fbpx

Mengenal Coenzyme Q10 (CoQ10) dan Perannya bagi Kesuburan

by | Jul 15, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Vitamin dan mineral adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh agar dapat bekerja dengan lancar. Coenzyme Q10 (CoQ10) dikenal juga dengan nama ubiquinone. Coenzym Q10 dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesuburan dengan memelihara kualitas sel telur maupun sperma.

Coenzyme Q10 ini dibuat dan disimpan di dalam mitokondria sel yang berperan dalam produksi energi serta melindungi sel dari kerusakan serta penyakit. CoQ10 ini bisa ditemukan di dalam tubuh, khususnya di organ-organ yang membutuhkan energi paling banyak seperti jantung, hati, ginjal, dan pankreas, termasuk juga organ reproduksi.

Senyawa ini dapat ditemukan juga dalam makanan seperti jantung, hati, tuna, salmon, bayam, kembang kol, brokoli, jeruk, stroberi, dan pistachio.

Manfaat Coenzyme Q10

Fungsi utama CoQ10 adalah membantu menghasilkan energi untuk sel-sel tubuh. Sifat antioksidan yang dimiliki oleh CoQ10 mampu melindungi sel tubuh, termasuk sel sperma, sel telur, dan organ reproduksi dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan antioksidan pada CoQ10 ini juga dapat menjaga struktur dan fungsi jantung serta pembuluh darah.

CoQ10 juga dipercaya mampu:

  • Mengurangi frekuensi migrain,
  • Menjaga dan mengoptimalkan kerja jantung dan pembuluh darah,
  • Meningkatkan kekebalan tubuh,
  • Mengurangi gejala penyakit jantung,
  • Mengoptimalkan metabolisme energi,
  • Meredakan nyeri otot, dan
  • Meningkatkan kualitas sperma,

Peran CoQ10 bagi Kesuburan dan Kesehatan Reproduksi

Sel telur wanita memiliki mitokondria yang besar. Untuk melindungi sel-sel telur dari efek radikal bebas pasti membutuhkan jumlah antioksidan yang banyak. Selain itu, proses ovulasi juga tentu membutuhkan energi yang melimpah. Disinilah letak peran CoQ10 bagi organ reproduksi.

Selain melindungi sel telur dan sperma dari efek radikal bebas, coenzym Q10 juga menyediakan energi yang dibutuhkan sel telur dalam proses pematangan dan pembuahan, serta pembelahan sel embrio.

Jika produksi energi tidak mencukupi, proses pembelahan embrio bisa terganggu dan akhirnya menyebabkan keguguran. Selain itu, jumlah energi yang kurang juga dapat mempengaruhi kualitas sel telur dan embrio.

Bagaimana dengan kesuburan pria? Coenzym Q10 juga dikenal dapat meningkatkan kuantitas dan pergerakan sperma serta mencegah kemungkinan terjadinya kemandulan.

Apa jadinya kalau kadar CoQ10 berkurang?

CoQ10 memiliki peran langsung dalam melindungi sel telur dari efek radikal bebas. Produksi Coenzym Q10 dalam tubuh akan berkurang seiring bertambahnya usia, mulai pada usia dewasa awal/tengah hingga lansia. Berkurangnya produksi CoQ10 membuat perlindungan sel telur terhadap efek radikal bebas juga menurun. Hal ini membuat kualitas dan jumlah sel telur sehingga kesuburan wanita pun menurun.

Efek yang serupa juga terjadi pada sperma. Ketika produksi Coenzym Q10 dalam tubuh berkurang, kuantitas dan kualitas sperma pun akan menurun.

Mengonsumsi suplemen CoQ10 diyakini dapat menjaga kualitas dan jumlah sel telur serta sel sperma agar tidak menurun karena sifat antioksidannya. Namun konsumsi suplemen ini bisa menimbulkan efek samping tertentu, termasuk sakit perut, hilang nafsu makan, mual, muntah, diare, hingga reaksi alergi bagi sebagian orang.

Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, suplemen Coenzym Q10 yang dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan seperti ruam pada kulit, tekanan darah dan kadar gula darah menurun, bahkan mempengaruhi kadar enzim pada organ hati.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

Referensi:

  1. Jennifer Silapie. 2019. Coenzyme Q10 for Fertility.
  2. . How Coenzyme Q10 (CoQ10) Affects Sperm Count and Motility.
  3. WebMD. Coenzym Q10.
  4. Arlene Semeco, 2017. 9 Benefits of Coenzyme Q10 (CoQ10).

Brands