fbpx

Rambut Rontok Terus? Mungkin Ini Penyebabnya

by | Oct 9, 2020 | Gaya Hidup Sehat | 0 comments

Rambut rontok itu sebetulnya hal yang wajar terjadi. Normalnya, rambut manusia memang dapat rontok sebanyak 50 – 100 helai, rata-rata 80 helai. Jumlah tersebut seharusnya tidak akan menyebabkan Anda botak karena akan langsung digantikan dengan rambut baru. Tetapi, kalau rambut yang rontok melebihi jumlah normal, plus pertumbuhannya terhambat, barulah dianggap tidak normal. Bicara soal penyebab rambut rontok berlebihan, ada banyak faktor yang bisa memicunya. Karenanya, menentukan penyebab pasti kerontokan rambut terbilang cukup sulit.

 

Penyebab rambut rontok berlebihan yang sering terjadi

vitamin-rambut-rontok-dan-kering

Tahukah Anda, pria lebih mungkin untuk kehilangan rambut daripada perempuan, sebagian besar karena kebotakan. Namun, rambut menipis dan rontok juga merupakan masalah yang umum dikeluhkan pada wanita. 

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa setidaknya 1 dari 3 wanita akan mengalami rambut rontok dan penurunan volume rambut.

Menurut penjelasan dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee, stres yang tinggi dapat mengakibatkan 3 jenis kerontokan, yaitu:

Telogen effluvium.

Tingkat stres yang signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke dalam fase istirahat. “Dalam beberapa bulan, rambut yang terkena bisa rontok tiba-tiba, biasanya antara 6 minggu hingga 3 bulan setelah kejadian stres,” kata beliau.

Trikotilomania.

Saat stres, beberapa orang mendapati dorongan yang tak tertahankan untuk mencabut rambut. “Biasanya, untuk mengatasi perasaan negatif atau tidak nyaman, seperti stres, ketegangan, kesepian, kebosanan, atau frustrasi,” lanjutnya.

Alopecia areata.

Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok. Stres yang berat dapat menjadi faktor penyebab masalah tersebut.

“Umumnya, jika stres dapat terkendali, maka rambut dapat tumbuh kembali.” tambah dr. Irma.

Pada dasarnya, rambut rontok sendiri bisa disebabkan oleh faktor genetik (androgenetic alopecia). Artinya, Anda lebih berisiko mengalami penipisan rambut jika orang tua atau keluarganya memiliki kondisi yang sama. 

Umumnya, gejala androgenetic alopecia muncul sekitar usia 50 – 60 tahun. Tapi, tidak menutup kemungkinan, kerontokan terjadi di usia 20-an. Beberapa folikel rambut tertentu sensitif terhadap suatu hormon. 

Hal itu dapat berdampak pada penyusutan folikel tersebut. Akibatnya, rambut baru yang tumbuh lebih halus, tipis dan pendek. Akhirnya, rambut akan berhenti tumbuh sama sekali.

Penyebab rambut rontok yang parah juga dapat dipicu oleh beberapa hal lain. Dalam istilah medis, rambut rontok berlebihan (lebih dari 100 helai per hari) disebut sebagai telogen effluvium

Kondisi tersebut tidak dipengaruhi oleh genetik, melainkan disebabkan oleh faktor internal. Mulai dari stres berlebihan, kurang nutrisi tertentu, hingga tertekan. Nah, di bawah ini merupakan sejumlah hal yang dipercaya bisa memicu rambut rontok, antara lain:

 

1. Ketidakseimbangan hormon

Hormon yang naik-turun turut menjadi faktor penyebab rambut rontok pada pria maupun wanita.   Hormon berperan besar dalam mengontrol siklus normal pertumbuhan rambut. 

Estrogen, hormon seks wanita, berfungsi untuk menjaga pertumbuhan rambut optimal dan tepat waktu. Adanya perubahan hormonal, seperti pada wanita hamil, setelah melahirkan dan saat menyusui dapat menyebabkan rambut rontok.

Sebaliknya, androgen, hormon pria, malah dapat memendekkan siklus pertumbuhan rambut. Kadar hormon androgen yang berlebihan (akibat gangguan kelenjar endokrin) berisiko terhadap kerontokan rambut yang parah. 

 

2. Stres

Siklus hidup rambut memiliki tiga fase penting, yaitu pertumbuhan, istirahat, dan rontok. Stres berat bisa mengganggu siklus rambut, sehingga memungkinkan rambut mengalami kerontokan.

Stres sendiri dapat diartikan sebagai tekanan pada tubuh. Segala macam trauma fisik dari mulai stres berat, kecelakaan, setelah melahirkan, penurunan berat badan secara drastis, dan penyakit serius, bisa menjadi penyebab rambut rontok yang parah.

Bahkan, perubahan emosi akibat perceraian, berkabung, dan masalah pekerjaan juga bisa menimbulkan kondisi tersebut.

Bagaimana cara kita tahu penyebab rambut rontok yang terjadi terus-menerus adalah stres? Coba perhatikan ujung akar rambut yang rontok tersebut. Jika Anda melihat ada ‘kantung’ lonjong menyerupai bohlam, berarti rambut tersebut telah melalui keseluruhan fase pertumbuhan. Kantung ini mengindikasikan kerontokannya telah dipercepat akibat stres.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya? Ya, jauhi semua hal yang dapat memicu stres. Anda juga bisa melatih kebiasaan positive thinking dan menenangkan pikiran. Cobalah lakukan yoga dan meditasi untuk membantu Anda berpikir lebih jernih.

Selain itu, pastikan Anda tidur cukup, sekitar 7 – 8 jam, banyak minum air putih, dan perbanyak konsumsi makanan tinggi protein. Pertumbuhan rambut normal dan sehat pastinya membutuhkan nutrisi.

 

4. Kekurangan protein

Protein adalah zat gizi mikro yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel-sel tubuh, termasuk rambut. Makanya, diet rendah protein akan memengaruhi pertumbuhan rambut. Asupan protein yang yang terlalu rendah dapat melemahkan struktur rambut dan memperlambat pertumbuhannya.

Berdasarkan pedoman angka kecukupan gizi Kemenkes RI, pria dewasa harus memenuhi 64 – 75 gram protein setiap hari, sementara wanita dewasa sebesar 58 – 65 gram. Protein hewani dapat ditemukan pada daging merah, ayam, telur, dan ikan.

Sedangkan protein nabati berupa kacang almond, kedelai dan olahannya termasuk tahu dan tempe, alpukat, kurma, jambu biji, pisang, brokoli, jamur, kentang, jagung manis, serta asparagus.

 

5. Kekurangan besi alias anemia

Salah satu penyebab rambut rontok pada wanita dan pria yang umum terjadi adalah kekurangan zat besi. Ternyata, besi merupakan zat mikro penting bagi produksi protein sel rambut. Tanpa protein ini, helaian rambut cenderung lebih rapuh dan mudah rontok.

Meski anemia besi ini lebih sering ditemukan pada wanita usia 20 – 49 tahun, tidak menutup kemungkinan pria juga bisa mengalaminya. Wanita akan mengeluarkan darah setiap bulannya. Kalau asupan besi yang hilang ini tidak digantikan, otomatis mereka berisiko terhadap anemia.

Tubuh membutuhkan asupan zat besi yang memadai untuk bisa membawa oksigen ke sel-sel tubuh lewat darah, termasuk folikel rambut. Inilah sebabnya, anemia zat besi dapat menyebabkan rambut rontok.

Guna mencegah rambut rontok ini, penuhilah asupan besi setiap hari. Wanita dewasa dianjurkan untuk memenuhi 18 miligram zat besi. Saat memasuki usia 50 tahun, kebutuhannya menjadi 8 miligram per hari.

Zat besi bisa diperoleh dari daging merah, jeroan sapi, sayuran berdaun hijau, kacang mede, ayam, hingga produk makanan yang telah difortifikasi. Asupan besi juga bisa dipenuhi dari suplemen. Untuk memaksimalkan penyerapannya, Anda pun perlu mengonsumsi sumber vitamin C, misalnya jeruk, jambu biji, dan paprika.

 

5. Kekurangan vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 bisa membuat Anda kelelahan dan lemas, serta rambut rontok. Vitamin B12 bertugas mendukung proses produksi sel darah merah. Kalau asupannya tidak terpenuhi, Anda berisiko terhadap anemia. 

Ya, anemia juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin B. Anemia tipe ini umum ditemukan pada orang-orang yang menganut vegetarian karena sumber vitamin B12 utama adalah produk hewani.

 

6. Hipertiroidisme atau hipotiroidisme

Kelenjar tiroid membantu mengatur metabolisme tubuh dengan menjaga produksi protein dan penggunaan oksigen oleh jaringan. Gangguan pada tiroid akan mengganggu produksi hormon metabolisme dan memengaruhi folikel rambut.

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak bekerja dengan optimal untuk memproduksi hormon metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Gejalanya dapat berupa peningkatan berat badan, kelelahan, sembelit, depresi, rambut dan kuku rapuh, serta sulit konsentrasi. 

Kalau tidak ditangani, hipotiroid bisa berkembang menjadi anemia, yang juga merupakan penyebab rambut rontok secara terus-menerus.

Sebaliknya, hipertiroidisme membuat produksi hormon metabolisme justru berlebih. Gejala hipertiroid meliputi jantung berdebar, diare, mudah marah, gugup, dan lemah otot.

 

7. Penurunan berat badan drastis

Berat badan yang turun drastis, melebihi 9 kg, dapat menjadi penyebab rambut rontok lainnya. Dampak ini biasanya akan terjadi setelah 6 – 12 minggu setelah berat badan turun, baik disengaja atau tidak. Penurunan berat badan yang tidak sengaja bisa terjadi karena menjalani kemoterapi atau setelah sembuh dari sakit.

 

8. Usia

Sudah menjadi rahasia umum bila memasuki masa menopause, akan terjadi banyak perubahan di dalam tubuh, termasuk rambut. Kerontokan rambut menjadi masalah yang umum menjelang dan setelah menopause. Rambut juga mengalami penuaan, dan seiring dengan pertambahan usia, rambut menjadi lebih tipis.

Selain ke-8 penyebab diatas, rambut rontok bisa juga dipicu oleh:

  • Menderita penyakit tertentu, seperti infeksi berat, infeksi jamur di kepala, penyakit autoimun, dan sifilis.
  • Efek samping obat-obatan, seperti pemakaian pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat antidepresan, dan obat hormonal.
  • Mengalami demam tinggi.
  • Sering menggunakan produk perawatan rambut berbahan keras, seperti cat dan bleaching.
  • Kebiasaan menggunakan pemanas rambut.

 

Mengatasi dan mencegah rambut rontok

Dalam beberapa kasus, rambut rontok parah tidak membutuhkan penanganan khusus. Rambut Anda bisa tumbuh dan tebal kembali dalam beberapa bulan kemudian jika penyebabnya sudah teratasi.

Sebagai contoh, rambut rontok akibat anemia atau defisiensi nutrisi, dapat diatasi dengan memenuhi asupan besi, vitamin B12 serta protein.

Beberapa kasus rambut rontok berlebihan mungkin juga memerlukan perawatan. Anda bisa berkonsultasi ke dokter kulit untuk memastikan penyebabnya. 

Apabila kerontokan rambut dianggap sudah dalam tahap memerlukan perawatan khusus, dokter akan merekomendasikan obat-obatan, pengangkatan sebagian kulit kepala, terapi laser untuk menumbuhkan rambut, atau mungkin operasi transplantasi rambut.

Agar rambut rontok berlebihan tidak semakin parah, Anda bisa melakukan langkah pencegahan. Misalnya membatasi penggunaan alat catok dan bahan kimia. Hindari juga mengepang atau mengikat rambut, serta menyisir rambut dalam keadaan basah. 

Anda pun bisa menggunakan sampo yang disesuaikan dengan masalah rambut Anda. Mencegah rambut rontok dapat Anda lakukan pula dengan mengonsumsi suplemen vitamin C, E, biotin ataupun kolagen.

Baca juga:

Fungsi Vitamin E untuk Rambut dan Sumber Alaminya

5 Vitamin untuk Rambut Sehat, Masih Perlukah Suplemen?

Cara Mencegah Rambut Rontok dan Rusak

Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Untuk mengetahui rekomendasi vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

American Academy of Dermatology. (n.d.). Do you have hair loss or hair shedding?

American Academy of Dermatology. (n.d.). Hair loss.

American Academy of Dermatology. (n.d.). Losing hair.

Oakley A. (DermNet New Zealand). 2015. Hair loss.

Moore K. (Healthline). 2016. What Causes Hair Loss?

Redfearn S. (WebMD). 2015. Hidden Causes of Hair Loss.

Victoria J. (Cosmopolitan). 2020. This is why your hair is falling out (AND how to stop it).

Brands