fbpx
BerandaKesehatan LainnyaKetuban Pecah Dini: Penyebab dan Cara Mengatasi

Ketuban pecah dini atau premature rupture of membranes (PROM) adalah kondisi pecahnya selaput ketuban (kantung ketuban) sebelum persalinan dimulai. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasinya. Yuk, simak selengkapnya!

ketuban-pecah-dini

Apa itu ketuban pecah dini?

Cairan ketuban adalah air yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Cairan ini ditahan oleh lapisan membran, yang disebut kantung ketuban. Jika ketuban pecah sebelum memasuki usia 37 minggu kehamilan, kondisi inilah yang disebut dengan ketuban pecah dini atau premature rupture of membranes (PROM) . Semakin cepat ketuban pecah, maka semakin tinggi risiko bahaya bagi ibu dan anak.

Setelah ketuban pecah, risiko infeksi akan meningkat sehingga besar kemungkinan bayi akan lahir lebih awal (prematur). Ketuban pecah dini terjadi pada sekitar 8 hingga 10 persen dari semua kehamilan dan lebih sering terjadi pada kehamilan anak kembar.

Penyebab ketuban pecah dini

Pecahnya selaput ketuban pada persalinan normal disebabkan oleh melemahnya selaput secara alami atau dari kekuatan kontraksi. Hanya saja pada banyak kasus, penyebab ketuban pecah dini tidak diketahui pasti penyebabnya. Faktor-faktor yang mungkin jadi penyebab ketuban pecah lebih cepat meliputi:

  • Kondisi sosial ekonomi rendah, karena wanita pada lingkungan ini cenderung tidak menerima perawatan prenatal yang tepat
  • Infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore
  • Alami kelahiran prematur sebelumnya
  • Pendarahan vagina
  • Merokok selama kehamilan
  • Infeksi pada rahim, leher rahim, atau vagina
  • Terlalu banyak peregangan pada kantung ketuban. Ini mungkin terjadi karena ada terlalu banyak cairan, atau ada lebih dari satu bayi yang memberi tekanan pada selaput ketuban

Risiko terbesar dari kondisi ini adalah infeksi. Jika rahim sudah terinfeksi, maka bayi harus segera dilahirkan karena bisa sebabkan masalah serius pada bayi. Tak hanya itu, ketuban pecah dini juga meningkatkan risiko komplikasi pada bayi, seperti:

  • Masalah neurologis
  • Sindrom gangguan pernapasan
  • Komplikasi serius lainnya seperti kompresi tali pusar.

Tanpa cairan ketuban, tali pusar akan rentan rusak. Tali pusar berfungsi untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Jika cairan ketuban pecah, tali pusar mungkin akan terkompresi antara bayi dan rahim. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang serius bahkan kematian pada bayi.

Meski ketuban pecah sebelum kehamilan usia 24 minggu jarang terjadi, kondisi ini sering menyebabkan kematian pada janin karena paru-paru yang tidak dapat berkembang dengan baik. Jika bayi bertahan hidup, mereka akan sering mengalami masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit paru kronis, palsi serebral, atau hidrosefalus.

Gejala ketuban pecah dini

Gejala ketuban pecah dini yang paling umum adalah keluarnya cairan dari vagina. Cairan ini dapat menetes perlahan atau bahkan menyembur deras keluar. Terkadang, banyak bumil yang salah mengira cairan ketuban sebagai urin.

Cara mudah membedakan cairan ketuban adalah mencium bau cairannya. Cairan ketuban seharusnya tidak berbau dan berwarna seperti urin. Gejala-gejala lainnya juga termasuk:

  • Keputihan yang lebih dari biasanya
  • Pendarahan dari vagina
  • Tekanan pada panggul

Jika kamu merasa alami ketuban pecah, segera kunjungi rumah sakit terdekat sesegera mungkin, karena penanganan yang tepat perlu dilakukan agar bayi dan ibu tidak dalam bahaya.

Diagnosis ketuban pecah dini

Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter akan mengamati cairan yang keluar dari vagina. Sejumlah tes yang melibatkan analisis cairan vagina mungkin diperlukan untuk menentukan apakah ada cairan ketuban.

Tenaga kesehatan akan mengumpulkan beberapa sampel cairan dari vagina menggunakan alat medis yang disebut spekulum. Alat ini akan dimasukkan ke dalam vagina dan dengan lembut mengambil sampel cairan di dinding vagina.

Sejumah tes tambahan ini juga meliputi:

Uji pH

Tes ini melibatkan pengujian sampel cairan vagina. pH vagina yang normal berada di antara 4.5 dan 6. Sementara, cairan ketuban miliki pH yang lebih tinggi, sekitar 7.1 hingga 7.3. Oleh sebab itulah selaput ketuban sudah pecah dapat diketahui melalui uji pH.

Tes USG

Tes USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dapat menampilkan kondisi jaringan, organ, dan jumlah cairan yang ada di sekitar bayi.

Cara mencegah ketuban pecah dini

Sayangnya, penyebab pasti yang belum diketahui membuat pencegahannya cukup sulit dilakukan. Namun, sejumlah gaya hidup sering dikaitkan dengan kondisi ini. Untuk mengurangi risiko, kamu bisa hindari rokok dan hubungan seksual secara bebas.

Konsultasikan juga pada dokter jika kamu sedang mengonsumsi obat steroid. Hati-hati pada aktivitas fisik berat, karena juga bisa tingkatkan risiko ketuban pecah. Bumil juga perlu periksakan diri secara rutin ke dokter, agar pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terpantau dan masalah kehamilan dapat terdeteksi lebih dini.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai ketuban pecah dini. Simak tips dan info seputar kehamilan lainnya hanya di Jovee. Dapatkan juga suplemen kehamilan seperti Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold – 180 Kap (Rp510.865) lebih hemat dengan promo dan gratis ongkir.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

covid di Indonesia

Perkembangan Kasus COVID di Indonesia Saat Ini

Kesehatan Lainnya   30/05/2023
gejala covid di mata

Gejala Covid di Mata: Gejala dan Cara Mengatasinya

Kesehatan Lainnya   29/05/2023
cara mengatasi rambut patah akibat smoothing

Cara Mengatasi Rambut Patah Akibat Smoothing

Kesehatan Lainnya   28/05/2023
hair tonic untuk rambut rontok

Rekomendasi Hair Tonic untuk Rambut Rontok

Kesehatan Lainnya   14/05/2023
the balm meet matte review

The Balm Meet Matte Review

Kesehatan Lainnya   28/04/2023