fbpx
BerandaVitamin & SuplemenBenarkah Suplemen Vitamin D Bisa Turunkan Berat Badan?

Suplemen vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin larut dalam lemak yang terkadang disebut-sebut mampu menurunkan berat badan secara alami ketika dikonsumsi dalam bentuk suplemennya. Memang, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin ini berisiko meningkatkan berat badan, sementara mengonsumsi suplemen vitamin D dapat membantu menurunkan dan menjaga berat badan. Hal ini mungkin terjadi karena vitamin D berperan dalam mengatur hormon pembentuk lemak dan hormon ghrelin yang mengatur rasa lapar.

Suplemen Vitamin D untuk Menurunkan Berat Badan, Efektifkah?

Kelompok Berisiko Kekurangan Vitamin D

Vitamin D dapat diperoleh secara alami dari makanan tertentu. Namun, para ahli menyarankan untuk mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari. Sebagian orang lebih memilih mengonsumsi suplemen untuk melengkapi dan menjaga kadar vitamin D tetap ideal di dalam tubuh.

Kekurangan vitamin D sebetulnya merupakan kondisi yang cukup jarang terjadi. Meski begitu, beberapa orang mungkin butuh mengonsumsi suplemen vitamin D untuk membantu melengkapi kebutuhan asupannya. Berikut ini adalah kelompok yang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin D, diantaranya adalah:

  • Orang usia lanjut. Makin bertambah usia seseorang, kemampuan kulit untuk membentuk vitamin D dari sinar matahari akan berkurang. Selain itu, mereka juga lebih jarang beraktivitas di luar ruangan.
  • Orang yang berkulit lebih gelap, misalnya di Negara Asia dan Afrika. Tingginya kadar melanin pada kulit mereka menyebabkan kemampuan kulit memproduksi vitamin D jadi berkurang.
  • Orang yang jarang atau tidak pernah terpapar sinar matahari.
  • Orang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas). Lemak di bawah kulit akan menghalangi penyerapan vitamin D ke dalam peredaran darah.
  • Orang yang menderita gangguan penyerapan nutrisi, contohnya radang usus dan malabsorpsi lemak. Vitamin D bersifat larut lemak dan penyerapannya bergantung pada kemampuan usus dalam mencerna lemak dari makanan. Kondisi malabsorpsi ini bisa saja disebabkan oleh masalah kesehatan lain seperti celiac, Crohn, atau cystic fibrosis.

Selain menjaga kekuatan serta kepadatan tulang, dan mencegah terjadinya osteoporosis, vitamin D mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Manfaat Vitamin D untuk Menurunkan Berat Badan

Ada studi terdahulu yang menemukan bahwa orang obesitas cenderung mempunyai kadar vitamin D dalam darah yang lebih rendah. Karenanya, muncul sebuah teori adanya hubungan kecukupan asupan vitamin D dan kejadian obesitas. Orang dengan berat badan berlebih diduga jarang beraktivitas di luar sehingga tidak terpapar sinar matahari. Disamping itu, penderita obesitas juga diyakini kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D.

Tidak hanya itu, muncul pula sebuah teori bahwa kadar vitamin D dalam darah bisa ditingkatkan dengan menurunkan berat badan. Hal tersebut didasarkan suatu penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan jumlah enzim yang mengaktivasi vitamin D pada orang obesitas dengan mereka yang punya berat badan normal dan dengan yang mengalami obesitas. Makanya, orang kegemukan dan obesitas dikatakan lebih berisiko kekurangan vitamin D dan membutuhkan asupan tambahan dari suplemen.

Dalam sebuah penelitian tahun 2014 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, peneliti membandingkan pemberian suplemen vitamin D3 dosis 2000 IU per hari selama 12 bulan dengan plasebo pada wanita pascamenopause. Hasilnya, wanita yang mengonsumsi suplemen mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan mereka yang diberikan plasebo.

Studi lain pada American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010 menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin D, dan kalsium, mampu meningkatkan kemungkinan penurunan berat badan saat diet. Studi ini dilakukan selama 6 bulan terhadap 126 wanita yang memiliki berat badan berlebih.

Vitamin D membantu menghambat peningkatan berat badan yang sering terjadi pada wanita paruh baya, berdasarkan penelitian tahun 2007 dari Archives of Internal Medicine. Pada studi ini, 36.282 wanita pascamenopause dibagi menjadi 2 kelompok.

Satu kelompok diberikan 400 IU suplemen vitamin D dan 1000 mg suplemen kalsium sedangkan satunya lagi diberikan plasebo, setiap hari. Setelah tiga tahun, subjek penelitian yang tergolong kekurangan kalsium dan mengonsumsi suplemen memiliki kenaikan berat badan 11% lebih rendah dibandingkan mereka yang diberikan plasebo. Lifepack menjual vitamin D yang direkomendasikan, Wellness Vitamin D3 400IU – Suplemen Kesehatan Tulang (Rp176.000).

Program Penurunan Berat Badan dengan Vitamin D

Sebuah studi menyatakan bahwa hampir 50% penduduk dunia mengalami kekurangan vitamin D. Defisiensi vitamin D ini dideteksi oleh kelenjar hipotalamus yang merupakan bagian terkecil dari otak yang berfungsi untuk membentuk jaringan lemak lebih banyak sekaligus meningkatkan hormon penyebab rasa lapar.

Nah, manfaat vitamin D ini diketahui mampu mengatur pematangan sel lemak. Beberapa suplemen yang mengandung vitamin D dan kalsium menjanjikan penurunan berat badan, seperti yang diungkapkan oleh National Institutes of Health. Namun, peneliti masih belum memastikan apakah konsumsi vitamin D saja (bukan dalam kombinasi dengan kalsium) mampu membantu menurunkan berat badan.

Walaupun tidak membantu menurunkan berat badan Anda sendiri, meningkatkan asupan vitamin D mendukung upaya penurunan berat badan sekaligus meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Agar Anda mencapai berat badan ideal, kombinasikan suplementasi vitamin D dengan diet sehat serta olahraga yang teratur.

Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa konsumsi suplemen dalam jangka panjang dan dosis tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti reaksi alergi, penurunan berat badan secara drastis, aritmia, bahkan meningkatkan kadar kalsium yang bisa menyumbat pembuluh darah.

Khusus untuk anak-anak dan ibu hamil serta menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau nutrisionis sebelum mengonsumsi suplemen ini. Suplemen vitamin D juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk steroid, yang mungkin memicu masalah kesehatan. Kesimpulannya, vitamin D memang bisa dikaitkan dengan kejadian obesitas. Tetapi, efektivitasnya dalam menurunkan berat badan masih belum terbukti secara ilmiah.

Sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mencegah timbulnya efek samping dan gangguan yang lebih serius. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee. Untuk mengetahui rekomendasi vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

Pilihan Rekomendasi Vitamin untuk Ibu Menyusui

Vitamin & Suplemen   27/02/2023
vitamin-untuk-paru-paru

4 Vitamin untuk Memelihara Kesehatan Paru-paru

Vitamin & Suplemen   28/11/2022
vitamin-untuk-anak-telat-bicara

5 Jenis Vitamin untuk Anak Telat Bicara

Vitamin & Suplemen   27/09/2022
vitamin-untuk-anak-terlambat-jalan

4 Rekomendasi Vitamin untuk Anak Terlambat Jalan

Vitamin & Suplemen   23/09/2022
vitamin-untuk-anak-yang-sering-batuk-pilek

7 Vitamin untuk Anak yang Sering Batuk Pilek

Vitamin & Suplemen   12/09/2022