fbpx
BerandaKesehatan LainnyaSwab Test Adalah PCR Test: Pahami Tes Covid-19

Makin hari, jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia kian bertambah. Sebagai upaya memperluas pencegahan penyebaran penyakit lebih luas lagi, pemerintah mengeluarkan pedoman pemeriksaan, termasuk rapid test dan PCR test. Khususnya di beberapa wilayah yang tercatat memiliki kasus tinggi. Tes PCR atau swab test adalah salah satu pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi Covid-19. Mungkin masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang keakuratan swab test. Lalu, apa bedanya dengan rapid test? Apakah hasil rapid test akurat? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini!

pcr-test-swab

Mengapa rapid test kurang akurat?

Dilansir dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, rapid test atau tes cepat merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi apakah seseorang terinfeksi virus corona.

Tujuan dari rapid test ini adalah mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus corona. Dengan begitu, petugas kesehatan dapat melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus tidak bertambah.

Rapid test tersebut dilakukan dengan mendeteksi antibodi dalam darah, yaitu IgM dan IgG. Kedua antibodi ini diproduksi oleh tubuh guna melawan virus corona.

Bila keduanya terdeteksi di dalam tubuh, artinya orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki virus corona. Namun sebetulnya, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi, rapid test bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi Covid-19, melainkan hanya menyaring (skrining).

Tes cepat dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari, kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, petugas kesehatan akan meneteskan cairan untuk menandai antibodi di tempat yang sama. Hasil positif atau negatifnya akan ditunjukkan dengan munculnya garis, 10 – 15 menit setelah darah dan cairan tersebut diteteskan.

Sayangnya, jika menjawab pertanyaan apakah hasil rapid test akurat, jawabannya tidak. Hasil tes negatif tidak bisa dijadikan bukti bahwa seseorang tidak terinfeksi Covid-19. Kenapa begitu? Karena, bisa saja antibodi IgM dan IgG di dalam tubuhnya belum terbentuk, meski pernah terekspos virus.

Oleh karena itu, perlu dilakukan tes cepat yang kedua kalinya dalam 7 – 10 hari jika hasilnya negatif. Kalau hasilnya tetap negatif, kemungkinan besar orang yang dites memang tidak terinfeksi virus corona.

Lain halnya bila hasil tes ke-2 positif. Petugas kesehatan akan melakukan tes swab alias PCR test untuk memastikan diagnosis. Lantas, apakah hasil swab test ini akurat?

Apa itu tes PCR?

Keakuratan pemeriksaan dengan swab test jauh lebih tepat. Swab test sendiri adalah bagian dari metode PCR test. PCR adalah kependekan dari polymerase chain reaction, di mana tes pengujian dilakukan dengan sampel tes dari lendir yang diambil oleh tenaga kesehatan dari bagian dalam hidung (nasofaring) atau tenggorokan (orofaring) seseorang.

Orang-orang yang harus melakukan PCR test

Beberapa kelompok orang yang perlu melakukan PCR test adalah:

  • Orang dengan kategori suspek karena mengalami gejala sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, disertai demam 38 derajat Celcius.
  • Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.
  • Mereka yang terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test.
  • Mereka yang bepergian keluar kota atau luar negeri pada 14 hari terakhir.

Pengambilan spesimen dilakukan maksimal dua hari setelah munculnya gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Falla Adinda, tim dokter Jovee, “Tes PCR merupakan baku standar untuk diagnosa Covid-19. Selain itu, tes PCR juga digunakan sebagai metode skrining bagi mereka yang terpapar maupun berisiko tinggi terinfeksi virus. Maka, bila ada riwayat kontak atau berisiko tinggi, sangat disarankan untuk rutin skrining melalui tes PCR.”

Bagaimana prosedur pemeriksaan PCR test?

Tata cara swab test sendiri dibagi menjadi dua, antara lain:

1. Melalui hidung

Prosedur pelaksanaan swab test melalui hidung adalah:

  • Kamu akan diminta duduk di kursi dan menghembuskan napas melalui hidung guna memastikan tidak ada sumbatan.
  • Selanjutnya, kamu diminta untuk mendongakkan kepala dan tenaga kesehatan akan memasukkan alat swab (flocked swab) ke dalam lubang hidung hingga mentok ke bagian belakang hidung atau nasofaring. Alat ini berukuran sekitar 15 sentimeter dengan ujung kapas, menyerupai cotton bud.
  • Kemudian, tenaga kesehatan akan memutar alat swab dengan pelan dan beberapa kali selama sekitar 15 detik di bagian dalam belakang hidung. Gunanya agar cairan terserap sempurna. Selama proses ini, kamu akan merasa sedikit tidak nyaman.
  • Sampel cairanmu kemudian langsung ditempatkan di sebuah tabung kecil khusus (cryotube).
  • Cryotube kemudian dililit dengan parafilm dan dimasukkan ke dalam plastik klip. Jika ada lebih dari satu pasien, plastik klip dipisahkan untuk menghindari kontaminasi silang.

2. Melalui tenggorokan

Sementara, prosedur pelaksanaan swab test melalui tenggorokan adalah:

  • Kamu akan diminta membuka mulut lebar-lebar.
  • Lalu, petugas kesehatan akan memasukkan alat swab ke dalam mulut hingga mencapai bagian belakang tenggorokan. Alat swab tidak diperkenankan menyentuh lidah.
  • Setelahnya, petugas kesehatan memutar alat swab dengan pelan dan beberapa kali selama sekitar 15 detik.
  • Sesudah itu, petugas kesehatan memasukkan alat swab ke cryotube kemudian ditutup rapat.

Selama proses pengambilan sampel lendir itu, petugas wajib menjalankan semua protokol kesehatan. Mulai dari memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dan menjaga jarak minimal 1 meter.

Hasil akhir dari pemeriksaan tersebut akan menunjukkan keberadaan virus corona dalam tubuh seseorang. Pemeriksaan ini membutuhkan waktu beberapa jam hingga 3 – 5 hari sampai hasilnya muncul. Tapi, tergantung juga dengan kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel.

Sampel tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop di laboratorium. Petugas laboratorium akan mendeteksi DNA dan menganalisis materi genetik virus (RNA) yang terdapat dalam virus corona. Jika mesin PCR mendeteksi RNA virus corona di sampel dahak atau lendir yang diperiksa, hasilnya dikatakan positif.

Tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku

Menjawab pertanyaan apakah hasil swab test akurat atau tidak, jawabannya ya. PCR test cenderung lebih akurat dibandingkan rapid test. Intinya, apapun hasil tes kamu, tetap jalankan protokol kesehatan. Stop dulu keluar rumah, kecuali ada keperluan mendesak, dan hindari kontak dengan orang lain selama isolasi. Jaga jarak setidaknya 2 meter dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain.

Jaga terus kondisi kesehatanmu dengan berolahraga rutin dan menerapkan pola makan yang sehat. Tingkatkan kekebalan tubuh dengan memperbanyak konsumsi sumber vitamin C, baik dari makanan maupun suplemen.

Untuk menjaga imunitas tubuh, kamu bisa coba mengonsumsi multivitamin Konimex Renovit Gold (Rp83.521) atau Vitazet (Rp176.510).

Bila muncul gejala Covid-19, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. CDC menjabarkan gejala-gejala infeksi Covid-19 yang dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus, di antaranya:

  • Demam atau menggigil
  • Batuk
  • Sesak nafas atau kesulitan bernafas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau pegal
  • Sakit kepala
  • Indera perasa atau penciuman mulai hilang
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Mual atau muntah
  • Diare

Itulah informasi seputar PCR test yang perlu kamu ketahui. Dengan memahami bagaimana tes Covid-19 bekerja, kamu pun bisa memikirkan atau mengambil langkah terbaik terhadap penanganan virus berbahaya ini. Tetap ikuti juga protokol kesehatan agar kamu bisa membantu menghambat penyebaran virus corona.

Dapatkan suplemen sesuai kebutuhanmu dengan Jovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

pakai-koyo-saat-hamil

Bolehkah Pakai Koyo Saat Hamil?

Kesehatan Lainnya   29/08/2022
ciri-ciri-jerawat-akan-sembuh

Seperti Apa Ciri-ciri Jerawat Akan Sembuh?

Kesehatan Lainnya   26/08/2022
sakit-kepala-di-bagian-belakang

Sakit Kepala Bagian Belakang: Penyebab & Cara Mengatasi

Kesehatan Lainnya   24/08/2022
mimisan-saat-hamil

Sering Mimisan Saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kesehatan Lainnya   23/08/2022
toxic-relationship-adalah

Kenali Penyebab Utama dan Cara Penularan HIV/AIDS

Kesehatan Lainnya   22/08/2022