fbpx
BerandaGaya Hidup SehatTips Mencegah Obesitas Pada Anak di Saat Pandemi Covid-19

Selama pandemi ini, kegiatan anak-anak di luar rumah mulai terbatasi. Aktivitas belajar-mengajar hanya dilakukan dengan bertatap muka di layar gadget. Bermain dengan teman-temannya pun sudah tidak sebebas dulu. Semuanya serba dilakukan di rumah, dan bukannya tidak mungkin bila risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada anak bisa meningkat.

obesitas-pada-anak

 

Dampak Covid-19 Terhadap Obesitas Pada Anak

Obesitas adalah salah satu penyakit yang diidentifikasi sebagai komorbid yang dapat memperparah penyakit Covid-19. Anak dengan obesitas mungkin saja mengalami gejala Covid-19 yang lebih hebat. Bahkan, pada beberapa kasus, anak obesitas yang terkena Covid-19 sampai harus membutuhkan alat bantu pernafasan.

Namun, efek dari pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada aktivitas yang terbatasi saja. Social distancing yang diterapkan selama pandemi pun bisa membuat anak mengalami peningkatan pada berat badan yang berujung pada obesitas. Laporan jurnal Elsevier Public Health Emergency Collection sendiri menyebutkan bila penyakit obesitas pada anak meningkat di Amerika Serikat selama pandemi.

Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi kenaikan obesitas pada anak selama pandemi. Faktor tersebut punya kaitan dengan hilangnya banyak hal dasar yang dapat menunjang kesehatan anak selama pandemi. Di antaranya termasuk makanan bergizi yang kini jarang didapatnya, tempat yang aman selain rumah, aktivitas fisik yang mendasar seperti bersosialisasi dan rutinitas lainnya.Konsekuensi pun muncul seiring kegiatan anak yang dibatasi di rumah, mulai dari kesehatan tubuh dan mentalnya. Apalagi jika pola makan anak tidak diperhatikan dan berujung pada asupan gizi yang buruk dan tidak terkontrol.

Bukannya tidak mungkin bila minimnya akses terhadap hal mendasar di atas memicu stres hingga trauma pada anak. Stres bisa membuat aktifnya sistem respon stres di tubuh. Jika sistem stres ini dibiarkan dalam waktu lama dan makin menguat, anak bisa terkena penyakit serius, termasuk obesitas akibat nafsu makan yang tidak terkontrol.

Dukungan orang tua juga menjadi hal dasar yang dibutuhkan agar anak sehat. Sebaliknya, bila orang tua juga mengalami stres akibat pandemi (misalnya karena kehilangan pekerjaan), hal ini bisa memperburuk kondisi kesehatan anak. Kebiasaan orang tua menyediakan makanan olahan dengan kalori, lemak jenuh, dan gula yang tinggi juga bisa memicu obesitas pada anak.

 

Faktor Pemicu Obesitas Pada Anak

Mengutip jurnal publikasi Clinical and Experimental Pediatrics, setidaknya ada empat faktor beserta dampak yang dapat meningkatkan risiko anak terkena obesitas. Di antaranya adalah:

 

Lockdown dan Pembatasan Gerak

Lockdown atau PSBB yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 membuat terbatasnya akses terhadap makanan segar atau bukan olahan serta layanan kesehatan. Gaya hidup anak juga bisa berubah menjadi tidak sehat karena ia lebih sering diam di rumah dan sedikit bergerak.

Minimnya akses terhadap makanan sehat karena beberapa sebab, seperti menghindari keramaian, membuat orang tua lebih memilih makanan olahan dan makanan dengan bahan pengawet. Anak juga rentan terhadap camilan manis saat PSBB berlangsung.

 

Karantina, Isolasi Diri, dan Social Distancing

Minimnya kontak langsung dengan teman sekolah, teman di lingkungan rumah, ataupun guru bisa memicu stresor yang baru baginya. Masih rendahnya pengalaman anak untuk mengenali dan menghadapi stresor atau penyebab stres bisa membuat frustasi dan memicu perilaku makan berlebihan hingga akhirnya berujung pada penyakit obesitas pada anak.

 

Pelarangan Aktivitas Langsung di Sekolah

Pergeseran kegiatan utama belajar dari sekolah ke rumah membuat aktivitas fisik anak makin berkurang. Anak pun akan lebih sering menggunakan gadget dan pola hidupnya jadi tidak teratur, termasuk waktu tidurnya. Dari kebiasaan yang berubah ini, anak bisa rentan terkena obesitas.

 

Kegelisahan dan Masalah Ekonomi Akibat Pandemi

Pada beberapa kasus, orang tua mengalami dampak pandemi yang buruk terhadap profesi dan keadaan finansial mereka. Jika hal ini tidak ditanggapi dengan baik, anak bisa merasakan pengalaman buruk dari kondisi ini bahkan hingga terpapar kekerasan dalam rumah tangga.

 

Risiko Obesitas pada Anak Terjangkit Covid-19

Melansir dari studi tahun 2020, ada beberapa risiko terkait obesitas yang dapat memperparah kondisi penderita Covid-19 pada anak (dan juga orang dewasa). Beberapa risiko dari obesitas tersebut adalah:

  • Hiperinsulinisme (kelebihan insulin)
  • Gangguan sistem pernafasan
  • Penyakit kardiovaskular
  • Inflamasi subklinis
  • Pembekuan darah
  • Gangguan ginjal
  • Disbiosis usus (ketidakseimbangan mikroorganisme di dalam usus)
  • Ketidakseimbangan sistem imun

 

Tips Mencegah Obesitas Pada Anak Selama Pandemi

Peran orang tua sangatlah penting untuk memelihara gaya hidup dan pola makan yang benar pada anak. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mencegah obesitas pada anak, dilansir dari laman CHOC Children’s.

 

Terapkan Menu Makanan yang Tepat

Obesitas pada anak dapat dicegah dengan menerapkan pola makan sehat. Karena itu pula, penyajian hingga pemilihan makanan yang anak akan santap harus diperhatikan. Gula merupakan salah satu penyebab anak suka ngemil, bahkan sering kali dalam jumlah tidak terkontrol.

Orang tua bisa membatasi jumlah gula yang dimasukkan ke dalam makanan atau minuman anak. American Heart Association menyarankan tambahan 25 gram gula per hari untuk anak usia 2-18 tahun. Sederhananya, 25 gram gula sama dengan 6 sendok teh atau sekitar 100 kalori. Minuman yang mengandung gula juga perlu dibatasi sampai kurang dari 1/4 liter air per minggu.

Banyak orang tua yang menghubungkan makanan sehat dengan harga yang mahal. Meski begitu, hal tersebut bisa ditepis bila orang tua tahu caranya. Berikut beberapa tips agar bisa memilih makanan sehat untuk anak namun tidak menguras kantong.

  • Buat daftar sebelum berbelanja. Bandingkan harga dan bila perlu lihat brosur untuk mengetahui promo yang berlangsung. Ciptakan menu keluarga selama seminggu sekali sambil memerhatikan bahan makanan apa yang sudah ada di rumah.
  • Makanlah sebelum berbelanja. Hal ini mungkin terdengar asing. Tapi, berbelanja dalam keadaan lapar bisa membuatmu dan si buah hati rentan terhadap perilaku berbelanja yang spontan dan tidak sehat.
  • Siapkan dua atau tiga makanan beku siap saji agar bisa langsung dihidangkan saat kamu tidak sempat memasak makanan sehat.

Anda juga dapat memberikan suplemen FRUIT BLEND 18 JUNIOR – Suplemen Anak Untuk Mencegah Batuk Pilek dan Melancarkan BAB (Rp152.600) untuk melancarkan buang air besar anak. Karena buang air besar yang tidak lancar dapat menjadi faktor naiknya berat badan.

Minum Air yang Cukup

Kecukupan cairan tubuh harian diperlukan agar anak terhidrasi dengan baik. Hal ini pula bisa menghindarkan obesitas pada anak. Berdasarkan tingkatan usia, berikut rekomendasi asupan cairan yang perlu anak penuhi per harinya.

Usia

Takaran air

0,5-1 tahun 800 ml
1-3 tahun 1.200 ml
4-6 tahun 1.500 ml
7-9 tahun 1.900 ml

 

Ajak Anak Memasak

Aktivitas memasak bisa menjadi media pembelajaran bagi anak dan juga bisa jadi pengisi waktu luangnya selama berada di rumah. Ada manfaat lainnya yang bisa didapatkan anak saat memasak bersama orang tuanya, di antaranya:

  • Membuat anak mengerti dan pintar memilah makanan apa yang sehat. Untuk itu, cobalah menjelaskan bahan-bahan masakan serta bagaimana aroma, rasa, penampilan, serta teksturnya. Buatlah juga kreasi terhadap makanan dengan bersama-sama membentuknya menjadi tampilan yang menarik.
  • Anak belajar dengan mengamati. Jika ia melihat orang tua atau kerabat lebih suka menyiapkan makanan yang sehat, ia akan lebih mudah menerima makanan tersebut.
  • Sempatkan waktu makan sekeluarga. Anak yang makan bersama keluarga dirumah punya diet atau pola makan yang lebih berkualitas dengan asupan tinggi akan buah dan sayur.

 

Dukung Anak Agar Sering Latihan Fisik

Melakukan olahraga setiap hari dapat membantu menghindarkan obesitas pada anak. Cobalah untuk mencapai total 1 jam latihan per harinya. Waktu olahraga ini bisa dipecah menjadi 15 menit agar anak tidak terbebani.

Orang tua juga harus aktif terlibat dan memberikan kesenangan pada olahraga yang dilakukan bersama anak. Olahraga yang dilakukan juga bisa didasarkan pada aktivitas yang anak sukai, seperti bersepeda, sepak bola, atau berjalan menemani anjing di taman sambil menjaga jarak aman dengan orang lain.

 

Kurangi Waktu di Depan Layar Gadget Untuk Cegah Obesitas Pada Anak

Jika anak tidak sedang belajar, pastikan ia tidak menggunakan perangkat elektroniknya sesering mungkin. American Academy of Pediatrics menyarankan durasi anak dengan usia berbeda dalam penggunaan gadget sebagai berikut:

Usia Waktu yang dianjurkan
≤18 bulan Tidak dianjurkan menggunakan gadget, kecuali saat menelepon atau video call dengan keluarga.
18 bulan sampai 2 tahun Batasi waktu penggunaan dan jangan izinkan pemakain sendiri. Pilihlah program edukasi dan pastikan orang tua menontonnya bersama anak.
2-5 tahun Batasi waktu penggunaan 1 jam per hari. Orang tua juga perlu menemani anak dan pastikan anak mengerti apa yang dia tonton.
≥6 tahun Orang tua harus memasang batasan waktu dan jangan biarkan gadget memengaruhi waktu tidur, belajar, olahraga, maupun perilakunya.

Dukungan dan bimbingan orang tua dibutuhkan anak untuk melewati masa sulit akibat virus Covid-19 ini. Buah hati yang belum paham betul akan kondisi yang sedang terjadi sebaiknya dibimbing dengan gaya hidup yang baik sehingga obesitas pada anak bisa terhindarkan. Ajarkan juga pentingnya protokol kesehatan selama pandemi agar anak terhindar dari bahaya virus Covid-19.

 

Baca juga:

Cara Menghindari Anak Kecanduan Gadget

4 Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

8 Tips Aman Bermain Bersama Anak Saat Pandemi Covid-19

 

Bahagia dan Sehat Bareng Jovee

Simak artikel seputar tips dan trik kesehatan lainnya dari Jovee, pusat vitamin terlengkap. Unduh juga aplikasi Jovee melalui Play Store dan App Store serta dapatkan suplemen personalmu. Cari tahu pula tentang suplemen yang kamu butuhkan dengan berkonsultasi secara gratis dengan nutrisionis Jovee.

Penulis: Arofah Hafiz A.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

kulit-kepala-berjerawat

Kulit Kepala Berjerawat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup Sehat   20/05/2022
apakah-pisang-bagus-untuk-diet

Apakah Benar Buah Pisang Bagus untuk Diet?

Makanan Sehat   17/05/2022
apakah-tomat-bisa-menghilangkan-jerawat

Apakah Tomat Bisa Menghilangkan Jerawat?

Makanan Sehat   17/05/2022
jadwal-mpasi-6-bulan

Mulai MPASI, Begini Jadwal Makan Bayi Usia 6 Bulan

Makanan Sehat   10/05/2022
apakah-nanas-bisa-mencegah-kehamilan

Apakah Nanas Bisa Mencegah Kehamilan?

Makanan Sehat   09/05/2022