fbpx
BerandaKesehatan LainnyaSeberapa Akurat BMI untuk Mengukur Berat Badan Ideal?

Sejumlah ahli berpendapat bahwa BMI merupakan alat yang ideal serta berguna untuk mengukur berat badan. BMI juga dikatakan dapat memperkirakan risiko kesehatan seseorang. Tapi, banyak juga yang mempertanyakan akurasinya. Bahkan, ada pula yang percaya bahwa mengukur lingkar pinggang bisa jadi lebih akurat. Body mass index, atau BMI, adalah rumus matematika dan sudah sejak lama digunakan sebagai metode pengukuran standar berat badan. Hasil pengukuran BMI akan menentukan apakah seseorang tergolong kurus atau obesitas.

Seberapa Akurat BMI untuk Mengukur Berat Badan Ideal?

Bagaimana cara menghitung body mass index?

Pada Juni 1998, National Institutes of Health (NIH) mengeluarkan pedoman BMI sebagai standar pengukuran berat badan. Adanya pedoman ini diharapkan bisa memudahkan dokter, peneliti, ahli gizi, serta lembaga pemerintah. Metode pengukuran BMI menggunakan pembagian berat (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam meter) yang dikuadaratkan.

Contohnya, jika berat badan Anda 60 kg dan tinggi badan 1,6 meter, maka BMI yang didapatkan adalah 23,4. Kemudian angka 23,4 ini dibandingkan dengan kategori berdasarkan NIH:

  • BMI < 18,5 berarti Anda memiliki berat badan kurang
  • BMI di kisaran 18,5 – 24,9 berarti berat badan Anda ideal
  • BMI diantara 25 – 29,9 berarti berat badan Anda termasuk berlebih
  • BMI > 30 berarti Anda masuk ke dalam kategori obesitas

Namun, berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, indeks massa tubuh untuk masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

  • BMI < 17 berarti Anda berada di tingkat kurus berat
  • BMI diantara 17,0 – 18,4 berarti berat badan Anda kurus tingkat ringan
  • BMI di kisaran 18,5 – 25,0 berarti berat badan Anda termasuk ideal
  • BMI antara 25,1 – 27,0 berarti Anda masuk ke dalam kategori kelebihan berat badan ringan
  • BMI > 30 Anda sudah berada di tingkat kelebihan berat badan berat

Seseorang yang memiliki angka BMI > 30 dikatakan berisiko lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker. Akan tetapi, berat badan yang terlalu rendah (BMI sekitar 18,5 – 24,9) juga bisa berdampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Apakah BMI akurat untuk mengukur berat badan ideal?

Meski banyak dipakai oleh tenaga kesehatan dan mampu menentukan kategori berat badan seseorang, BMI tidak bisa dijadikan alat untuk menggambarkan status kesehatan seseorang. Untuk mengetahui status kesehatan dan risiko penyakit yang dimiliki seseorang, perlu diperhitungkan juga faktor-faktor seperti persentase lemak tubuh, pola makan, gaya hidup, serta riwayat keluarga.

Masalahnya, metode ini tidak ikut memperhitungkan usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh. BMI juga tidak bisa membedakan antara lemak dan otot. Akibatnya, pada beberapa kelompok, misalnya para atlet yang berotot, memiliki BMI yang tinggi. Padahal persentase lemak tubuh mereka terbilang rendah. Sama halnya dengan ibu hamil yang berat badannya otomatis bertambah karena ada janin di dalam kandungannya.

Sementara itu, orang lanjut usia yang cenderung mengalami penurunan berat badan, memiliki BMI yang normal atau rendah. Status kesehatan dan risiko penyakit tidak hanya dipengaruhi oleh lemak tubuh, tetapi juga letak lemak tersebut berada. Orang yang lemaknya cenderung berkumpul di bagian perut (bentuk tubuh apel), berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis.

Menurut dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee, selain distribusi lemak, waktu kapan mulainya obesitas juga berpengaruh terhadap status kesehatan seseorang. “Obesitas di masa muda akan meningkatkan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan obesitas yang dialami di masa tua,” katanya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa lingkar pinggang bisa mengukur berat badan dan menggambarkan risiko penyakit secara lebih akurat dibandingkan BMI. Walaupun angka BMI berada di kisaran normal, lingkar pinggang > 90 cm pada pria dan > 80 cm pada wanita, tetap akan meningkatkan risiko penyakit. Misalnya saja diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan penyakit jantung.

Lalu, kenapa BMI masih dipakai?

Jawaban sederhananya adalah, karena metode BMI mudah, murah, cepat, dan non invasif (tidak berisiko). Makanya, BMI biasa digunakan untuk memetakan obesitas pada populasi besar. Sebenarnya masih ada cara-cara lain yang bisa digunakan untuk mengukur berat badan dan lemak tubuh.

Masing-masing cara tersebut punya kelebihan serta kekurangannya. Satu hal yang pasti bahwa berat badan bukanlah satu-satunya penentu status kesehatan seseorang. Perhitungkan pula faktor-faktor lain, mulai dari fisik, lingkungan, serta genetiknya. Berikut adalah sejumlah cara atau metode alternatif untuk mengukur berat badan, antara lain:

  • Lingkar pinggang
  • Perbandingan lingkar pinggang dan tinggi badan
  • Perbandingan lingkar pinggang dan pinggul
  • Persentase lemak tubuh
  • CT scan dan MRI
  • DEXA scan
  • Mengukur kadar leptin alias hormon lapar dalam darah

Meskipun simpel, BMI tidak bisa dijadikan satu-satunya cara untuk mengukur berat badan ideal. Alasannya adalah BMI tidak ikut memperhitungkan massa otot, distribusi lemak tubuh, ukuran pinggul, dan usia. Sehat atau tidaknya seseorang tidak bisa digambarkan dari suatu angka saja karena sangat bergantung dari faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, genetik, dan gaya hidupnya. Jika Anda telah melakukan BMI dan ternyata Anda mengalami kelebihan berat badan, Anda dapat mencoba mengonsumsi Noera Slimming Tea – 60 sachet – Teh Pelangsing Alami (Rp175.000) untuk menurunkan berat badan Anda.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

cara-merawat-rambut

6 Cara Merawat Rambut Setelah Keratin Treatment

Kesehatan Lainnya   25/11/2022
propylene-glycol-adalah

Propylene Glycol: Kegunaan dan Efek Samping

Kesehatan Lainnya   10/11/2022
vaksin-cacar-monyet

Mengenal Vaksin Cacar Monyet, JYNNEOS dan ACAM2000

Kesehatan Lainnya   04/11/2022
6 Cara Penyembuhan Herpes Secara Alami Cukup dengan 3 Hari

6 Cara Menyembuhkan Herpes Secara Alami dan Aman dengan 3 Hari

Kesehatan Lainnya   01/11/2022
cara-pakai-highlighter

Beginner Friendly, Ini Tips dan Cara Menggunakan Highlighter

Kesehatan Lainnya   27/10/2022