fbpx
BerandaGaya Hidup SehatMengenali Bahaya Malnutrisi Bagi Tubuh

Kebutuhan gizi kita sehari-hari sangatlah penting. Namun sayang, masih banyak anak-anak Indonesia yang dihadapkan dengan berbagai masalah kesehatan akibat kekurangan gizi seperti stunting, obesitas, dan anemia. Sambil memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh tiap tanggal 25 Januari ini, kita akan membahas isu kesehatan yang timbul akibat malnutrisi.

malnutrisi

Seberapa Pentingnya Kecukupan Asupan Gizi?

Seperti yang disebutkan Kementerian Kesehatan RI dalam peringatan Hari Gizi Nasional, kebutuhan gizi masyarakat merupakan salah satu komponen penting yang perlu terpenuhi agar sumber daya manusia Indonesia memiliki kualitas dan daya saing.

Masa 1.000 hari pertama kehidupan serta usia remaja merupakan saat paling penting untuk pemenuhan gizi karena dampaknya bagi usia dewasa kelak. Mereka yang punya masalah gizi atau malnutrisi di usia-usia tersebut bisa mengalami kerentanan penyakit di usia tuanya. Dan lagi, mereka memiliki risiko melahirkan generasi yang sama-sama bermasalah dengan gizi.

Jika bicara dampak dalam waktu dekat, remaja yang tidak mendapatkan gizi yang memadai akan mendapati dirinya tidak optimal dalam hal kognitif, produktivitas, dan kinerja tubuhnya sehingga akan berpengaruh juga dengan penghidupannya kelak.

Mengenal Apa Itu Malnutrisi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, malnutrisi adalah keadaan kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan gizi. Namun di Indonesia, masalah paling umum bila membahas soal malnutrisi adalah lebih mengarah ke kekurangan gizi. Terlebih hal ini dibarengi dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya kecukupan gizi. Selain itu, isu utama negara berkembang berupa kemiskinan dan pendidikan menjadi alasan utama dari penyebab kekurangan gizi itu sendiri.

Melansir data London School of Hygiene and Tropical Medicine, malnutrisi digolongkan sebagai penyakit tidak menular. Meski begitu, malnutrisi terbilang serius karena pernah tercatat sebagai penyebab lebih dari 50% kematian anak di seluruh dunia.

Risiko kematian akibat malnutrisi ini pun tak jarang memiliki keterkaitan dengan penyakit menular, seperti malaria, diare, campak, HIV/AIDS, hingga ARLI (infeksi akut pernafasan bawah seperti radang paru-paru dan bronkiolitis).

Faktor Penyebab Malnutrisi

Berdasarkan jurnal Clinical Medicine, malnutrisi dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Kurangnya asupan pangan. Faktor ini mungkin pula menjadi yang utama dalam keterkaitannya dengan penyakit akibat malnutrisi. Termasuk di dalamnya ketidakmampuan dalam memperoleh makanan yang sesuai nilai gizi harian.
  • Kurangnya penyerapan makronutrien dan/atau mikronutrien. Makronutrien dibutuhkan dalam jumlah besar untuk menjaga fungsi tubuh dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Di antaranya termasuk protein, karbohidrat, serta lemak dan asam lemak. Sedangkan, mikronutrien diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif sedikit. Namun, pemenuhan nutrisi mikro ini juga penting untuk perkembangan badan yang sehat dan pencegahan penyakit. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral.
  • Peningkatan nutrisi yang hilang dan/atau kelebihan serta kebutuhan nutrisi yang sangat berlainan karena perbedaan metabolisme (penguraian nutrisi) dengan orang kebanyakan.
  • Kelainan energi tubuh yang terpakai. Penelitian juga menyebutkan bila penyakit terkait kekurangan gizi terjadi karena penggunaan energi tubuh yang lebih sedikit ketimbang pada tubuh yang sehat atau normal. Angka penggunaan energi tersebut di bawah rata-rata 2.000 kalori per harinya. Sebaliknya, pasien penyakit trauma, cedera kepala, atau terkena luka bakar mengalami peningkatan pada penggunaan energinya meskipun hanya dalam waktu yang sebentar.

Selain itu, penyebab malnutrisi juga bisa berasal dari masalah pencernaan, kelainan kesehatan mental, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Orang-orang yang Rentan Malnutrisi

Dari banyaknya kasus malnutrisi, ada beberapa kecocokan terhadap orang-orang yang rentan terhadap kekurangan gizi dan hal ini dimasukkan dalam beberapa golongan berikut:

  • Orang di negara berkembang atau kekurangan akses makanan.
  • Orang dengan kebutuhan nutrisi yang bertambah, khususnya anak-anak dan ibu hamil serta menyusui.
  • Orang dengan pendapatan rendah.
  • Lansia, termasuk mereka yang sudah tidak bisa mengurus dirinya sendiri.
  • Orang yang mengalami kelainan yang berdampak pada penyerapan nutrisi.

Efek yang Timbul Akibat Malnutrisi

Pentingnya mengetahui efek yang ditimbulkan dari kekurangan gizi juga merupakan cara untuk memperingati Hari Gizi Nasional. Hal ini juga bisa menjadi acuan dari upaya untuk mengatasi atau mengurangi masalah kesehatan yang esensial ini. Kurangnya asupan gizi dapat mempengaruhi fungsi dan pemulihan dari sistem organ, di antaranya:

  • Penurunan fungsi otot.
  • Penurunan fungsi jantung dan pernafasan.
  • Pencernaan yang terganggu karena usus kehilangan kemampuannya dalam menyerap air dan elektrolit.
  • Peningkatan risiko infeksi karena sistem imun dan penyembuhan luka yang menurun.
  • Berdampak pada efek psikososial seseorang, seperti apati, depresi, gelisah, dan sifat abai.

Tipe Malnutrisi

Malnutrisi Akut

Gejala tipe ini adalah wasting atau terlalu kurus dengan tinggi badan yang normal. Penyebabnya adalah ketidakcukupan nutrisi akut yang mengarah ke penurunan berat drastis atau gagal menaikkan berat badan secara normal serta defisiensi mikronutrien tertentu. Hal ini dapat menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh, termasuk resistensi terhadap penyakit.

Malnutrisi Kronis

Orang yang mengidap malnutrisi tipe yang satu ini mengalami stunting atau terlalu pendek. Penyebab malnutrisi kronis adalah ketidakcukupan nutrisi dalam jangka waktu yang lama sehingga memicu kegagalan dalam pertumbuhan tinggi badan.

Umumnya, gizi buruk tingkat kronis menyerang anak-anak di bawah 5 tahun. Dampak jangka pendeknya adalah pertumbuhan yang terhambat dan penurunan berat karena defisiensi mikronutrien. Sedangkan, dampak jangka panjangnya berujung pada terganggunya perkembangan fisik dan mental. Stunting juga dapat memicu kerawanan penyakit dan infeksi.

Malnutrisi Akut dan Kronis

Gejala dari campuran tipe malnutrisi ini adalah turunnya berat badan. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari wasting, stunting, atau kedua-duanya. Penyebab yang beragam ini pula yang menyulitkan dalam mengambil langkah intervensi yang tepat. Namun, tipe malnutrisi ini digunakan dalam mengukur tren kekurangan kekurangan gizi umum.

Malnutrisi Akut Parah

Selain tipe-tipe malnutrisi dasar di atas, ada juga malnutrisi akut parah. Tipe malnutrisi ini dapat memicu berbagai penyakit serius karena kekurangan gizi, di antaranya:

  • Marasmus: turun berat badan hebat dan hanya menyisakan tulang serta kulit.
  • Kwashiorkor: perut badan membuncit karena akumulasi air (edema).
  • Marasmic-kwashiorkor: mengacu pada marasmus anak dengan edema tapi tanpa tanda lain dari kwashiorkor.

Perawatan Malnutrisi

Mengutip laman NHS, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi. Dalam kasus malnutrisi parah, perawatan langsung dari rumah sakit sangat diperlukan. Pola makan yang dianjurkan pakar diet adalah:

  • Mengatur pola makan yang lebih teratur dan sehat.
  • Makan makanan fortifikasi yang ditambahkan nutrisi ekstra.
  • Ngemil di antara waktu makan utama.
  • Minum minuman yang mengandung banyak kalori.

Jika hal di atas tidak mencukupi keperluan gizimu, coba ambil tambahan nutrisi dalam bentuk suplemen. Kamu bisa mengkonsumsi suplemen seperti HERBANA TEMULAWAK 60 KAPSUL – Suplemen Ekstrak Temulawak Penambah Nafsu Makan – JOVEE (Rp224.600).

Beberapa penyakit terkait malnutrisi seperti stunting telah menjadi fokus yang juga mendasari diselenggarakannya Hari Gizi Nasional. Pentingnya memelihara kecukupan gizi pun menjadi hal penting dan harus mulai kita perhatikan, terlebih karena wawasan mengenai gizi yang baik belum mendapat banyak perhatian di Indonesia sendiri.

Baca juga:

Daftar Makanan Bergizi dengan Sumber Nutrisi Vitamin Lengkap

Mendukung Gizi Sehat Bagi Penyandang Disabilitas

Pentingnya Gizi 4 Sehat 5 Sempurna Bagi Anak

Bergabunglah dengan Jovee dan mulai hidup sehat sekarang. Unduh aplikasinya melalui Play Store dan App Store atau ambil konsultasi nutrisionis Jovee, gratis! Dengan Jovee, kamu bisa melihat rekomendasi suplemen sesuai kebutuhan personalmu. Dapatkan yang kamu perlukan hanya di pusat vitamin terlengkap, Jovee.

Penulis: Arofah Hafizh A.

 

 

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

kulit-kepala-berjerawat

Kulit Kepala Berjerawat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup Sehat   20/05/2022

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan

Gaya Hidup Sehat   18/04/2022
cara-menjaga-kesehatan-kulit

5 Cara Menjaga Kesehatan Kulit bagi Wanita Karir

Gaya Hidup Sehat   30/03/2022
cara-membuat-kulit-wajah-kenyal-dan-lembab

Intip 5 Cara Membuat Kulit Wajah Kenyal dan Lembab Berikut Ini

Gaya Hidup Sehat   24/03/2022
jenis-olahraga-untuk-kecantikan

Inilah 7 Jenis Olahraga untuk Kecantikan

Gaya Hidup Sehat   23/03/2022