merasakan cairan lambung yang naik, terutama di bagian belakang mulut.
  • Sakit perut.

Beberapa gejala lainnya yang tidak umum, antara lain:

  • Makanan naik kembali ke atas (regurgitasi)
  • Batuk atau mengi
  • Kesulitan menelan
  • Cegukan
  • Suara serak
  • Sakit tenggorokan

 

Turmeric sebagai alternatif obat asam lambung

Kondisi GERD tentu akan mengganggu produktivitas seseorang. Apalagi jika tidak ditangani, gejalanya bisa makin parah seiring waktu, yang akhirnya menimbulkan komplikasi lain. 

Obat herbal tradisional sering dijadikan solusi untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit dengan meningkatkan fungsi serta kerja dari komponen-komponen sistem imun. Salah satu obat herbal tersebut adalah kunyit. 

Kunyit memiliki senyawa-senyawa antiinflamasi dan antioksidan tinggi. Diantara semua senyawa tersebut, kandungan curcumin-nya paling aktif. Curcumin ini pun terkenal dengan segudang manfaatnya bagi kesehatan. Sebagai antioksidan polifenol, curcumin bersifat antivirus, antibakteri, serta antikanker. 

Karena itulah, kunyit digunakan sebagai pengobatan tradisional Tiongkok serta Ayurvedic untuk meredakan nyeri sendi dan melancarkan haid.

Kini, turmeric banyak digunakan sebagai obat alternatif untuk maag, peradangan, serta nyeri dada. Kunyit juga dipercaya mampu melancarkan pencernaan dan mengatasi masalahnya, serta meningkatkan fungsi hati. 

Tidak hanya itu, kunyit diyakini bermanfaat untuk mengatasi sejumlah penyakit lain, termasuk:

  • Ruam dan gatal-gatal pada kulit
  • Menstruasi tidak lancar
  • Osteoarthritis
  • Luka pada dinding lambung
  • Gangguan usus besar

 

Menurut sebuah studi terdahulu oleh Norimasa Y., naiknya asam lambung alias GERD mungkin disebabkan karena peradangan dan stres oksidatif pada saluran pencernaan. Peneliti juga menunjukkan bahwa GERD harus diobati dengan antioksidan dan antiinflamasi.

Temuan berbeda oleh Lyn Patrick tahun 2011, efek antiinflamasi yang dimiliki senyawa curcumin dalam kunyit mampu mencegah peradangan pada kerongkongan (esofagus) sebagai gejala GERD. Inilah alasan mengapa kunyit dikatakan berpotensi sebagai obat asam lambung. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan efektivitas kunyit sebagai obat asam lambung.

 

Cara menggunakan kunyit untuk obat asam lambung

Batang kunyit, atau rimpangnya, bisa dikeringkan dan ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk tersebut dapat digunakan sebagai bumbu masakan atau dikonsumsi langsung. 

Sebetulnya, konsumsi kunyit sebagai obat pereda asam lambung terbilang agak sulit, kecuali Anda menggunakan ekstrak tersebut di semua makanan atau minuman. Suplemen turmeric organik mungkin jadi pilihan yang lebih baik untuk mengatasi GERD ini.

Karena metabolismenya di usus dan usus terlalu cepat, tubuh manusia tidak mampu menyerap kunyit dan curcumin dengan baik. Untuk meningkatkan penyerapannya, tubuh membutuhkan senyawa piperine—yang ditemukan di dalam lada hitam. 

Apabila Anda ingin mengonsumsi suplemen turmeric, carilah yang memiliki kandungan ekstrak lada hitam atau piperine di dalamnya.

 

Efek samping konsumsi turmeric

Turmeric adalah pengencer darah alami. Oleh karena itu, sebaiknya jangan mengonsumsi kunyit dan ekstraknya jika sedang dalam pengobatan pengencer darah atau akan menjalani operasi.

Tanaman herbal ini juga bisa menurunkan kadar gula darah, tekanan darah, serta memperparah gangguan kantung empedu. Pada sebagian orang, turmeric justru menyebabkan gejala asam lambung makin buruk. Hal ini mungkin terjadi karena rasanya yang pedas.

Konsumsi kunyit dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, mual, dan diare. Selain itu, turmeric pun dapat memicu reaksi alergi seperti ruam, detak jantung jadi cepat, atau kesulitan bernapas. Jika hal ini terjadi, segera hentikan penggunaannya atau periksa ke dokter saat gejala makin parah.

Khusus untuk wanita hamil dan menyusui, hindari konsumsi turmeric selain dari yang digunakan untuk memasak.

 

Banyak ahli yang telah meneliti manfaat medis dari kunyit dan kandungan curcumin di dalamnya, tetapi belum ada penelitian yang difokuskan terhadap asam lambung. Walaupun begitu, boleh saja jika Anda mau mencoba kunyit untuk meredakan gejala asam lambung. Selain obat yang dikonsumsi, keberhasilan tatalaksana GERD juga tergantung dari pola hidup sehat. 

Seperti yang dikatakan oleh dr. Falla Adinda, tim dokter Jovee, “Memiliki masalah pada asam lambung memang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka, mencoba suplemen dari bahan turmeric bisa menjadi alternatif untuk mengatasinya. Jangan lupa imbangi dengan pola makan teratur dan hindari stres.”

Jika Anda tertarik mengonsumsi ekstrak tanaman ini sebagai suplemen atau obat, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter atau ahli gizi. Konsumsi berlebihan dapat memicu timbulnya efek samping, bahkan keracunan.

Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Untuk mengetahui rekomendasi vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

  1. Annette M. 2020. Can You Use Turmeric to Treat Acid Reflux?
  2. Slawomir Kwiecien, dkk. 2019. Curcumin: A Potent Protectant against Esophageal and Gastric Disorders. Int J Mol Sci. 20(6): 1477.
  3. Golda M. 2017. Turmeric & GERD.
  4. Sabrina F. 2020. Health Benefits of Turmeric.
  5. Mayo Clinic. 2020. Gastroesophageal reflux disease (GERD).

Tersedia di Jovee shop

BLACKMORES MULTIVITAMIN & MINERAL – DAYA TAHAN TUBUH – 120 KAPLET

Focus Basic - Huperizine & Magnesium untuk meningkatkan fokus

Liver Help – Omega, Mulltivitamin & Mineral Menjaga kesehatan hati

Liver Help - Omega, Mulltivitamin & Mineral Menjaga kesehatan hati

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional