fbpx

Nyeri Sendi Bertambah Parah Saat Haid, Mengapa?

by | Jul 24, 2020 | Kesehatan Lainnya | 0 comments

Ketika menstruasi, sebagian wanita merasakan nyeri di bagian-bagian tubuhnya. Nyeri ini muncul karena adanya peradangan di bagian-bagian tersebut, termasuk persendian. Terkadang, rasa nyeri sendi ini bisa timbul akibat kondisi radang sendi yang dideritanya atau riwayat cedera.  Semua orang pernah merasakan nyeri di persendiannya, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih sering mengalami nyeri sendi dan gejala yang dideritanya juga cenderung lebih berat. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah keseimbangan hormon.

 

Menstruasi dan nyeri sendi

Wanita cenderung merasakan nyeri yang lebih berat dibandingkan pria. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh hormonnya. Sebagian besar wanita dengan rheumatoid arthritis, osteoarthritis, lupus, dan fibromyalgia mengeluhkan nyeri sendi yang bertambah sebelum dan saat menstruasi.

Hormon estrogen yang turun drastis persis sebelum dan sesudah menstruasi ini diperkirakan sebagai salah satu penyebabnya. Hormon estrogen diyakini mampu mengontrol rasa nyeri. Estrogen yang naik saat wanita hamil akan melindunginya dari rasa sakit saat melahirkan.

Disamping itu, hormon reproduksi juga dicurigai menjadi faktor penyebab dari tingginya kasus penyakit autoimunkondisi di mana sistem imun salah mengenali jaringan tubuh yang sehat sebagai sumber penyakitpada wanita, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

 

Apa yang terjadi ketika kadar hormon estrogen rendah?

Hormon progesteron dan estrogen memiliki sifat anti peradangan sehingga mampu meredakan rasa nyeri. Setelah fase ovulasi selesai, kadar kedua hormon ini akan meningkat sehingga wanita dengan rheumatoid arthritis akan merasakan nyerinya berkurang.

Suatu observasi gejala terhadap 69 siklus menstruasi pada 14 pasien rheumatoid arthritis menunjukkan bahwa gejala nyerinya berkurang setelah fase ovulasi selesai. Data yang disajikan dalam laporan ini membuktikan bahwa fluktuasi skala nyeri ini mungkin disebabkan karena perubahan kadar plasma estrogen dan progesteron. 

Para ahli medis percaya bahwa keseimbangan kadar hormon reproduksi estrogen dan progesteron yang terjaga bisa melindungi wanita dari risiko rheumatoid arthritis.

Penelitian Karen H. C. dan Joann E. M. terhadap sekelompok wanita paruh baya dengan rheumatoid arthritis menunjukkan gejala-gejala yang dirasakan mereka berkurang saat fase ovulasi telah selesai dan ketika masa kehamilan, di mana level hormon estrogen dan progesteron meningkat.

Sebaliknya, setelah kehamilan gejala rheumatoid arthritis justru tambah parah setelah melahirkan dan selama periode menstruasi, di mana kadar hormon reproduksi sangat rendah. Hipotesis lain terkait rheumatoid arthritis dan gangguan autoimun lain yang lebih umum terjadi pada wanita adalah perbedaan kerja sistem kekebalan tubuh yang dipengaruhi juga oleh aktivitas hormon reproduksi.

Kerja sistem imun ini bisa meningkat ketika kadar hormon reproduksi turun dan menjadi terhambat saat kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron tinggi.

 

Terapi hormon estrogen

Kadar hormon reproduksi ini juga akan makin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Wanita yang mendekati atau sedang dalam fase menopause memiliki level estrogen dan progesteron rendah.  Sejumlah peneliti mengatakan bahwa kasus peradangan sendi umum ditemukan pada wanita usia > 50 tahun.

Makanya, kondisi radang sendi, terutama rheumatoid arthritis sering dikaitkan dengan wanita menopause.  CR Holroyd dan CJ Edwards, dalam penelitiannya, menyarankan terapi pengganti hormon (hormone replacement therapy/HRT) dengan kombinasi progesteron dan estrogen bisa mengurangi perjalanan rheumatoid arthritis pada wanita, khususnya, menopause.

Kombinasi HRT dengan hormon estrogen dan progesteron juga mampu mengurangi risiko osteoporosis, diabetes melitus, menopause, serta penyakit jantung. Perlu ditekankan bahwa terapi hormon estrogen ini bukan bersifat mencegah penyakit rheumatoid arthritis, tetapi memperlambat perjalanannya.

Bahkan, menurut dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee, HRT dengan kombinasi estrogen dan progesteron ini dikatakan bisa meningkatkan risiko beberapa penyakit kronis.

“Walaupun HRT punya banyak manfaat seperti mengurangi gejala menopause, mengurangi resiko osteoporosis, arthritis, diabetes, dan penyakit jantung, terapi ini bisa meningkatkan sedikit risiko kanker payudara, stroke, bahkan serangan jantung.” katanya.

HRT pun dapat menimbulkan efek samping berupa: 

  • nyeri atau bengkak pada payudara;
  • sakit kepala; dan
  • perubahan suasana hati (mood).

Selain itu, terapi hormon ini sebaiknya dibarengi dengan kontrol berat badan melalui pola makan sehat dan rutin olahraga penguatan otot. Jika peradangan sudah berada di tingkat sedang bahkan berat, pasien bisa mengonsumsi suplemen glucosamine dan chondroitinTetapi sebelumnya harus konsultasikan dengan dokter lebih dulu.

Ingin tahu apakah gaya hidupmu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

Holroyd CR, dkk. 2009. The effects of hormone replacement therapy on autoimmune disease: rheumatoid arthritis and systemic lupus erythematosus. Climacteric. 12(5); 378-386.

Karen H. C. & Joann E. M. 2008. Do female hormones affect the onset or severity of rheumatoid arthritis? Arthritis Care & Research. 59(3); 299-301.

Abbott. Estrogen – Joint Pain Connection in Menstruating Women with Osteoarthritis.

Jan S. 2012. Joint Pain and Women.

Erica C. 2016. Rheumatoid Arthritis Hormone Imbalance: The Truth Behind RA.

Jonathan S. 2013. RA and Women’s Health.

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional