Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Selenium?

oleh | Jun 19, 2020 | Vitamin | 0 Komentar

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa untuk menjaga kesehatan tubuh kita memerlukan berbagai macam nutrisi. Nutrisi memiliki berbagai peran mulai dari menjaga kesehatan metabolisme tubuh, menjaga daya tahan tubuh, dan peran lainnya yang sangat penting bagi tubuh. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah selenium.

Selenium (Se) adalah mineral yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Selenium, dalam bentuk selenoprotein, memiliki banyak peran dalam kesehatan dan metabolisme tubuh.

Mineral ini terdapat dalam biji-bijian, sayuran hijau, jamur shiitake, dan jamur kancing. Makanan-makan tersebut merupakan sumber organik selenium yang sangat baik. Selenium juga terdapat pada ragi yang juga merupakan sumber yang sangat baik dan biasa digunakan untuk membuat roti. Sumber makanan hewani yang mengandung selenium antara lain ikan, hewan-hewan laut, daging sapi, dan unggas.

Kebutuhan Selenium

Untuk menjaga kesehatan, tentu Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung selenium. Berikut kebutuhan harian tubuh terhadap selenium berdasarkan kelompok usia.

  • 0-6 bulan: 15 mcg
  • 7-12 bulan: 20 mcg
  • 1-3 tahun: 20 mcg
  • 4-8 tahun: 30 mcg
  • 9-13 tahun: 40 mcg
  • 14-18 tahun: 40 mcg
  • 19-50 tahun: 55 mcg
  • 50 tahun ke atas: 55 mcg
  • Ibu Hamil: 60 mcg
  • Ibu Menyusui: 70 mcg

Semakin dewasa usia seseorang, semakin tinggi kebutuhannya terhadap selenium. Hal ini juga terjadi terhadap ibu hamil dan ibu menyusui. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh akan semakin meningkat. Lalu apa yang akan terjadi jika kebutuhan akan selenium tersebut tidak terpenuhi? Simak penjelasan berikut ini.

Kekurangan selenium terjadi ketika ada asupan makanan yang tidak mengandung cukup selenium, biasanya karena kelangkaan sumber selenium di wilayah tertentu. Sayangnya, banyak penyakit yang ditimbulkan akibat defisiensi selenium terlebih jika dibarengi dengan defisiensi vitamin E. Terdapat beberapa penyakit yang dapat dipicu akibat kekurangan selenium, yaitu:

Penyakit Jantung

Menurut U.S National Center for Biotechnology Information, kekurangan selenium dapat berdampak pada timbulnya penyakit kardiomiopati kongestif yang berhubungan dengan gagal jantung, pembesaran jantung, kelainan elektrokardiogram (EKG), hingga syok kardiogenik. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak dan wanita usia subur. Dampak ini pertama kali diidentifikasi di daerah endemik Cina akibat kekurangan sumber makanan yang mengandung selenium. Masalah ini menimbulkan angka kesakitan hingga 50%, dan kematian.

Gangguan Sistem Endokrin

Dari 35 selenoprotein yang telah diidentifikasi sejauh ini, 3 di antaranya disebut Iodothyronine deiodinase, 3 selenoprotein tersebut berperan dalam metabolisme hormon tiroid. Tiroid mengandung konsentrasi maksimum selenium dari semua organ dalam tubuh kita. Salah satu iodothyronine deiodinase mengubah tiroksin yang tidak aktif menjadi bentuk aktifnya. Jika kekurangan selenium, tentu akan berdampak terhadap gangguan sistem endokrin dalam tubuh.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Selenium, Senyawa Baik untuk Kesehatan
Vitamin B12: Manfaat dan Sumber Vitamin
5 Fakta Mengenai Vitamin E
Manfaat Jamu Untuk Daya Tahan Tubuh
Manfaat magnesium, Defisiensi, dan Dosis Penggunaan
Seluk Beluk Iodine dan Dampak Kekurangan Yodium
Jenis Makanan Mengandung Betakaroten Tinggi
Konsumsi makanan mengandung zat besi untuk Tubuh Lebih Sehat

Sistem Kekebalan Tubuh

Selenium juga merupakan nutrisi penting pada pasien yang terinfeksi HIV. Studi menunjukkan bahwa selenium mendorong diferensiasi sel T CD4 + menjadi sel T-helper-1 (Th1). Selenium, diklaim dapat menghambat perkembangan HIV menjadi AIDS. Selenium juga baik sebagai protektor pada pasien yang terinfeksi Hepatitis B atau C untuk berkembang menjadi lebih buruk.

Itulah dampak yang akan terjadi jika tubuh Anda mengalami kekurangan selenium. Untuk itu, Anda perlu rutin dalam mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi terutama selenium. Ingin mendapat rekomendasi suplemen yang membantu Anda dalam menjaga kesehatan tubuh? Yuk unduh aplikasi Jovee yang tersedia di Google Play Store dan App  Store sekarang juga.

Referensi:

U.S National Center for Biotechnology Information

U.S National Institute of Health

Beli di Aplikasi Jovee

Aplikasi Jovee berbasis data science.
Cukup jawab beberapa pertanyaan, dan Jovee akan merekomendasikan beberapa paket sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda

Belanja di Jovee Shop

Jovee Shop menawarkan paket suplemen dalam bentuk sachet untuk konsumsi 30 hari atau 7 hari. Suplemen dari Jovee adalah suplemen terbaik, asli dan berlisensi dari partner domestik dan internasional