fbpx
BerandaVitamin & SuplemenWaspadai 11 Tanda Kekurangan Vitamin B12 Ini

Vitamin B12 adalah salah satu jenis vitamin B kompleks yang dikenal dengan nama kobalamin. Vitamin ini esensial dalam memproduksi sel darah merah dan menunjang fungsi dan kerja dari sistem saraf. Rata-rata orang dewasa membutuhkan 2,4 mikrogram vitamin B12 per hari.

Waspadai 11 Tanda Kekurangan Vitamin B12 Ini

Siapa yang Berisiko Kekurangan Vitamin B12?

Seperti vitamin-vitamin pada umumnya, kobalamin tidak diproduksi di dalam tubuh. Oleh karena itu, asupan vitamin ini didapat dari makanan atau suplemen. Meskipun begitu, masih banyak orang yang kebutuhan vitamin B12-nya tidak tercukupi.

Kondisi kekurangan B12 biasa dijumpai pada lansia. Survei yang dilakukan oleh The National Health and Nutrition memperkirakan sebanyak 3,2% orang berusia > 50 tahun memiliki kadar vitamin B12 yang sangat rendah dan 20% sisanya berada di batas antara normal dan hampir rendah (borderline).

Selain lansia, beberapa kelompok yang berisiko mengalami kekurangan vitamin B12 adalah:

  • Orang yang menjalani operasi penurunan berat badan. Operasi ini menghilangkan bagian usus penyerap B12.
  • Penderita diabetes yang mengonsumsi obat metformin.
  • Orang yang menjalani diet vegan yang ketat. Hal ini disebabkan vitamin B12 hanya tersedia pada makanan hewani.
  • Mengonsumsi obat obat asam lambung dalam jangka panjang.
  • Orang yang menderita penyakit yang mempengaruhi penyerapan usus, misalnya Crohn, Celiac, serta infeksi bakteri atau parasit.

Kamu dapat menemukan kandungan vitamin B12 pada Blackmores Multi B performance 30 Kap – Suplemen Makanan (Rp170.000).

Apa Saja Tanda dan Gejala Kekurangan Vitamin B12?

Tanda dan gejala ini biasanya tidak langsung terlihat bahkan memakan waktu bertahun-tahun sebelum muncul. Jika menemukan tanda-tanda berikut ini, Anda patut mewaspadai terjadinya kekurangan vitamin B12 dalam tubuh.

1. Kulit pucat atau kuning

Orang yang mengalami kekurangan vitamin B12 sering terlihat pucat pada kulit dan bagian mata. Akibat kadar kobalamin yang rendah, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup.

Selain sel darah merah, kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Kondisi ini terjadi ketika saat sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang Anda menjadi besar dan rapuh sehingga tidak dapat bisa masuk ke sirkulasi darah. Turunnya produksi sel darah merah ini membuat kulit menjadi pucat.

2. Lelah dan letih

Rendahnya jumlah sel darah merah membuat kadar oksigen yang harus diangkut ke seluruh tubuh ikut berkurang. Akibatnya orang yang kekurangan vitamin B12 merasa sangat kelelahan.

3. Kesemutan

Salah satu dampak serius dari defisiensi vitamin B12 dalam jangka panjang adalah rusaknya sistem saraf. Hal ini terjadi karena vitamin B12 memegang peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh dengan menghasilkan zat lemak mielin yang melindungi kapsul saraf.

Tanpa vitamin B12, produksi myelin tidak cukup untuk melindungi seluruh permukaan saraf dan akhirnya bisa terjadi kerusakan. Kerusakan ini muncul dalam bentuk kesemutan, terutama di bagian tangan dan kaki.

4. Kesulitan berjalan akibat gangguan keimbangan

Seiring berjalannya waktu, sistem saraf perifer yang rusak menyebabkan gangguan berjalan dan bergerak. Sensasi mata rasa pada alat gerak bagian bawah membuat seseorang sulit berjalan tanpa alat bantu.

5. Masalah pada mulut

Suatu penelitian menunjukkan bahwa glositis, kondisi lidah bengkak dan meradang dengan lesi panjang di atasnya bisa menjadi tanda awal kekurangan vitamin B12. Jika Anda mengalami glositis, lidah Anda mengalami perubahan warna dan bentuk sehingga terasa nyeri, merah, dan bengkak. Kondisi ini bahkan dapat membuat Anda sulit makan dan berbicara.

Selain itu, beberapa orang dengan defisiensi B12 mungkin mengalami gejala penyakit mulut lainnya seperti sariawan, kesemutan di bagian lidah, atau rasa terbakar dan gatal di mulut. Gejala ini muncul akibat lidah kekurangan oksigen.

6. Sesak nafas dan pusing

Gejala anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan beberapa orang merasa sesak napas dan pusing. Hl ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengangkut cukup oksigen ke seluruh sel tubuh. Meskipun begitu, sesak napas tidak selalu berarti Anda kekurangan vitamin B12.

7. Penglihatan kabur atau buram

Kondisi ini dikenal dengan neuropati yang terjadi akibat kerusakan sistem saraf optik yang mengganggu pengiriman sinyal dari mata ke otak. Walaupun jarang terjadi, penglihatan buram perlu diwaspadai sebagai gejala kekurangan vitamin B12.

8. Mood jadi labil dan mudah marah

Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar vitamin B12 yang rendah dapat dikaitkan dengan gangguan suasana hati (mood) dan otak, seperti depresi dan demensia. Ada teori yang menyebutkan bahwa vitamin B12 membantu memecah protein homosistein di otak. Kekurangan vitamin ini berdampak pada penumpukan kadar homosistein dan mengganggu perjalanan sinyal saraf. Tetapi masih diperlukan temuan dengan bukti yang kuat untuk mendukung teori ini.

9. Gangguan kognitif

Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, seperti pelupa dan kesulitan berpikir. Bahkan pada penelitian yang dilakukan oleh Moore, dkk menemukan bahwa defisiensi kobalamin berhubungan dengan risiko penyakit Alzheimer, demensia vaskular, dan Parkinson. Kurangnya oksigen di otak kemungkinan bisa menjadi faktor penyebab gangguan ini.

10. Mual, muntah, dan diare

Berdasarkan penjelasan Kelvin Halim, nutrisionis Jovee, kekurangan vitamin B12 juga ditandai dengan adanya masalah lambung dan pencernaan. Biasanya hal ini terjadi pada lansia yang mengalami penurunan fungsi sel lambung dan berisiko mengalami infeksi karena bakteri pada lambung.

Turunnya produksi sel darah merah berarti kadar oksigen yang masuk ke saluran pencernaan juga berkurang. Akibatnya seseorang dengan defisiensi vitamin B12 menjadi mual dan muntah, bahkan sampai diare.

11. Hilang nafsu makan dan turunnya berat badan

Berangkat dari masalah pada sistem pencernaan, terutama mual dan muntah, kekurangan vitamin B12 juga bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan. Jika berlangsung terus-terusan, kondisi ini juga dapat mengarah pada penurunan berat badan.

Vitamin yang sangat direkomendasikan untuk Anda adalah suplemen dari Jovee yang juga menyediakan vitamin untuk menjaga kesehatan Anda. Dapatkan suplemen sesuai kebutuhanmu dengan Jovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Ditulis oleh: Alifia Daariy

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

vitamin untuk mengecilkan kista ovarium

Mengenal Jenis-jenis Makanan, Suplemen, dan Vitamin untuk Mengecilkan Kista Ovarium

Vitamin & Suplemen   16/07/2023
vitamin untuk kebas dan kesemutan

Vitamin Untuk Kebas dan Kesemutan, Wajib Tahu Nih!

Vitamin & Suplemen   15/07/2023
vitamin untuk meningkatkan hormon testosteron

Jenis-jenis Vitamin untuk Meningkatkan Hormon Testosteron

Vitamin & Suplemen   14/07/2023
vitamin untuk kepala kliyengan

Vitamin untuk Kepala Kliyengan, Cewek-cewek Wajib Tahu!

Uncategorized   13/07/2023

Pilihan Rekomendasi Vitamin untuk Ibu Menyusui

Vitamin & Suplemen   27/02/2023