fbpx

10 Suplemen yang Wajib Diminum dengan Makanan

by | Aug 28, 2020 | Vitamin & Suplemen | 0 comments

Cara terbaik untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral adalah melalui konsumsi makanan sehat. Namun, terkadang diet mungkin tidak memberikan Anda nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup. Karenanya, konsumsi suplemen vitamin dan mineral membantu melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh dan mencegah defisiensi nutrisi tertentu. Suplemen makanan juga dapat dikonsumsi guna membantu memenuhi nutrisi bagi Anda yang sedang menjalani program diet tertentu.

Nah, jika Anda sedang mempetimbangkan untuk mengonsumsi suplemen, sebaiknya pilih jenis yang Anda butuhkan. Jangan lupa sesuaikan dengan dosis yang dianjurkan dan ikuti aturan pakainya. Berikut ini adalah beberapa suplemen yang harus Anda minum bersama dengan makanan supaya penyerapannya jadi lebih maksimal.

 

Vitamin A 

Vitamin A berfungsi untuk memelihara penglihatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Setiap individu memerlukan jumlah vitamin A yang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelaminnya.

Vitamin ini bersifat larut dalam lemak. Artinya, tubuh akan menyerapnya bersama dengan lemak dalam makanan. Contoh makanan tersebut adalah susu, mentega, telur, dan daging.

Jadi, suplemen vitamin A dianjurkan untuk dikonsumsi dengan makanan. Salah satu provitamin A, yaitu beta karoten juga sering ditemukan dalam bentuk suplemen makanan.

 

Probiotik

Tidak seperti kandungan probiotik dari makanan, probiotik yang terdapat dalam suplemen bisa dibunuh oleh asam lambung Anda. Oleh karena itu, Elsie Koh, M.D., seorang direktur medis Azura Vascular Care mengatakan bahwa suplemen probiotik harus Anda konsumsi sebelum atau pada waktu makan.

Berdasarkan penelitian tahun 2011 dalam Jurnal Beneficial Microbes mengungkapkan jika menunggu setelah makan, probiotik tidak memberikan manfaat yang sama. Sebagian besar bakteri baik tersebut justru bertahan ketika diminum 30 menit sebelum atau selama makan. Sebaliknya, manfaat probiotik akan berkurang diminum setelah makan.

 

Vitamin D

Tubuh Anda dapat menghasilkan vitamin D ketika terpapar oleh sinar matahari. Meski demikian, jumlah vitamin D yang Anda peroleh dari matahari dan makanan, belum tentu memenuhi kebutuhan per harinya.

Nah, jika Anda berencana mengonsumsi suplemen vitamin D, sebaiknya dibarengi dengan makanan. Vitamin ini bersifat larut lemak, sehingga penyerapannya akan makin optimal apabila dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak tinggi.

Hasil penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Bone and Mineral Research menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin dengan makanan berlemak dapat meningkatkan penyerapannya hingga 50 persen.

 

Vitamin E

Antioksidan ini dapat melindungi tubuh Anda dari radikal bebas, yaitu molekul yang merusak jaringan. Vitamin E larut dalam lemak, sehingga harus dikonsumsi bersama dengan makanan. Contoh makanan yang bisa Anda makan dengan suplemen ini adalah kacang-kacangan karena mengandung lemak sehat untuk meningkatkan penyerapannya. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan vitamin E ekstra dari makanan tersebut.

 

Minyak ikan dan Suplemen Omega 3

Seorang pakar pengobatan fungsional, Elroy Vojdani, M.D. menganjurkan untuk minum suplemen ini pada pagi hari, bersama dengan makanan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah naiknya asam lambung atau regurgitasi.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, mengandalkan nutrisi dalam minyak ikan saja tidak cukup untuk melindungi jantung. Suplemen omega 3 bukan merupakan pengganti makanan, melainkan pelengkap saja. Sumber omega 3 terbaik tetap berasal dari makanan, terutama ikan berlemak. Maka dari itu, kombinasikanlah konsumsi suplemen dengan makanan tinggi omega 3 lainnya.

 

Vitamin K

Vitamin K membantu tubuh membangun tulang dan pembekuan darah. Sebetulnya, konsumsi suplemen vitamin lebih diutamakan untuk orang-orang yang mengalami kekurangan vitamin K berat. Namun, kasus defisiensi vitamin K tersebut jarang terjadi.

Suplemen vitamin K pun bisa Anda konsumsi untuk membantu melengkapi kebutuhan hariannya. Apabila dokter Anda menyarankan untuk mengonsumsi suplemen, ketahuilah bahwa vitamin tersebut larut dalam lemak. Karenanya, suplemen vitamin K lebih baik dikonsumsi bersama dengan makanan yang mengandung lemak.

 

Kalsium  

Ada dua jenis kalsium yang banyak dijumpai dalam bentuk suplemen, yaitu kalsium karbonat dan kalsium sitrat. Kalsium sitrat dapat dikonsumsi kapanpun, baik sebelum atau sesudah makan. Lain halnya dengan suplemen kalsium karbonat yang hendaknya dikonsumsi setelah makan.

Apabila Anda juga mengonsumsi suplemen zat besi, hindari memakannya bersamaan dengan kalsium. Kedua mineral ini akan menghambat penyerapan satu sama lain. Kalsium juga dapat menghambat penyerapan magnesium dan zinc.

Perlu diperhatikan pula bahwa Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kalsium lebih dari 600 mg sekaligus. Kenapa? Karena tubuh tidak dapat menyerapnya dan kelebihannya pun tidak dicadangkan, sehingga akan terbuang sia-sia.

 

Echinacea

Bunga echinacea sudah dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional sejak ribuan tahun lalu. Tanaman ini dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk mencegah dan mengatasi pilek.

Meskipun belum ada bukti ilmiah kuat terkait efektivitas echinacea untuk menyembuhkan pilek, suplemen herbal ini terbilang populer di pasaran. Para ahli menganjurkan suplemen echinacea dikonsumsi setelah makan.

 

Zat Besi 

Mineral satu ini esensial bagi tubuh, terutama bagi wanita dan khususnya ibu hamil serta menyusui. Kebutuhan nutrisi ini harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungannya.

Jika asupannya tidak tercukupi, mereka berisiko mengalami anemia yang akan berdampak buruk bagi calon bayinya. Mengingat banyaknya kasus anemia karena defisiensi zat besi, dokter menganjurkan kelompok tersebut untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Sebenarnya, tubuh lebih mudah menyerap zat besi apabila perut dalam kondisi kosong. Akan tetapi, bagi sebagian orang mungkin lebih baik mengonsumsi suplemen ini setelah makan. Hal ini dikarenakan zat besi dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti mual, diare, dan kram perut.

Efek samping tersebut bisa berkurang jika suplemen zat besi diminum bersama makanan. Hindari kafein, susu, dan suplemen kalsium saat mengonsumsi zat besi supaya penyerapannya tidak terhambat.

 

Multivitamin

Multivitamin adalah suplemen kesehatan yang mengandung berbagai macam vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral tersebut tentu memiliki sifat yang berbeda-beda.

Bagi kebanyakan orang, waktu terbaik untuk minum suplemen multivitamin ialah setelah makan. Tetapi, kalau Anda kebetulan tidak memakan makanan berlemak, tubuh Anda tidak akan bisa menyerap vitamin A, D, E, dan K yang mungkin terkandung dalam multivitamin.

Untuk menghindarinya, sebaiknya suplemen multivitamin dikonsumsi setelah makan makanan yang mengandung lemak dan minyak. Meminum suplemen multivitamin setelah makan juga dapat meminimalisir munculnya rasa mual dan sakit perut.

Apabila Anda mengonsumsi beberapa macam suplemen berbeda, ingatlah bahwa ada vitamin dan mineral yang bisa menghambat penyerapan satu sama lain. Misalnya, kalau Anda meminum suplemen kalsium terpisah, pastikan tidak mengonsumsinya bersamaan dengan multivitamin. Alasannya adalah, kalsium bisa menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap magnesium, zat besi, tembaga, dan zinc yang mungkin ada dalam multivitamin Anda.

Sama seperti kalsium, suplemen vitamin A, D, E, dan K juga mesti dikonsumsi pada waktu yang berbeda dengan multivitamin. Hal ini disebabkan karena penyerapan vitamin A, D, E, dan K dapat dihambat oleh multivitamin.

Itulah daftar 10 suplemen yang perlu Anda minum setelah makan. Berhati-hatilah dalam memilih suplemen yang akan Anda konsumsi. Apalagi, jika Anda sedang hamil dan menyusui. Beberapa suplemen belum diketahui khasiat dan resikonya terhadap kesehatan Anda dan bayi. Konsultasikan dulu dengan dokter ataupun ahli gizi sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen apapun.

Dapatkan suplemen sesuai kebutuhanmu dengan Jovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

 

Referensi:

Tod C. (ConsumerLab.com). 2019. Best Time to Take Multivitamins.

Dylan R. (Livestrong). 2019. When Is the Best Time to Take Multivitamins?

Brands