fbpx
BerandaKesehatan LainnyaVirus Corona (Covid-19): Penyebaran, Gejala, dan Perawatan

Kasus virus corona (Covid-19) dilaporkan pertama kali menyerang manusia pada awal Desember 2019, tepatnya di Wuhan, Tiongkok. Namun, setahun lebih berlalu dan wabah Covid-19 masih berlanjut dalam skala global. Ilmuwan WHO pun mengeluarkan pernyataan yang menampik asal muasal pandemi tersebut setelah inspeksi ke Wuhan yang berakhir awal bulan Februari 2021 lalu.

virus-corona-(COVID-19)

Dengan semakin meluasnya penyakit Covid-19 serta laporan akan ciri virus corona (Covid-19) yang bervariasi. Kita perlu memahami kembali apa itu virus corona (Covid-19), mulai dari asal muasal hingga gejala serta perawatannya.

Fakta Virus Corona (Covid-19)

Asal Muasal Virus Corona

Data WHO pada April 2020 menyebutkan bila novel coronavirus penyebab Covid-19, dengan nama SARS-CoV-2 pertama kali dilaporkan penyebarannya oleh pihak resmi di Kota Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019. Sampel lingkungan yang diambil dari pasar grosir makanan di Wuhan menyebut hasil positif terhadap SARS-CoV-2. Sebagian pasien awal Covid-19 yang disebut dalam data umum merupakan pemilik warung, karyawan pasar, atau pengunjung tetap pasar.

Setelahnya, novel coronavirus tersebut diidentifikasi untuk pertama kali pada awal Januari dan genetiknya diumumkan ke publik pada 11-12 Januari. Dari sini, diketahui pula bila virus corona berasal dari sumber zoonosis (dari hewan ke manusia), dan diyakini berasal dari populasi kelelawar. Hal yang serupa juga terjadi pada jenis coronavirus SARS-CoV-1 yang menyebabkan wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003. Penyakit SARS ini dikaitkan erat dengan asal ekologis pada populasi kelelawar.

Pernyataan Terbaru Tentang Asal Muasal Virus

Pernyataan akan asal muasal virus covid ini kemudian dibantah setahun kemudian setelah kunjungan lapangan Tim Peneliti WHO yang berlangsung dari 14 Januari-9 Februari 2021.

Tim Peneliti dari 10 negara tersebut mengunjungi beberapa laboratorium di Wuhan, termasuk Institut Virologis Wuhan, serta pasar-pasar yang ada di Wuhan. Dilansir dari laman Liputan6, setidaknya ada 5 hasil investigasi WHO dari kunjungan tersebut, di antaranya adalah:

  • Virus tidak berasal dari kebocoran lab. WHO berkesimpulan bila Covid-19 tidak mungkin berasal dari kebocoran laboratorium. Mereka pun memastikan bila hipotesis seputar kebocoran lab itu tidak mungkin menjelaskan bagaimana virus sampai mengenai populasi manusia.
  • Pasar Wuhan bukan sumber Covid-19. Kunjungan Tim WHO ke pasar seafood dan pasar buah basah yang ada di Wuhan menyimpulkan kalau tempat-tempat tersebut bukanlah sumber virus corona. Mereka membenarkan bila pasar seafood Huanan, Wuhan sebagai klaster penyebaran. Namun pada saat yang sama, ada pula penyebaran di tempat lainnya. Tim WHO dari Tiongkok juga mengatakan bila tidak ada bukti virus muncul dari pasar Huanan.
  • Sumber virus juga tidak berasal dari kelelawar dan pangolin Wuhan. Tim WHO juga menyebut bila kelelawar dan pangolin (trenggiling) yang sebelumnya disebut sebagai sumber virus corona di Wuhan tidak terbukti menjadi sumbernya. Hal ini didasarkan hasil negatif dari 11 ribu sampel tes antibodi pada hewan-hewan tersebut dan lainnya di Wuhan.
  • Makanan beku pasar Huanan bukanlah sumber virus. Selain kelelawar, produk makanan beku atau rantai dingin (cold chain products) yang dijual di pasar seafood Huanan juga dibantah WHO sebagai sumber covid-19. Apalagi, beberapa produk di pasar tersebut adalah barang impor.
  • Investigasi sumber lebih lanjut di Asia Tenggara. Karena belum ditemukan hasil menjanjikan akan asal muasal virus Covid-19, Tim WHO akan melanjutkan pemeriksaan di beberapa negara lainnya. Selain Jepang, WHO juga akan menyasar beberapa negara Asia Tenggara, khususnya Kamboja dan Thailand. Negara-negara tersebut pernah dilaporkan punya kasus virus yang mirip dengan SARS-CoV-2.

Kemungkinan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)

Ada beberapa kemungkinan transmisi virus Covid-19 hingga sampai bisa menginfeksi seseorang. WHO menyebut setidaknya delapan cara metode virus menyebar. Di antaranya adalah:

1. Transmisi kontak

Hal ini meliputi kontak langsung, tidak langsung, atau kontak erat (berada dalam jarak 1 meter) dengan orang terinfeksi melalui sekresi seperti air liur dan sekresi saluran pernafasan (droplet).

2. Droplet (Percikan)

Sekresi saluran pernafasan ini bisa keluar saat orang terinfeksi sedang batuk, bersin, menyanyi, atau berbicara. Ukuran droplet sekitar 5-10 μm (mikrometer). Transmisi droplet dapat mencapai mulut, hidung, mata orang yang rentan sehingga bisa menyebabkan infeksi.

3. Airborne atau Lewat Udara

Medium penyebaran ini berlaku ketika droplet berukuran diameter ≤ 5 μm (disebut droplet nuclei atau aerosol) melayang di udara hingga jarak yang jauh. Transmisi virus ini dapat terjadi saat adanya prosedur medis yang menghasilkan aerosol. Karena itu, sebaiknya prosedur serupa tidak dilakukan di tempat dengan ventilasi buruk dan tanpa alat pelindung diri (APD) yang benar.

Tempat di luar fasilitas medis juga bisa terjadi. Ada beberapa laporan yang menyebutkan bila area dalam ruangan yang padat dengan indikasi transmisi aerosol disertai droplet memungkinkan penyebaran virus. Contoh tempat-tempat tersebut adalah restoran, kelas kebugaran, atau tempat paduan suara.

Seseorang dapat terinfeksi lewat penyebaran droplet hingga transmisi fomite di dalam ruangan apabila ia berada lama di dalamnya dengan orang terinfeksi, ruangannya padat, tidak berventilasi cukup, dan lemahnya protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, tidak mencuci tangan, dan tidak menjaga jarak.

4. Fomite

Transmisi fomite terjadi saat virus corona (Covid-19) dari orang yang terinfeksi dikeluarkan melalui sekresi saluran pernafasan (droplet) dan mengontaminasi permukaan atau benda. Virus corona bisa hidup di permukaan selama berjam-jam hingga berhari-hari tergantung lingkungan sekitar (suhu dan kelembapan) dan jenis permukaan.

Berdasarkan sebuah studi dari Australian Centre for Disease Preparedness pada Oktober lalu, virus Covid-19 dapat bertahan di permukaan benda hingga 28 hari lamanya. Meski begitu, banyak ahli yang percaya bila permukaan terkontaminasi virus bukanlah sumber infeksi yang utama. Apalagi kebanyakan konsensus menyatakan bila infeksi lebih sering terjadi karena kontak langsung antara manusia ke manusia, bukan dari transmisi fomite.

5. Fekal-oral

Fekal-oral terjadi saat feses atau urine yang terkontaminasi virus entah bagaimana tercerna oleh orang lain. Meski kemungkinannya kecil, hal ini mungkin disebarkan lewat orang terinfeksi yang lupa mencuci tangan ketika menggunakan toilet. Benda yang kemudian dia sentuh dapat menyebarkan virus ke orang lain, yang kemudian pula tidak mencuci tangan sebelum makan atau tidak sadar menggigit jarinya dan sebagainya.

6. Darah

Deteksi virus Covid-19 pernah ditemukan di dalam plasma atau serum darah hingga dapat bereplikasi di dalam sel darah pada beberapa penelitian. Meski begitu, transmisi lewat darah masih belum dipastikan kemungkinannya. Rendahnya konsentrasi virus di darah juga menandakan potensi transmisi virus yang sangat rendah.

7. Ibu ke Anak

Meski kemungkinannya ada, belum ada bukti kuat terkait transmisi ibu ke anak. Selain itu, dari sampel ASI terinfeksi virus sebelumnya tidak ditemukan adanya virus yang hidup sehingga ibu dapat memberi ASI dengan aman. Walau begitu, tetaplah cuci tangan sebelum memberi ASI dan gunakan masker wajah selama menyusui untuk mencegah risiko anak terinfeksi.

8. Binatang ke manusia

Beberapa studi menunjukkan bila hewan seperti kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona. Karena masih minimnya informasi, risiko penyebaran virus dari hewan ke manusia masih terbilang rendah. Sebaliknya, temuan dalam jumlah yang kecil menunjukkan bila manusia bisa menularkan virus kepada hewan. Jika kamu punya hewan di rumah serta ada keluarga terinfeksi yang sedang mengisolasi diri, segera jauhkan hewan peliharaan seperti halnya anggota keluarga lainnya.

Gejala Virus Corona (Covid-19)

Sesuai laporan-laporan sebelumnya, gejala virus corona (Covid-19) sangatlah bervariasi, mulai dari yang sedang hingga berat. Orang yang terpapar virus corona biasanya memperlihatkan gejala 2-14 hari setelahnya. Berdasarkan CDC, beberapa gejala tersebut adalah:

  • Demam atau menggigil
  • Batuk
  • Nafas tersengal atau sesak nafas
  • Otot atau badan nyeri
  • Sakit kepala
  • Indra pengecap atau penciuman mulai hilang
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Mual atau muntah
  • Diare

Segeralah minta pertolongan medis jika gejala lebih serius seperti di bawah ini terjadi.

  • Kesulitan bernafas
  • Nyeri atau tekanan di dada yang berkelanjutan
  • Delirium atau kebingungan mental
  • Ketidakmampuan untuk bangun dari tidur atau tetap terjaga
  • Bibir atau wajah kebiruan

Dari data Public Health England, mereka yang terkena gejala Covid-19 menunjukkan:

  • 40% gejala ringan tanpa hipoksia atau pneumonia
  • 40% gejala sedang dan pneumonia tidak parah
  • 15% memiliki penyakit yang signifikan atau cukup serius, termasuk pneumonia hebat
  • 5% mengalami penyakit kritis dengan komplikasi yang dapat mengancam nyawa

Orang yang lebih tinggi terkena risiko virus corona adalah orang yang lebih tua, orang dengan kondisi kesehatan, dan wanita hamil.

Perawatan Virus Corona (Covid-19)

Jika seseorang hanya mengalami gejala umum dan tergolong ringan seperti demam, batuk, dan sesak nafas, ia bisa melakukan perawatan atau pengobatan virus corona (Covid-19) di rumah tanpa harus melakukan perawatan langsung di rumah sakit. Perawatan yang harus dilakukan untuk gejala ringan adalah:

  • Beristirahat,
  • Tetap di rumah,
  • Minum air yang cukup agar tidak dehidrasi,
  • Memantau perkembangan gejala yang diderita, apakah membaik atau malah memburuk, dan
  • Tanyakan dokter seputar obat yang bisa membantu meredakan gejala yang dialami.

Selain beristirahat agar gejala pulih, jagalah diri agar tidak menyebarkan virus ke orang lain, terutama orang lanjut usia atau yang memiliki masalah penyakit tertentu. Karenanya, perhatikan untuk:

  • Gunakan satu kamar dan kamar mandi terpisah.
  • Beritahukan yang lain agar menjaga jarak.
  • Tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau siku.
  • Gunakan masker untuk menutup mulut dan hidung jika memungkinkan.
  • Membersihkan diri secara teratur, khususnya kedua tangan.
  • Jangan berbagi makanan, peralatan makan, pakaian, peralatan mandi, atau benda lainnya untuk digunakan bersama dengan orang lain.
  • Bersihkan dan beri desinfektan pada benda di rumah yang sering dipegang, seperti gagang pintu atau meja.

Studi menyebutkan bila orang dengan infeksi ringan bisa sembuh dalam waktu 2 minggu. Gejala yang lebih parah membutuhkan pemulihan dari 3 hingga 6 minggu.

Setelah memahami ciri-ciri virus corona (Covid-19) dari penyebab hingga penanganannya, kita diharapkan dapat lebih memerhatikan kesehatan kita. Tim Dokter Jovee Irma Lidia juga mengingatkan pentingnya protokol kesehatan apabila perlu keluar rumah. Lakukanlah 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, serta ikuti vaksinasi sesuai program pemerintah. Jika kamu melihat gejala-gejala Covid-19 pada seseorang atau dirimu sendiri, segera batasi kontak dengan orang lain dan hubungi dokter atau tenaga medis.

Baca juga:

Mengenal Tes Covid-19: Dari Antigen Swab Test hingga Antibodi

Cegah Penularan COVID-19 di Lingkungan Kerja Rumah Sakit

Mengulas Seputar Pengembangan Vaksin Covid-19

Bahagia dan Sehat Bareng Jovee

Jovee menawarkan konsultasi nutrisionis gratis dan paket vitamin personal terlengkap dengan harga yang bersaing. Download aplikasinya di Play Store atau App Store untuk mendapatkan rekomendasi instan akan vitamin serta fitur menarik dan cocok dengan kebutuhan sehatmu.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

cara-merawat-rambut

6 Cara Merawat Rambut Setelah Keratin Treatment

Kesehatan Lainnya   25/11/2022
propylene-glycol-adalah

Propylene Glycol: Kegunaan dan Efek Samping

Kesehatan Lainnya   10/11/2022
vaksin-cacar-monyet

Mengenal Vaksin Cacar Monyet, JYNNEOS dan ACAM2000

Kesehatan Lainnya   04/11/2022
6 Cara Penyembuhan Herpes Secara Alami Cukup dengan 3 Hari

6 Cara Menyembuhkan Herpes Secara Alami dan Aman dengan 3 Hari

Kesehatan Lainnya   01/11/2022
cara-pakai-highlighter

Beginner Friendly, Ini Tips dan Cara Menggunakan Highlighter

Kesehatan Lainnya   27/10/2022