fbpx

Manfaat Vitamin D3 hingga Efek Sampingnya untuk Tubuh

by | Oct 25, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Vitamin D3 atau cholecalciferol merupakan bentuk aktif dari vitamin D yang dibentuk tubuh dari paparan sinar matahari pada kulit manusia. Jika kebutuhannya terpenuhi, tubuh akan mendapat banyak manfaat vitamin D3, termasuk kesehatan dan kekuatan tulang serta gigi. Hal ini dikarenakan peran vitamin D3 dalam mengatur kadar kalsium.

 

Kebutuhan harian vitamin D3

Berdasarkan rekomendasi angka kecukupan gizi (AKG) dari Kementrian Kesehatan, kebutuhan harian vitamin D untuk anak usia 0 – 11 bulan sebesar 10 mikrogram atau sekitar 400 IU. Untuk wanita dan pria dewasa adalah 15 mikrogram atau setara dengan 600 IU. Sedangkan, untuk lansia kebutuhan asupan vitamin D harian yang disarankan sebanyak 20 mikrogram atau setara dengan 800 IU.

Pemenuhan kebutuhan nutrisi ini bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D atau suplemen tambahan. Sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D3, sebaiknya konsultasikan dulu dokter atau ahli gizi agar dosisnya dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.

 

Sumber terbaik vitamin D3

Vitamin ini bersifat larut dalam lemak. Kalau vitamin D3 terbentuk secara alami ketika kulit terpapar sinar matahari, vitamin D2—bentuk aktif lain dari vitamin D—hanya ditemukan pada makanan dari jenis tumbuh-tumbuhan tertentu, misalnya jamur.

Selain sinar matahari, vitamin D3 juga dapat dijumpai pada makanan yang berasal dari hewan, meliputi:

  • Ikan laut: salmon, tuna, dan tongkol.
  • Minyak ikan dan minyak hati ikan kod.
  • Telur.
  • Susu dan olahannya: keju dan yoghurt.
  • Hati sapi.
  • Sereal atau jus buah yang telah ditambahkan vitamin D3.

Tak hanya dari makanan, asupan vitamin D3 juga bisa diperoleh dari suplemen yang mengandung vitamin D3.

 

Peran dan manfaat vitamin D3 bagi kesehatan

Vitamin ini diperlukan tubuh untuk membantu penyerapan mineral kalsium dan fosfor yang penting untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang. Vitamin D—baik D2 maupun D3—yang dicerna tubuh, bersama kilomikron, akan diserap oleh sistem limfatik sebelum masuk ke sistem peredaran darah. 

Dalam bentuk suplemen, biasanya vitamin D3 dikonsumsi oleh orang-orang yang kebutuhan nutrisinya tidak mencukupi, baik dari sinar matahari maupun dari makanan, misalnya penderita lupus. Tidak hanya lupus, konsumsi suplemen vitamin D juga bisa bermanfaat bagi beberapa kondisi berikut, antara lain:

 

1. Rakitis dan osteomalacia

Suplemen vitamin D3 bisa digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit rakitis serta osteomalacia. Rakitis adalah salah satu kondisi kelainan pertumbuhan tulang pada anak-anak. Berbeda dengan osteomalacia, yaitu keadaan dimana tulang seseorang menjadi lunak dan mudah patah.

Kedua kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan vitamin D, dan mineral kalsium serta fosfor.

 

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Vitamin D juga memainkan peran penting untuk memelihara fungsi kekebalan tubuh dengan meningkatkan respons-nya dalam melawan mikroorganisme penyebab penyakit, meredakan peradangan ketika terjadi infeksi di dalam tubuh, serta pembentukan sel darah. 

Sistem imun sangat membutuhkan vitamin D karena fungsinya dalam mengoptimalkan kerja sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh seseorang. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan respons imun terhadap radikal bebas menurun dan tubuh jadi rentan terkena penyakit.

 

3. Osteoporosis

Kebutuhan vitamin D3 yang tercukupi dapat membantu mencegah osteoporosis serta meningkatkan kepadatan tulang sehingga menurunkan risiko patah tulang pada orang yang telah lanjut usia.

 

4. Gangguan ginjal

Kadar vitamin D di dalam tubuh bisa dipengaruhi oleh fungsi ginjal. Contohnya, pada penyakit gagal ginjal kronis, produksi vitamin D jadi tidak optimal karena terganggunya fungsi ginjal. Oleh karena itu, banyak pasien gagal ginjal yang diketahui mengalami kekurangan vitamin D.

Untuk mengembalikan kadar normal vitamin D di dalam tubuhnya, mereka disarankan untuk melengkapi asupan makanan dengan mengonsumsi suplemen vitamin D3.

 

5. Gangguan kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah kelenjar yang berfungsi untuk mengatur kadar kalsium di dalam tubuh dengan memproduksi hormon paratiroid. Hormon ini memiliki peran penting dalam menghasilkan vitamin D secara alami sehingga jumlah mineral kalsium yang diserap juga lebih banyak.

Apabila fungsi kelenjar paratiroid terganggu, otomatis jumlah vitamin D dan kalsium di dalam tubuh akan berkurang. Oleh karena itu, suplemen vitamin D3 biasanya digunakan untuk mengobati gangguan pada kelenjar paratiroid.

 

Efek samping konsumsi suplemen vitamin D3

Secara umum, konsumsi oral suplemen vitamin D cenderung aman dan tidak menimbulkan efek samping. Lain halnya jika vitamin ini dikonsumsi melebihi dosis yang disarankan dokter. Beberapa efek samping akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin D3 diantaranya:

  • Merasa lelah, lemah, dan lesu
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Hilang nafsu makan
  • Sering haus
  • Mulut kering atau terasa seperti logam
  • Mual atau muntah
  • Konstipasi
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan suasana hati

Pada beberapa orang, konsumsi suplemen ini juga bisa memunculkan reaksi alergi, seperti ruam pada kulit, gatal dan bengkak pada wajah, lidah, atau tenggorokan, pusing, serta kesulitan bernapas. Segeralah cari pertolongan medis apabila Anda merasakan gejala ini.

Suplemen ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki kondisi kelebihan vitamin D (hipervitaminosis D) dan kalsium (hiperkalsemia), gangguan penyerapan nutrisi (sindrom malabsorpsi), penyakit ginjal serta hati.

Itulah beberapa informasi mengenai manfaat vitamin d3 dan dosisnya. Jangan lupa untuk selalu konsultasi ke dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D3. 

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin harianmu, anda juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Atau belanja melalui website Jovee.

 

Ditulis oleh: Alifia Daariy

 

Referensi:

NIH. 2020. Vitamin D: Fact Sheet for Health Professionals.

NIH. 2020. Vitamin D: Fact Sheet for Consumers.

WebMD. 2020. Vitamin D3.

Nair, R., & Maseeh, A. 2012. Vitamin D: The “sunshine” vitamin. Journal of pharmacology & pharmacotherapeutics. 3(2), 118–126.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019.

Brands