fbpx

Seluk Beluk Iodine dan Dampak Kekurangan Yodium

by | Jun 3, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Ditinjau oleh: Kelvin Halim, S. Gz.

Iodine dikenal juga dengan sebutan yodium dan termasuk kedalam jenis mineral.  Mineral ini sendiri memiliki peran penting bagi tubuh sehingga asupannya harus tetap terpenuhi setiap hari. Bagi Anda yang ingin mencari detail lengkap terkait seluk beluknya, dosis penggunaan, manfaat serta dampak kekurangan yodium, ini dia beberapa informasinya.

Pengertian Iodine

Iodine atau yodium adalah mineral yang ditemukan dalam beberapa makanan. Tubuh manusia membutuhkan yodium untuk membuat hormon tiroid. Hormon-hormon ini mengendalikan metabolisme tubuh dan banyak fungsi penting lainnya.

Tubuh juga membutuhkan hormon tiroid untuk perkembangan tulang dan otak yang tepat selama kehamilan dan bayi. Mendapatkan cukup iodine sangatlah penting untuk semua orang, terutama bayi dan wanita yang sedang hamil.

Beberapa fakta penting terkait yodium yang harus Anda ketahui antara lain:

  • Yodium adalah nutrisi penting untuk fungsi tiroid.
  • Terlalu banyak yodium atau terlalu sedikit yodium dapat menyebabkan gejala hipertiroidisme atau hipotiroidisme.
  • Sumber yodium yang baik adalah rumput laut dan garam beryodium.
  • Kekurangan yodium jarang terjadi di negara-negara barat, dan yodium tambahan hanya harus diambil dengan pengawasan dokter.

Dosis Penggunaan 

Bagi kebanyakan orang, garam beryodium yang mengandung 20-40 mg yodium per kilogram garam direkomendasikan. Jika konsumsi garam kurang dari 10 gram per orang per hari, jumlah yodium dalam garam mungkin harus lebih tinggi.

Pada wanita hamil dan menyusui, suplemen yodium menyediakan 250 mcg yodium setiap hari atau dosis tunggal 400 mg minyak beryodium direkomendasikan.

Jenis-jenis Makanan 

Iodine ditemukan secara alami dalam beberapa makanan dan juga ditambahkan ke garam yang diberi label “beryodium”. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan jumlah yodium yang disarankan dengan mengonsumsi berbagai makanan, termasuk yang berikut ini:

  • Ikan (seperti cod dan tuna), rumput laut, udang, dan makanan laut lainnya, yang umumnya kaya akan yodium.
  • Produk-produk susu (seperti susu, yogurt, dan keju) dan produk-produk yang terbuat dari biji-bijian (seperti roti dan sereal).
  • Buah-buahan dan sayuran yang mengandung yodium.
  • Garam beryodium.
  • Makanan olahan, seperti sup kalengan, hampir tidak pernah mengandung garam beryodium.

Multivitamin sering mengandung iodin dalam bentuk kalium iodida atau natrium iodida. Suplemen yang mengandung rumput laut adalah sumber yodium yang baik, tetapi suplemen harus diambil dengan izin dokter.

Manfaat Iodine

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan teratur, maka jenis mineral ini dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Beberapa manfaat yang diberikannya antara lain:

1. Menjaga kesehatan tiroid

Iodine memainkan peran penting dalam kesehatan tiroid. Kelenjar tiroid Anda, yang terletak di dasar bagian depan leher Anda, membantu mengatur produksi hormon. 

Untuk membuat hormon, maka tiroid akan mengambil iodin dalam jumlah kecil. Tanpa iodin, produksi hormon tiroid dapat menurun. Kelenjar tiroid “rendah” atau kurang aktif dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipotiroidisme.

2. Mengobati infeksi

Yodium dapat digunakan secara topikal dalam bentuk cair untuk membantu mengobati dan mencegah infeksi. Ini bekerja dengan membunuh bakteri di dalam dan di sekitar luka ringan dan goresan.

Yodium topikal tidak boleh digunakan pada bayi baru lahir. Ini juga tidak boleh digunakan untuk pemotongan dalam, gigitan hewan, atau luka bakar.

Ikuti petunjuk pada kemasan untuk informasi dosis, dan jangan gunakan selama lebih dari 10 hari kecuali diarahkan oleh dokter Anda.

3. Meningkatkan berat lahir bayi

Seperti perkembangan otak, konsumsi yodium selama kehamilan sering dikaitkan dengan peningkatan berat lahir bayi yang sehat. Pada gilirannya, ada peningkatan keseluruhan berat lahir pada bayi baru lahir. 

Sementara asupan iodium secara rutin dapat memengaruhi berat lahir bayi dan perkembangan keseluruhan. Penting untuk dicatat bahwa studi di atas berfokus pada wanita di daerah berkembang yang sudah kekurangan zat besi.

Defisiensi atau Kekurangan Yodium

Konsekuensi yang paling nyata dari kekurangan yodium melibatkan cacat dalam produksi hormon tiroid, yang menghasilkan gejala penyakit tiroid. Selain itu beberapa konsekuensi lain dari kekurangan yodium antara lain:

Hipotiroid

Berbagai gejala hipotiroid antara lain kenaikan berat badan, berkurangnya energi, mengantuk, sulit berkonsentrasi, depresi, dan masalah dengan gula darah.

Penyakit gondok

Kelebihan hormone tiroid akan merangsang kelenjar tiroid. Jika kelenjar tiroid membesar karena jumlah yodium yang kurang, maka perubahan ini digambarkan sebagai gondok.

Kretinisme

Kekurangan iodium terutama pada ibu hamil dan bayi usia 0-40 hari dapat menyebabkan anak mengalami kretinisme atau kerdil. Kekurangan iodium pada masa tersebut menyebabkan hipotiroid. Kretinisme merupakan kejadian di mana anak memiliki tinggi badan yang sangat pendek dan mengalami kemunduran mental.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Mengenal Biotin: Pengertian, Manfaat, dan Perannya
Jenis Makanan Mengandung Betakaroten Tinggi
Pentingnya manfaat Elektrolit Chloride bagi Tubuh
Pentingnya Manfaat Tembaga atau Copper untuk Kesehatan
Selenium, Senyawa Baik untuk Kesehatan
Apa itu Ca Pantothenate? Ini Manfaat yang Perlu Diketahui
Yuk Kenalan Dengan Copper yang Berperan Besar untuk Tubuh
Vitamin B6 HCl: Sumber Terbaik, Kegunaan, dan Dosisnya

Efek Samping 

Jika dikonsumsi secara berlebihan, iodine juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang ditimbulkan antara lain:

  • Jerawat (dosis tinggi)
  • Diare
  • Eosinofilia
  • Kelebihan cairan di paru-paru
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Rasa logam
  • Pembengkakan kulit

Itulah beberapa akibat kekurangan yodium. Semoga informasi kesehatan yang diberikan bermanfaat. Yodium memang memberikan berbagai manfaat yang sangat baik bagi tubuh. Namun agar tidak menimbulkan berbagai risiko yang berbahaya, Anda harus mengetahui asupan iodin yang dianjurkan. 

Selain mengonsumsi berbagai jenis makanan yang sarat akan kandungan mineral ini, Anda juga bisa mencukupi kebutuhan mineral ini dengan mengonsumsi jenis multivitamin dan suplemen yang sesuai.

Untuk bisa mendapatkan suplemen yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh, Anda bisa membelinya melalui aplikasi Jovee. Selain menghadirkan beragam suplemen, jenisnya juga akan disesuaikan dengan kondisi riwayat penyakit, gaya hidup, serta keluhan sakit yang Anda alami.

Brands