fbpx

Diet Menurunkan Berat Badan Memicu Penyakit Batu Empedu, Bagaimana Bisa?

by | Sep 16, 2020 | Gaya Hidup Sehat | 0 comments

Memiliki tubuh dan berat badan ideal mungkin menjadi impian semua orang. Banyak dari mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Berbagai metode diet rela mereka lakukan guna mencapai berat badan yang diinginkan. Tidak sedikit pula yang termakan klaim-klaim produk suplemen yang menjanjikan penurunan berat badan. Diet dan produk suplemen mungkin memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Akan tetapi, diet sembarangan malah dapat memicu penyakit batu empedu.

 

Sekilas tentang penyakit batu empedu

Penyakit batu empedu adalah kondisi mengerasnya lemak di dalam empedu. Lemak tersebut sebenarnya merupakan gumpalan kristal padat yang terbentuk di dalam kandung empedu. Kantung empedu sendiri berperan dalam mencerna lemak dengan menyimpan dan melepaskan empedu ke usus kecil.

Batu empedu diduga muncul akibat endapan sisa-sisa kolesterol dan bilirubin yang menumpuk di dalam kantung empedu. Penumpukan ini terjadi ketika cairan empedu tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin berlebih yang dihasilkan hati. 

Kasus batu empedu lebih banyak ditemukan pada orang dewasa berusia > 40 tahun, terutama wanita. Kenapa begitu? Karena hormon estrogen yang dimiliki wanita dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu.

Selain itu, beberapa faktor risiko yang turut memengaruhi terjadinya penyakit batu empedu adalah: 

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Obesitas
  • Genetik 
  • Pola makan tidak sehat
  • Diet yang terlalu ketat
  • Kondisi medis tertentu

 

Hubungan diet dengan penyakit batu empedu

Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih ataupun obesitas, penurunan berat badan dapat menurunkan banyak risiko penyakit. Mulai dari penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga batu empedu. 

Orang-orang dengan kondisi obesitas mempunyai kadar kolesterol yang cenderung tinggi. Hal ini menyebabkan empedu tidak mampu mencerna semua kolesterol. Akibatnya, terbentuklah batu empedu. Lantas, kenapa diet penurunan berat badan dikatakan bisa menjadi penyebab batu empedu?

Pada dasarnya, diet yang dilakukan dengan benar, rasional, dan bertahap jarang menimbulkan masalah kesehatan. Sebaliknya, kalau Anda melakukan diet sembarangan yang ketat dan sangat rendah kalori, Anda berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Penurunan berat badan drastis, yakni > 1,4 kg per minggu mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk menderita batu empedu. Ketika Anda tidak makan dalam waktu lama dan melakukan diet ketat diet, organ hati akan melepaskan kolesterol ke dalam kantung empedu. Akibatnya, kadar kolesterol dan garam empedu di dalamnya pun jadi tidak seimbang. 

Kolesterol meningkat, sedangkan garam empedu berkurang karena digunakan untuk membuang kolesterol. Alhasil, kelebihan kolesterol ini akan membentuk kristal dan membentuk batu empedu. Inilah sebabnya diet ketat disebut-sebut sebagai salah satu penyebab batu empedu.

Penurunan berat badan yang drastis juga bisa mengganggu fungsi kantung empedu dalam mengosongkan empedu secara teratur. Umumnya, batu empedu yang terbentuk tersebut tidak menunjukkan gejala apapun. Jika batu empedu terus membesar, mungkin diperlukan operasi pengangkatan untuk menghilangkannya.

 

Cara diet yang aman dan efektif

Cara terbaik dan paling aman untuk menurunkan berat badan adalah melakukan diet dengan perlahan. Penurunan berat badan yang disarankan ialah sebesar 0,5 – 1 kilogram per minggunya. Pola diet dan jenis makanan yang dipilih juga harus diperhatikan. 

Hindari mengurangi asupan kalori secara berlebihan. Melakukan diet sangat rendah kalori atau membatasi asupannya sebanyak 800 kalori per hari akan meningkatkan risiko penyakit batu empedu. Sebagai gantinya, konsumsilah berbagai makanan sehat tinggi nutrisi sebagai upaya membentuk tubuh yang ideal. Beberapa kelompok makanan yang direkomendasikan untuk diet sehat, meliputi:

  • Serat, seperti nasi merah, gandum utuh, roti gandum, serta buah dan sayur supaya Anda kenyang lebih lama.
  • Protein untuk membangun otot.
  • Biji-bijian yang tidak melewati proses pengolahan.
  • Lemak sehat, misalnya omega 3 dari ikan salmon, tuna, alpukat, minyak ikan, serta minyak zaitun.

Tidak cuma pola makan, menurunkan dan mempertahankan berat badan juga harus dilakukan dengan:

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi
  • Membatasi minum minuman alkohol
  • Menghindari makanan berlemak
  • Olahraga secara teratur sebanyak 4 – 5 kali seminggu atau selama 30 – 60 menit per hari

Bila Anda sedang mempertimbangkan diet penurunan berat badan, ingatlah informasi yang telah dijabarkan di atas. Anda perlu memilih metode diet yang sesuai dengan kondisi tubuh. Hindari diet ekstrem yang bisa menurunkan berat badan secara drastis. Sebaliknya, susun target yang rasional dan lakukan diet secara bertahap. Cara ini jauh lebih aman dan sehat.

Ingin tahu apakah gaya hidupmu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

Referensi:

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2019. Dieting and Gallstones.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2013. Gallstones.

Stephanie W. (WebMD). 2011. Gallbladder Diet.

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional