fbpx
BerandaKesehatan LainnyaPentingnya Perawatan Macam-macam Cedera agar Tidak Fatal

Cedera adalah hal yang bisa terjadi pada semua orang, umumnya karena seseorang tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum latihan atau olahraga fisik yang berat. Meski terdengar sepele, cedera bisa berakibat fatal hingga mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Seperti yang diungkapkan Fisioterapis Timnas U-19 Lutfinanda, “Ada almarhum kipernya Persela Lamongan yang meninggal ketika melakukan pertandingan sepak bola karena ada benturan.”

macam-macam-cedera

Walau risikonya sangat kecil, buruknya akibat cedera bisa dicegah bila kita tahu cara yang tepat. Pada artikel kali ini, kita akan membahas macam-macam cedera dan penanganannya bersama Lutfinanda.

Deteksi Cedera dari Bentuk Tubuh

Cedera sebenarnya bisa dideteksi dari tubuh sendiri dan cara pencegahannya bisa berangkat dari anatomi tubuh. Sebab, tiap orang lahir dengan struktur tubuh yang berbeda-beda.

Contohnya pada bagian kaki. Orang yang memiliki bentuk kaki O, kemungkinan besar cederanya ada di bagian luar lutut. “Kalau pola kaki O berarti kan agak melebar terus ke dalam. Otomatis fungsi dari engkel kita berubah.” Karena hal ini juga keseimbangan pada orang dengan bentuk kaki O bisa berkurang. Alhasil, ia jadi lebih gampang terkilir.

Sedangkan, orang dengan bentuk kaki X akan rentan cedera di bagian dalam kakinya, baik itu lutut, paha, hingga daerah selangkangan. Selain itu, ada pula orang-orang dengan permukaan kaki yang datar (flat feet). Kondisi kaki tersebut bertumpu berat di lutut bagian dalam dan bisa menyebabkan iritasi. Karenanya, mereka yang punya kaki datar harus tahu kalau risiko cedera paling dekat adalah bagian lutut juga paha bagian dalam.

Namun bukan kekurangan yang serta merta didapatkan, struktur tubuh yang berbeda itu memiliki kelebihan masing-masing. “Kelebihannya mungkin nanti dia bisa lincah, bisa segala macam gerakan eksplosif,” sebut Lutfinanda.

Pada dasarnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu struktur tubuh kita dan bagian mana yang rentan cedera sehingga kita bisa tahu apa yang mesti dilakukan bila cedera itu terjadi.

Waktu Pemanasan yang Baik

Pemanasan merupakan hal yang dianjurkan untuk seseorang yang ingin berlatih agar terhindar dari risiko macam-macam cedera. Namun, pemanasan tidak bisa sembarang dilakukan. Seseorang perlu mempelajari juga cara melakukan pemanasan yang benar. “Beberapa orang cuma berpikir kalau udah warm-up kita gak bakal cedera…Sementara banyak aspek yang harus kita pahami,” sebut pria yang juga berkarir di klub PSS Sleman ini.

Jika membahas soal lamanya seseorang perlu melakukan pemanasan, Lutfinanda mengatakan bila waktu yang diperlukan tergantung dari durasi latihan atau aktivitas intinya. “Kalau di sepak bola itu sekitar 1 jam sampai 2 jam (latihan inti), tapi kan nanti ada istirahat terus pelatih koreksi…jadi gak 2 jam terus-terusan lari.” Dari 2 jam latihan inti tersebut, 20-30 menit pemanasan perlu dilakukan sebelumnya.

Lutfinanda juga menambahkan jika pemanasan perlu memiliki korelasi dengan aktivitas inti yang akan dilakukan. Bila tidak ada kaitan di antara keduanya, akan besar risiko seseorang terkena cedera.

Intinya, pemanasan pun punya tujuan, dan hal itu sesuai dengan latihan intinya yang akan dikerjakan nantinya. “Contoh kalau latihan menyerang…kita butuh komponen-komponen seperti sprint, jumping, terus stop.”

Kemungkinan Cedera Pada Orang yang Jarang Berolahraga

Meski cedera sering terjadi saat latihan atau berolahraga, kondisi ini pun dapat terjadi pada orang yang jarang berolahraga. Seperti halnya pada orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di belakang meja kerja.

Secara tidak sadar, ia sedang menahan berat badannya dengan porsi yang lebih besar ketimbang saat sedang berdiri. Jika orang berdiri menanggung 100% berat tubuhnya, orang yang duduk bisa bertambah sekitar 20%.

Berbeda lagi ketika ia duduk santai bersender di kursi atau sofanya. Walau terlihat santai dan rileks, ia bisa menanggung hingga 160% berat tubuhnya. Hal ini pula yang membuat orang yang kebanyakan duduk dan jarang berolahraga menjadi rentan mengidap penyakit tulang belakang di masa tuanya kelak.

Untuk menghindari kemungkinan buruk tersebut, ia perlu melakukan gerakan stretching atau jalan kaki ke kamar mandi di setiap setengah jam waktu kerjanya duduk di depan komputer. “Kalau yang muslim shalat itu diciptakan salah satunya karena gerakan-gerakan shalat itu ada juga fungsinya untuk mengulur tubuh…ada efek stretching di balik semua itu.”

Cara Perawatan Macam-macam Cedera

Keseleo atau Cedera Engkel

Keseleo atau cedera engkel (sprain ankle) merupakan jenis macam-macam cedera yang mungkin pernah kamu alami saat sedang melakukan aktivitas berat dan intens. Pada kondisi ini, ligamen sebagai jaringan ikat yang menyambungkan satu tulang dengan tulang lainnya mengalami pergerakan yang salah hingga robekan sehingga menimbulkan sakit atau pembengkakan. Keseleo juga berlaku di semua struktur ligamen selain di engkel.

Lutfinanda menjelaskan bila penyebab cedera engkel pada pemain sepak bola rata-rata terjadi karena kesalahan pemilihan sepatu, infrastruktur lapangan yang kurang baik, atau salah gerakan. “Itu tiga faktor yang sering terjadi selain ada lawan yang melakukan tackling atau blocking.”

Cedera engkel sendiri terbagi dalam tiga grade atau tingkatan, di antaranya:

  • Grade 1: Kondisi ini terjadi saat ada robekan kecil yang tidak terlalu serius atau disebut micro injury. Dalam persepakbolaan, pemain bahkan masih bisa memaksakan bermain dengan kondisi tersebut. Namun, dengan risiko bengkak dan nyeri sehabis pertandingan. Penyembuhan totalnya hanya memakan waktu 2-3 hari dengan latihan rehabilitasi dan fisioterapi agar bisa kembali seperti sediakala.
  • Grade 2: Tingkat kerusakannya mencapai 50%. Pemulihannya sendiri memakan waktu 1-2 minggu agar pemain bisa kembali bermain secara total.
  • Grade 3: Ini merupakan tingkatan cedera paling parah karena melambangkan putus total. Karenanya, perlu dilakukan rekonstruksi, reparasi, atau operasi.

Cedera Perdarahan

Terkadang saat sedang berolahraga, kita mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera perdarahan, entah itu karena tersikut pemain lain atau jatuh dan sebagainya. Agar perdarahan ringan hingga hebat tidak semakin parah, perlu dilakukan penanganan tepat seperti yang dijelaskan Lutfinanda.

  1. Pertama, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan kain kasa atau kapas untuk membersihkan luka perdarahan. Jangan gunakan minyak tawon apalagi alkohol karena akan terasa sangat perih.
  2. Lalu, gunakan air yang mengalir seperti dari botol mineral atau keran untuk membilas luka. Setelahnya baru dibersihkan dengan kapas atau kasa.
  3. Lakukan penekanan di sumber perdarahan sehingga fungsi semipermeabel pada pembuluh darah akan menutup sementara lukanya. Saat berhenti, bersihkan lagi lukanya agar kita bisa melihat seberapa besar luka tersebut.
  4. Kemudian, kita dapat menentukan apakah sebaiknya dijahit atau sekedar diberi perekat anti-luka.
  5. Jika diberi perekat, ada baiknya diaplikasikan bandaging di atas luka. Bandaging pun tidak boleh mengganggu aktivitas pergerakan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi bila penderita harus bekerja lagi atau pulang menggunakan kendaraan pribadi.
  6. Beda halnya dengan patah tulang. Kalau kondisi tersebut terjadi, semua bagian patah tulang di mana pun itu harus dikunci sehingga tidak bisa digerakkan. Karenanya, bila tidak memungkinkan pulang dengan kendaraan pribadi (seperti tangan kanannya patah dan dia naik motor), harus diantar pulang.
  7. Patah tulang sendiri harus diberikan penanganan agar bagian yang cedera tidak bisa digerakkan, entah itu luka kecil seperti retak hingga yang serius.

Cedera Lutut

Cedera lutut juga jadi salah satu macam-macam cedera yang dapat dialami saat berolahraga, khususnya atlet. Lutfinanda mengatakan kalau istirahat adalah hal terpenting. Penanganannya pun bisa didampingi by phone dengan fisioterapi jika cedera tergolong ringan. Meski begitu, grade 1 cedera lutut tidaklah sama dengan grade 1 cedera engkel. Butuh waktu 7-10 hari agar bisa pulih total ketimbang engkel yang sampai 3 hari saja.

Di sisi lain, bila seseorang mengalami cedera lutut yang serius, dia perlu dampingan penuh dari fisioterapi hingga masa pemulihan. “Di lutut itu ada 14 kemungkinan cedera berbeda, 14 diagnosa berbeda,” sebut Lutfinanda. Karenanya, perlu penanganan lebih jauh dari pihak rumah sakit, klinik, atau praktek fisioterapi.

Dalam perawatan fisioterapi sendiri, pasien akan diberi program olahraga yang bisa dilakukan namun dengan pembatasan. Bagi pasien yang telah menjalani operasi cedera lutut ACL (Anterior Cruciate Ligament), pengobatan terbaik cedera ACL adalah yang didampingi setiap hari oleh fisioterapi.

Pemulihan cedera ACL sendiri bisa memakan waktu 7-9 bulan. Dalam masa pemulihan tersebut, dampingan langsung fisioterapi sangat penting. Sebab, dia akan memastikan latihan gerakan yang diberikan sesuai dengan standar untuk pemulihan pasien. Hal ini akan mencegahnya dari bertambahnya kerusakan hingga harus melakukan operasi ulang.

Kram dan Cedera Otot

Kram menjadi salah satu cedera yang paling sering terjadi ketika kita berolahraga. Cedera ini dialami saat adanya gerakan berlebihan yang sehingga menghambat suplai darah dan jaringan otot kita. Hal ini juga bisa timbul karena kebiasaan kurang minum air, buah, dan serat.

Penanganan kram sebaiknya dilakukan dengan minum Pharolit, sejenis cairan yang ionnya mirip tubuh. Selain itu, konsumsi suplemen juga bisa meningkatkan performa kita agar terhindar dari yang namanya kram. Namun, Lutfinanda menambahkan, “dengan catatan suplemen akan bekerja jika makanan yang dikonsumsi sehari-hari adalah makanan yang bagus.”

Selain kram, kita juga perlu mengetahui penanganan cedera otot yang juga cukup sering terjadi. Pemulihan cedera otot pun bisa dilakukan dengan menerapkan RICE (Rest, Ice, Compress, Evaluation) sebagai penangan pertama di 2X24 jam proses peradangan.

Kesadaran dan dasar pengetahuan akan pencegahan hingga penanganan macam-macam cedera cukup penting untuk dimiliki supaya kita bisa menghindari risiko serius dari cedera itu sendiri. Selain itu, rutinitas berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi juga perlu dijaga supaya tubuh kita tidak gampang terkena cedera. Anda dapat mengkonsumsi NUTRIMAX VITAMIN D3 1000IU ISI 60 KAPSUL (Rp139.380) kesehatan tulang dan fungsi otot.

Baca juga:

Begini Cara Menghilangkan Stretch Mark yang Efektif

Mengenal Manfaat Triathlon, Kegiatan Lari, Renang dan Sepeda

Apa Saja Manfaat Olahraga bagi Kesehatan Mental?

Temukan perbincangan menarik seputar kesehatan bersama ahlinya di kanal Youtube Jovee. Download aplikasinya juga untuk mendapatkan suplemen dan vitamin personal dalam kemasan praktis. Kamu juga bisa mengetahui vitamin terbaik lewat konsultasi gratis dengan nutrisionis Jovee.

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

cara-merawat-rambut

6 Cara Merawat Rambut Setelah Keratin Treatment

Kesehatan Lainnya   25/11/2022
propylene-glycol-adalah

Propylene Glycol: Kegunaan dan Efek Samping

Kesehatan Lainnya   10/11/2022
vaksin-cacar-monyet

Mengenal Vaksin Cacar Monyet, JYNNEOS dan ACAM2000

Kesehatan Lainnya   04/11/2022
6 Cara Penyembuhan Herpes Secara Alami Cukup dengan 3 Hari

6 Cara Menyembuhkan Herpes Secara Alami dan Aman dengan 3 Hari

Kesehatan Lainnya   01/11/2022
cara-pakai-highlighter

Beginner Friendly, Ini Tips dan Cara Menggunakan Highlighter

Kesehatan Lainnya   27/10/2022