fbpx

Waktu Terbaik Mengonsumsi Suplemen Magnesium

by | Jul 27, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Magnesium merupakan salah satu mineral penting yang terlibat dalam berbagai aspek kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa Magnesium membantu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, mencegah serangan migrain, menurunkan tekanan darah, dan melindungi diri dari depresi. Berdasarkan Recommended Dietary Allowance (RDA), asupan magnesium untuk orang dewasa adalah 310-420 mg setiap hari. Kebanyakan orang dapat memenuhi kebutuhan Magnesium tersebut melalui sumber makanan, namun pada kasus tertentu mungkin diperlukan suplemen Magnesium.

Artikel ini membantu Anda menentukan waktu terbaik kapan mengonsumsi suplemen Magnesium supaya berfungsi optimal.

Apakah Waktu Berpengaruh terhadap Efektivitas Magnesium?

Terlepas dari tujuan Anda mengonsumsi suplemen Magnesium untuk memperbaiki suasana hati, mengurangi rasa cemas, atau meningkatkan kualitas tidur, sebenarnya manfaat suplemen Magnesium berkaitan erat dengan jangka waktu penggunaannya. 

Sebagai contoh, penelitian terhadap 130 orang penderita migrain yang mengonsumsi suplemen mengandung Magnesium, mengalami pengurangan frekuensi migrain lebih sedikit selama studi 3 bulan. 

Penelitian lain mencatat bahwa penambahan suplemen Magnesium meningkatkan gejala depresi pada 112 orang dewasa dan mendapatkan manfaat nyata setelah mengonsumsinya selama 2 minggu.

Oleh karena itu, suplemen Magnesium diperbolehkan dikonsumsi setiap saat sepanjang hari selama Anda bisa menggunakannya secara konsisten. Bagi sebagian orang, mungkin akan mengonsumsi suplemen ini di pagi hari, sementara ada pula yang meminumnya saat makan malam atau sebelum tidur untuk mendapatkan fungsi terbaiknya. Kapan pun itu, yang paling penting adalah mengatur jadwal dan memastikan Anda mendapatkan dosis harian.

Jadi, manfaat Magnesium dikaitkan dengan penggunaannya jangka panjang. Suplemen ini bisa dikonsumsi kapan saja sepanjang hari tergantung efektivitasnya pada masing-masing individu.

Dianjurkan Dikonsumsi dengan Makanan

Walaupun suplemen Magnesium umumnya dapat ditoleransi dengan baik, namun seringkali produk ini dikaitkan dengan beberapa efek samping penggunaan, seperti diare, mual, dan muntah. Jika Anda kebetulan mengalami salah satu efek samping tersebut, maka mengonsumsi suplemen Magnesium dengan makanan dapat membantu mencegahnya. Apabila gejala yang dialami tetap terjadi, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Interaksi yang Mungkin Terjadi

Konsumsi suplemen Magnesium mungkin akan mengganggu fungsi beberapa obat lain seperti mengurangi efektivitasnya jika digunakan secara bersamaan. Bahkan, obat lain juga akan meningkatkan ekskresi Magnesium melalui urin yang berpotensi mengurangi kadar Magnesium dalam tubuh. Hal tersebut tentu akan memicu tubuh Anda kekurangan mineral ini.

Oleh karena itu, perhatikan aturan pakai suplemen Magnesium jika sedang mengonsumsi obat lain. Sebagai contoh, antibiotik harus diminum setidaknya 2-4 jam sebelum atau 4-6 jam setelah mengonsumsi suplemen Magnesium supaya sama-sama berfungsi optimal. Sementara itu, bagi Anda yang menggunakan bifosfonat untuk mencegah tulang keropos harus mengonsumsi suplemen Magnesium setidaknya 2 jam sebelum atau setelah obat lain. Lain halnya jika Anda mengonsumsi diuretik atau inhibitor pompa proton supaya berkonsultasi dulu dengan pakar kesehatan untuk menentukan jadwal terbaik suplemen Anda.

Tidak harus dengan suplemen, sesekali Anda bisa penuhi kebutuhan Magnesium dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan berikut ini.

Cokelat Hitam

Cokelat hitam merupakan makanan yang sehat sekaligus lezat. Satu porsi coklat hitam dalam penyajian 1 ons (28 gram) menghasilkan 16% RDI untuk Magnesium. Selain itu, coklat hitam juga mengandung banyak zat besi, tembaga, mangan, dan serat prebiotik yang baik untuk kesehatan usus. Zat antioksidan didalamnya membantu tubuh menetralisir radikal bebas. Tidak hanya baik bagi usus, cokelat hitam bermanfaat untuk kesehatan jantung. Pilihlah produk coklat hitam dengan kandungan 70% padatan kakao untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Alpukat

Alpukat adalah buah yang bergizi dan kaya akan Magnesium. Satu buah alpukat saja menyediakan 58 mg Magnesium, 15% dari RDI. Alpukat juga kaya akan Kalium, vitamin B, dan vitamin K. Berbeda dengan kebanyakan buah lainnya, alpukat tinggi lemak, terutama lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.

Buah Alpukat merupakan sumber serat yang baik. Fakta menunjukkan bahwa 13 dari 17 gram karbohidrat dalam alpukat berasal dari serat. Konsumsi alpukat mampu mengurangi peradangan, meningkatkan kadar kolesterol, dan memberikan rasa kenyang.

Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan Magnesium? Pentingnya memenuhi kebutuhan Magnesium setiap hari untuk mencegah terjadinya hal-hal berikut ini.

Kedutan, Tremor, dan Kram Otot

Ketiga gejala tersebut merupakan pertanda bahwa tubuh Anda kekurangan zat Magnesium. Skenario terburuknya, akan menyebabkan kejang-kejang.

Kelainan Mental

Kekurangan Magnesium juga berisiko menyebabkan kelainan mental seperti timbul rasa cemas. Bahkan bisa juga mengakibatkan kematian, kurang mampu mengolah emosi, delirium, dan koma.

Osteoporosis

Kekurangan Magnesium meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang, meskipun risiko ini masih dipengaruhi oleh banyak faktor lain.

Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk memantau kebutuhan Magnesium setiap hari supaya tetap terpenuhi. Mineral tersebut bisa Anda peroleh baik melalui sumber makanan atau suplemen dengan aturan pakai yang terjadwal..

Ingin mengetahui info kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Brands