fbpx
BerandaGaya Hidup SehatPenyebab dan Cara Mengatasi Masuk Angin saat Hamil

Perut kembung dan masuk angin mungkin menjadi gejala kehamilan yang paling sering terjadi dan sangat tidak nyaman. Biasanya, ibu hamil akan merasakan perut kembung, mual, tidak nafsu makan, tidak enak badan, bahkan jadi sering kentut. Sebenarnya, apa penyebab masuk angin pada ibu hamil? Bagaimana cara mengatasi masuk angin pada ibu hamil tersebut?

cara-mengatasi-masuk-angin-pada-ibu-hamil

Penyebab dan gejala masuk angin pada ibu hamil

Masuk angin sendiri bukan sebuah penyakit, melainkan sekumpulan gejala tidak nyaman pada saluran pencernaan. Plus, masuk angin tidak ada dalam istilah medis. Umumnya, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Apalagi, kalau sistem imun Anda sedang bekerja dengan baik.

Pada ibu hamil, masuk angin bisa dipicu oleh berbagai hal. Penyakit flu dan pilek dapat menyebabkan gejala tidak nyaman pada perut, termasuk mual. Mual dan kembung juga merupakan gejala dari dispepsia atau naiknya asam lambung yang umum terjadi saat hamil.

Makanya, bila Anda merasakan sensasi masuk angin, bisa jadi Anda mengalami maag ataupun flu. Namun, faktor penyebab utama masuk angin pada ibu hamil ini adalah perubahan hormon.

1. Meningkatnya hormon progesteron

Pada trimester awal kehamilan, tubuh Anda menghasilkan hormon progesteron dan estrogen yang lebih banyak. Tujuannya adalah untuk menebalkan dinding rahim yang akan ditempati oleh si janin.

Kadar progesteron yang tinggi ini akan membuat otot-otot tubuh jadi lemas, termasuk usus. Akibatnya, kerja organ-organ pencernaan pun melambat dan makanan akan menumpuk di dalam usus.

Selanjutnya, makanan yang menumpuk terlalu lama akan menghasilkan gas yang menempati sebagian besar rongga perut. Kelebihan gas dalam perut inilah yang membuat Anda sering merasa kembung saat mengandung, bahkan disertai sendawa dan sering buang angin.

Ditambah lagi, kadar estrogen yang tinggi akan meningkatkan penyimpanan gas dan air dalam tubuh. Selain perut yang terasa kembung, Anda pun akan mual, khususnya di trimester pertama.

2. Membesarnya rahim

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, rahim akan meregang karena menyesuaikan janin di dalamnya yang juga makin besar. Pertumbuhan janin menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk saluran cerna.

Ketika organ cerna terhimpit, kerjanya mungkin jadi tidak selancar biasanya. Maka dari itu, Anda lebih rentan mengalami masalah pencernaan, seperti sembelit yang gejala utamanya adalah perut kembung, mirip masuk angin.

3. Makanan mengandung gas

Ada beberapa makanan yang dapat memicu munculnya gas dalam perut, seperti karbohidrat dan gula, serta gorengan. Ya, kebanyakan mengonsumsi makanan tinggi gula turut berkontribusi terhadap kelebihan gas dalam tubuh dan perut kembung.

Contoh makanan yang bisa menyebabkan kelebihan gas tersebut adalah:

  • Buah-buahan: apel, aprikot, mangga, pir, ceri, dan semangka
  • Sayuran: brokoli, kol, kacang hijau, jamur, dan bawang

Gejala masuk angin

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masuk angin merupakan sekumpulan suatu masalah kesehatan, umumnya maag dan flu. Karenanya, tanda dan gejala yang Anda rasakan biasanya kombinasi antara kedua penyakit tersebut. Berikut berbagai gejala yang biasanya muncul saat seseorang masuk angin, yakni:

  • Demam tinggi secara tiba-tiba
  • Sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri sendi
  • Batuk kering
  • Meriang, bisa disertai menggigil
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat dan pilek
  • Badan lemah dan lemas
  • Sesak napas
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut kembung
  • Sering kentut
  • Sakit perut bagian atas
  • Tidak nafsu makan
  • Merasa kenyang padahal belum makan banyak

Cara mencegah dan mengatasi masuk angin saat hamil

mengatasi-masuk-angin-saat-hamil

Masuk angin, pada dasarnya, tidak membutuhkan pengobatan medis khusus, termasuk jika terjadi saat hamil. Kondisi ini wajar terjadi dan bisa mereda sendirinya dengan perawatan rumahan yang tepat. Bahkan, cara mengatasi masuk angin pada ibu hamil secara alami di bawah ini dapat pula dijadikan upaya pencegahan perut kembung.

1. Minum banyak air

Minum air yang cukup setiap hari dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan menghindari ibu dari segala masalahnya. Ibu hamil dianjurkan untuk meminum air sekitar 8 – 10 gelas untuk mencegah dan mengatasi sembelit. Sembelit atau susah buang air besar sering disertai gejala perut kembung.

Selain mencegah perut kembung, minum banyak air putih juga dapat mencegah dehidrasi, membantu ibu hamil tetap berstamina, tidak mudah capek, dan memelihara kesehatan kantung ketuban.

Baca juga: Sembelit saat Hamil? Coba Konsumsi Buah-Buahan Ini!

2. Konsumsi makanan berserat

Makanlah makanan seperti sayur bayam, biji-bijian, roti gandum, dan buah pepaya yang mengandung banyak serat. Bersamaan dengan air, serat akan melancarkan pencernaan. Serat dapat menarik air lebih banyak ke usus dan melunakkan feses sehingga mudah dikeluarkan saat Anda sembelit.

Saat ibu hamil mengalami sembelit, kerja pencernaan akan lebih lambat sehingga gas yang dihasilkan dari tumpukan sisa makanan akan lebih banyak mengisi perut. Mengonsumsi makanan berserat rutin dapat mencegah perut terasa kembung saat hamil.

Baca juga: Diet Sehat dan Tinggi Nutrisi untuk Ibu Hamil

3. Makan sering dengan porsi kecil

Saat hamil, biasanya seorang wanita tidak nafsu makan. Masalah ini bisa disiasati dengan meningkatkan frekuensi makan tapi mengurangi porsinya. Anda juga dapat membiasakan makan dengan porsi kecil tapi lebih sering sejak masa awal mengandung.

Selingi makan camilan berupa buah-buahan atau makanan sehat lain di sela waktu makan utama. Cara mengatasi masuk angin pada ibu hamil secara alami ini juga membantu menyediakan asupan gizi yang berkelanjutan bagi bayi. Bonusnya lagi, berat badan ibu selama hamil akan lebih terkontrol.

4. Makan dengan perlahan

Kalau Anda sedang diburu waktu, tidak jarang Anda jadi makan cepat-cepat. Tetapi, kebiasaan makan terlalu cepat saat hamil ternyata tidak baik untuk pencernaan.

Saat Anda makan dengan cepat, artinya Anda juga menelan udara lebih banyak di tiap suapannya. Gas tambahan yang tidak diperlukan ini pada akhirnya akan mengisi perut bersama gas alami yang dihasilkan oleh makanan sehingga menyebabkan kembung.

Makan cepat-cepat pun meningkatkan risiko tersedak yang tentunya bisa sangat berbahaya. Oleh karena itu, cobalah untuk makan dan mengunyah makanan pelan-pelan.

“Untuk menghindari kembung selama kehamilan, coba untuk makan dalam porsi kecil tapi sering, kunyah dengan baik, kurangi penggunaan sedotan, minum langsung dengan gelas, dan hindari minuman berkarbonasi,” jelas dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee.

5. Menjauhi sumber stres

Stres dan cemas sering membuat seseorang, tanpa sadar, makan lebih banyak dan cepat. Sistem cerna yang melambat saat hamil akan membuat makanan menumpuk dalam usus. Makin banyak makanan yang ditumpuk, makin banyak pula gas yang dihasilkan makanan tersebut.

Jadi, ibu hamil disarankan untuk tetap santai, rileks, dan menjauhi hal-hal pemicu cemas dan stres. Banyak-banyak istirahat untuk menenangkan pikiran dan memulihkan tubuh. Anda dapat mencoba meditasi, tidur siang, dan meluangkan waktu untuk melakukan hobi.

6. Olahraga

Ibu hamil harus banyak bergerak. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri saja, olahraga ringan dapat pula melancarkan sistem pencernaan. Dengan begitu, gas berlebih yang ada di dalam usus bisa terus ikut bergerak keluar melalui kentut. “Disamping berolahraga, kenakan juga baju yang tidak ketat.” tambah dr. Irma.

Untuk memastikan kebutuhan nutrisi selama hamil terpenuhi, Anda bisa mengonsumsi vitamin Folamil Genio (Rp131.670), multivitamin ini penting bagi nutrisi otak ibu hamil dan menyusui. Vitamin Folamil Genio adalah multivitamin dan mineral dengan kandungan DHA untuk menutrisi otak bagi wanita yang menjalani masa kehamilan dan menyusui. Memiliki kandungan DHA yang baik untuk kesehatan otak.

Itulah sejumlah faktor penyebab dan cara mengatasi masuk angin pada ibu hamil. Meskipun masuk angin saat hamil wajar terjadi, ibu hamil harus mewaspadai gejala penyerta yang bisa muncul. Bila perut Anda kembung disertai nyeri panggul atau sembelit selama seminggu lebih, segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan mencari solusi terbaik untuk kondisi Anda.

Baca juga: Manfaat dan Jenis Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil

Ingin tahu apakah gaya hidupmu sudah sehat? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

manfaat-self-talk

Manfaat Positive Self Talk bagi Kesehatan Mental

Gaya Hidup Sehat   22/07/2022
cabin-fever-adalah

Mengenal Cabin Fever dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup Sehat   18/07/2022
perbedaan-stres-dan-depresi

Stres dan Depresi, Apa Perbedaanya?

Uncategorized   13/07/2022
chinese-restaurant-syndrome

Chinese Restaurant Syndrome, Apa Itu?

Gaya Hidup Sehat   14/06/2022
cara-mengontrol-berat-badan-saat-hamil

6 Cara Mengontrol Berat Badan Saat Hamil

Gaya Hidup Sehat   07/06/2022