fbpx
BerandaVitamin & SuplemenApa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Selenium?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk menjaga kesehatan tubuh kita memerlukan berbagai macam nutrisi. Nutrisi memiliki berbagai peran mulai dari menjaga kesehatan metabolisme tubuh, menjaga daya tahan tubuh, dan peran lainnya yang sangat penting bagi tubuh. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah selenium.

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Selenium?

 

Apa Itu Selenium?

Selenium (Se) adalah mineral yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Selenium, dalam bentuk selenoprotein, memiliki banyak peran dalam kesehatan dan metabolisme tubuh.

Mineral ini dapat ditemui di dalam biji-bijian, sayuran hijau, jamur shitake, dan jamur kancing. Makanan-makanan tersebut merupakan sumber organik selenium yang sangat baik. Selenium terdapat pula pada ragi yang juga merupakan sumber yang sangat baik dan biasa digunakan untuk membuat roti. Sumber makanan hewani yang mengandung selenium antara lain ialah ikan, makanan laut, daging sapi, dan unggas.

 

Kebutuhan Tubuh Akan Selenium

Untuk menjaga kesehatan, tentu kamu perlu mengonsumsi makanan yang mengandung selenium. Berikut kebutuhan harian tubuh terhadap selenium berdasarkan kelompok usia.

  • 0-6 bulan: 15 mcg
  • 7-12 bulan: 20 mcg
  • 1-3 tahun: 20 mcg
  • 4-8 tahun: 30 mcg
  • 9-13 tahun: 40 mcg
  • 14-18 tahun: 40 mcg
  • 19-50 tahun: 55 mcg
  • 50 tahun ke atas: 55 mcg
  • Ibu Hamil: 60 mcg
  • Ibu Menyusui: 70 mcg

Semakin dewasa usia seseorang, semakin tinggi pula kebutuhannya terhadap selenium. Hal ini juga terjadi terhadap ibu hamil dan ibu menyusui. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh akan semakin meningkat. Lalu apa yang akan terjadi jika kebutuhan akan selenium tersebut tidak terpenuhi? 

 

Yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Selenium

Kekurangan selenium terjadi ketika ada asupan makanan yang tidak mengandung cukup selenium. Biasanya karena kelangkaan sumber selenium di wilayah tertentu. Sayangnya, banyak penyakit yang ditimbulkan akibat defisiensi selenium terlebih jika dibarengi dengan defisiensi vitamin E. Terdapat beberapa penyakit yang dapat dipicu akibat kekurangan selenium, yaitu:

 

Kelelahan

Gejala-gejala awal dari defisiensi selenium adalah tubuh yang mulai terasa lemas. Hal ini tidak hanya terjadi pada orang yang kekurangan selenium, tapi juga orang yang kekurangan mineral lainnya selain selenium. Selenium yang seharusnya banyak terdapat di tiroid pun akan membuatnya mengalami penurunan kinerja sebagai organ yang berfungsi dalam metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, serta menjaga suhu tubuh.

 

Mental yang Kabur

Kondisi non-medis ini adalah gejala yang membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mengingat, dan dapat berujung ke kelelahan mental. Umumnya orang yang mengalami mental kabur merasa tidak bisa memusatkan pikirannya. Meski berupa gejala non-medis, kondisi ini bisa membantu saat dokter mendiagnosa seseorang yang kekurangan selenium. 

Studi akan hal ini juga pernah dilakukan sebelumnya. Dari hasil studi itu, ditemukan bila kadar selenium yang rendah di dalam tubuh dikaitkan dengan fungsi kognitif yang buruk. Walau begitu, penelitian seputar selenium dan hubungannya dengan kondisi mental ini perlu dilakukan lebih lanjut. 

 

Rambut Rontok

Hormon tiroid memiliki peran yang besar dalam pertumbuhan rambut dan regenerasinya. Tanpa adanya selenium yang cukup di dalam tubuh, produksi selenium ini akan terhambat. Alhasil, sel di dalam folikel rambut akan merespon terhadap penurunan hormon tiroid. Hal ini bisa berujung pada rambut yang gampang rontok. Defisiensi selenium juga bisa membuat kulit kepala terasa gatal dan menimbulkan ketombe. 

 

Penyakit Keshan

Ini merupakan kondisi kekurangan selenium yang umumnya ditandai dengan pembesaran kardiomiopati (ruang ventrikel kiri jantung). Hal ini bisa berujung pada reaksi yang berkaitan dengan permasalahan jantung. Penyakit ini pertama kali ditemukan di area bernama Keshan di Tiongkok dan isu kekurangan selenium menyebar menjadi endemik di wilayah Tiongkok lainnya. 

 

Otot yang Melemah

Sebuah studi menyebutkan bahwa kondisi kelainan otot rangka yang menyebabkan kelemahan, nyeri, dan kelelahan didapati dari pasien dengan defisiensi selenium. Kekurangan selenium juga dikenal dapat memengaruhi otot jantung sepertinya halnya pula penyakit Keshan. 

Otot melemah juga bisa terjadi pada pasien yang sedang mendapatkan nutrisi parenteral yang diberikan lewat infus melewati sistem pencernaan seluruhnya. Nutrisi dalam bentuk cairan tersebut cenderung rendah dalam hal mikronutrien, termasuk selenium. 

 

Penyakit Jantung

Menurut U.S National Center for Biotechnology Information, kekurangan selenium dapat berdampak pada timbulnya penyakit kardiomiopati kongestif yang berhubungan dengan gagal jantung, pembesaran jantung, kelainan elektrokardiogram (EKG), hingga syok kardiogenik. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak dan wanita usia subur. Dampak ini pertama kali diidentifikasi di daerah endemik Tiongkok akibat kekurangan sumber makanan yang mengandung selenium. Masalah ini menimbulkan angka kesakitan hingga 50%, dan kematian.

 

Kemandulan

Kekurangan selenium diketahui dapat menyebabkan kemandulan. Di sisi lain, jika wanita yang kekurangan selenium bisa hamil, ada kemungkinan bila ia nantinya dihadapkan dengan beberapa masalah kehamilan. Ada hubungan antara tingkat selenium dalam tubuh dengan hal kesuburan. Tingkat selenium yang sedikit di awal tahap kehamilan diasosiasikan dengan keguguran, bayi lahir dengan berat badan kecil, dan masalah kerusakan sistem imun dan sistem saraf pada janin. 

 

Gangguan Sistem Endokrin

Dari 35 selenoprotein yang telah diidentifikasi sejauh ini, tiga di antaranya disebut Iodothyronine deiodinase, tiga macam selenoprotein tersebut berperan dalam metabolisme hormon tiroid. Tiroid mengandung konsentrasi maksimum selenium dari semua organ dalam tubuh kita. Salah satu iodothyronine deiodinase mengubah tiroksin yang tidak aktif menjadi bentuk aktifnya. Kekurangan selenium tentu akan berdampak terhadap gangguan sistem endokrin di dalam tubuh.

 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –

Selenium, Senyawa Baik untuk Kesehatan

Vitamin B12: Manfaat dan Sumber Vitamin

5 Fakta Mengenai Vitamin E

Manfaat Jamu Untuk Daya Tahan Tubuh

Manfaat magnesium, Defisiensi, dan Dosis Penggunaan

Seluk Beluk Iodine dan Dampak Kekurangan Yodium

Jenis Makanan Mengandung Betakaroten Tinggi

Konsumsi makanan mengandung zat besi untuk Tubuh Lebih Sehat

 

Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Sistem kekebalan tubuh dapat memburuk bagi mereka yang kekurangan selenium. Karenanya, selenium juga merupakan nutrisi penting bagi pasien terinfeksi HIV yang rentan penyakit karena sistem kekebalannya yang tidak sekuat orang normal. Studi menunjukkan bahwa selenium mendorong diferensiasi sel T CD4 + menjadi sel T-helper-1 (Th1). Selenium diklaim dapat menghambat perkembangan HIV menjadi AIDS. Selenium juga baik sebagai protektor pada pasien yang terinfeksi Hepatitis B atau C sehingga tidak berkembang menjadi lebih buruk.

 

Orang Berisiko Kekurangan Selenium

kekurangan-selenium

 

Selain lingkungan yang minim akses selenium, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang rentan terhadap defisiensi selenium, di antaranya adalah orang yang sedang menjalani dialisis atau cuci darah, mengidap HIV, dan punya kelainan pencernaan seperti penyakit Chron. 

Ada pula orang-orang dengan kondisi khusus yang perlu memastikan jika asupan seleniumnya terpenuhi. Di antaranya adalah orang yang menderita penyakit tiroid, mengidap nodul tiroid, kanker, fungsi imun yang menurun, sedang hamil, serta kekurangan selenium dari awal.

 

Diagnosis Defisiensi Selenium

Untuk mengecek apakah tubuh kekurangan selenium atau tidak, kamu bisa mengambil tes darah untuk mengindikasikan asupan selenium dalam beberapa waktu terakhir. Rambut atau kuku juga bisa jadi sampel untuk menganalisa indikasi status selenium dalam jangka waktu yang panjang. Apalagi, kedua bagian tubuh ini banyak memperlihatkan perubahan pada orang yang mengalami defisiensi selenium. Tes lain yang bisa dilakukan ahli medis adalah dengan mengetes tingkat glutathione peroxidase atau selenoprotein lainnya yang memerlukan selenium agar bisa berfungsi. 

Itulah dampak yang akan terjadi jika tubuh kamu mengalami kekurangan selenium. Untuk itu, kamu perlu rutin dalam mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi terutama selenium. 

 

Bahagia dan Sehat Bareng Jovee

Bergabunglah dengan Jovee dan mulai hidup sehat sekarang. Unduh aplikasinya melalui Play Store dan App Store atau ambil konsultasi nutrisionis Jovee, gratis! Dengan Jovee, kamu bisa melihat rekomendasi suplemen sesuai kebutuhan personalmu. Dapatkan yang kamu perlukan hanya di pusat vitamin terlengkap, Jovee.

Penulis: Nada Karisma

Referensi

Pertanyaan Seputar Jovee

+

Apa itu Jovee?

+

Apa yang membuat Jovee berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Jovee?

+

Berapa lama pengiriman vitamin saya?

+

Apakah Jovee memberikan gratis ongkir?

Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo

Dapatkan Vitamin sesuai Kebutuhanmu dengan Konsultasi GRATIS lewat Nutrisionist kami

Konsultasi Sekarang

Jaminan Jovee untuk Anda

Icon

100% Original

Semua Produk yang kami jual terjamin keasliannya dengan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS*

Artikel Terkait

blackmores-glucosamine1

Blackmores Glucosamine: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Vitamin & Suplemen   17/05/2021
becom-c-manfaat-efek-samping-dan-dosis

Becom-C: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Vitamin & Suplemen   07/05/2021
cavit-d3-manfaat-aturan-penggunaan-dan-dosis

Cavit D3: Manfaat, Aturan Penggunaan, dan Dosis

Vitamin & Suplemen   07/05/2021
manfaat-neuriobion

Neurobion: Manfaat, Dosis, dan Anjuran Pakai

Vitamin & Suplemen   21/04/2021
manfaat-Blackmores-Executive-B

Blackmores Executive B: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Vitamin & Suplemen   07/04/2021