fbpx

Vitamin C untuk Bayi : Keamanan, Khasiat, dan Dosis

by | Jul 6, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Ditinjau oleh: Kelvin Halim, S. Gz.

Menjadi orang tua adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan dan menantang dalam hidup Anda. Satu pelajaran pertama yang dipelajari setiap orang tua baru adalah bagaimana memastikan bayi Anda diberi asupan makanan yang cukup dan bernutrisi di setiap tahap pertumbuhan mereka.

Vitamin C sendiri adalah nutrisi penting untuk kesehatan optimal di seluruh siklus hidup manusia. Banyak orang tua baru yang bertanya-tanya apakah bayi mereka mendapat cukup Vitamin C dan apakah perlu suplemen. Nah, artikel ini akan mengulas semua hal yang perlu Anda ketahui tentang Vitamin C untuk bayi, termasuk pengertiannya, berapa banyak dosis yang dibutuhkan, dan bagaimana cara memastikan bayi Anda mendapat asupan yang cukup setiap harinya.

Apa Itu Vitamin C?

Vitamin C atau juga dikenal sebagai Asam Askorbat merupakan nutrisi yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam berbagai fungsi fisik bayi Anda yang paling vital. Vitamin ini berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi, dan memproduksi kolagen.

Vitamin C sangat unik jika dibandingkan dengan nutrisi lainnya karena berperan sebagai Antioksidan. Zat ini berguna untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang mana merupakan zat kimia perusak dan mudah menguap. Lantaran tubuh bayi Anda belum mampu memproduksinya sendiri, maka mereka bisa mendapatkannya dari konsumsi sehari-hari makanan mereka. Misalnya ASI, Susu Bubuk yang dijual di pasaran, dan Buah-Buahan serta Sayuran.

Kebutuhan Vitamin C Untuk Bayi

Meski sangat penting di setiap tahap pertumbuhan, namun bayi rupanya membutuhkan kadar Vitamin C yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Berdasar dari The Dietary Guidelines for Americans, jumlah Vitamin C yang bisa diterima bayi setiap harinya adalah 40 mg untuk usia 0 – 6 bulan dan 50 mg untuk usia 6 – 12 bulan.

Wanita yang menyusui membutuhkan peningkatan asupan Vitamin C agar bisa memasoknya kepada si bayi melalui ASI. Cobalah konsumsi 120 mg Vitamin C per hari atau sekitar 60% lebih banyak dari jumlah normal yang dibutuhkan wanita tidak menyusui. Susu bayi di pasaran juga mengandung Vitamin C dan Anda bisa memberikannya untuk memenuhi kebutuhan si kecil.

Sebagian Besar Bayi Tidak Boleh Mengonsumsi Suplemen Vitamin C

Menurut National Institutes of Health, susu bubuk, ASI, dan makanan harus menjadi satu-satunya sumber Vitamin C yang diberikan untuk bayi. Suplemen Vitamin C tidak perlu diberikan kepada bayi yang sehat karena dapat meningkatkan resiko Toksisitas Vitamin C. Efek samping dari overdosis Vitamin C adalah batu ginjal, mual, dan diare.

Oleh karena itu, disarankan agar Suplemen diberikan kepada bayi yang usianya di atas 6 bulan saja. Adapun pemberiannya hanya direkomendasikan untuk bayi usia 6 bulan yang tidak menyusu dan mengonsumsi kurang dari 16 ons (500 ml) susu bubuk per hari. Jika Suplemen diberikan pun, Anda harus melalui resep Dokter.

Kapan Suplemen Mungkin Tepat Diberikan

Jika Anda curiga bahwa bayi Anda tidak mendapat cukup Vitamin, maka Suplemen bisa diberikan. Kekurangan Vitamin C jarang terjadi di negara-negara maju, melainkan mereka lebih sering berurusan dengan gangguan seperti perkembangan saraf, disfungsi pencernaan, atau kanker.

Kekurangan Vitamin C yang parah dapat menyebabkan masalah medis serius seperti Kudis. Gejala yang ada seperti gusi berdarah, memar, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan mudah marah. Jika penyakit ini dibiarkan, maka bisa berakibat fatal.

Anda sebaiknya tidak mendiagnosis bayi Anda kekurangan Vitamin C sendiri. Pastikan untuk berkonsultasi dengan Dokter sebelum memberikan Suplemen apapun karena mereka dapat menentukan dosis yang tepat.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Suplemen Kehamilan: Apa yang Aman dan Tidak?
Makanan Sehat untuk Anda yang Sedang Menjalankan Promil
5 Manfaat Buah Semangka untuk Kehamilan
8 Manfaat Roti Gandum untuk Kesehatan
Beras Mentah Bolehkah Dimakan?
Kenali Manfaat Vitamin B3 Bagi Kesehatan

Macam-Macam Makanan yang Mengandung Vitamin C

Berdasar rekomendasi dari The American Academy of Pediatrics, makanan padat dapat mulai dikenalkan kepada bayi usia 6 bulan. Di usia ini juga sangat bagus untuk mulai memperkaya asupan Vitamin C mereka untuk menunjang pertumbuhan. Berikan kombinasi makanan dan ASI / Susu Bubuk untuk memenuhi asupannya.

Berikut ini adalah beberapa contoh makanan bayi yang tinggi Vitamin C, yakni :

  • Paprika Merah ¼ cangkir (23 gr) = 58% dari kebutuhan Vitamin C harian
  • Stroberi ¼ cangkir (41 gr) = 48% dari kebutuhan Vitamin C harian
  • Kiwi ¼ cangkir (44 gr) = 82% dari kebutuhan Vitamin C harian
  • Jeruk Keprok (49 gr) = 26% dari kebutuhan Vitamin C harian
  • Brokoli Matang ¼ cangkir (24 gr) = 31% dari kebutuhan Vitamin C harian
  • Pepaya ¼ cangkir (57 gr) = 70% dari kebutuhan Vitamin C harian

Ingatlah bahwa setiap bayi berbeda-beda seleranya dan mereka tidak akan mudah membuka diri pada makanan baru. bersabarlah dengan mereka dan eksplorasi semua rasa untuk menemukan tekstur terbaik dari makanan padat yang disukai si bayi. Sementara itu, penuhi pula asupan Vitamin C mereka dari ASI atau susu yang dijual di pasaran.

Ingin mengetahui info kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Tersedia di Jovee shop

BLACKMORES BIO C – VITAMIN C 1000MG – Daya Tahan Tubuh – 90 Tablet

Sale!

VITALONG C – VITAMIN C 500MG – Daya Tahan Tubuh

Sale!

BLACKMORES VITAMIN C 500MG – Daya Tahan Tubuh

Sale!

Brands